
Pagi itu Jun menerima pesan singkat dari Katakura, Dimana pesan tersebut berisi tak tik untuk menarik perhatian Hana. Jun bangun lebih awal dari biasanya bahkan Hana sendiri belum bangun pagi itu, Dengan penuh percaya diri Jun mulai menyiapkan bahan makanan untuk membuat sarapan pagi ini.
Untuk pertama kalinya dalam hidup Jun menginjakkan kaki di dapur untuk membuat makanan, Selama ini yang ia lakukan di dapur hanyalah membuat kopi itu pun menggunakan mesin yang otomatis sehingga memudahkannya. Sejatinya Jun sangat tidak tahu menahu soal urusan daput terlebih lagi pobianya akan benda tajam memaksanya untuk tidak menginjakkan kaki di di tempat tersebut.
Jun melirik pisau yang ada di hadapnnya dengan gemetar, Ia terus menanamkan keberanian untuk menyentuh benda tajam itu dan kini tangannya sudah menyentuh gagang pisau tersebut, Dengan mengambil nafas panjang pria itu mulai memotong sayuran terlebih dulu, Ia berencana membuat sup miso walaupun ia tak tahu caranya.
Di jaman sekarang tentu yang di lakukan para pemula sepertinya untuk dapat memasak hanyalah video tutorial dari youtube, Setelah berhasil memotongnya, Jun kembali memasukkan miso ke dalam panci, Setelah memasukkan berbagai macam bumbu dan menunggu beberapa menit akhirnyaa sup miso buatan Jun telah jadi.
Pria itu tersenyum senang melirik sup miso buatannya dan segera meletakkannya di atas meja, Tak lupa ia juga membuat dua gelas jus apel untuknya dan Hana. Mendengar suara pintu terbuka lantas membuat Jun segera duduk rapih di tempatnya.
" Tumben kau bangun lebih dulu dariku. " Sahut Hana yang baru saja tiba.
Jun hanya melemparkan senyuman manisnya ke arah gadis itu hingga Hana menyadari apa yang telah di perbuat oleh Jun.
" Wahhh..., Apa ini? Kamu yang memasaknya ? " Tanyanya dengan takjub.
" Tentu saja, Ini pertama kalinya aku memasak dan makanan ini spesial untukmu. " Balas Jun sukses membuat Hana tersentuh.
" Kau menggunakan pisau? Apa kau baik-baik saja?. " Tanya Hana terlihat khawatir
" Aku baik-baik saja, Entah kenapa melihat pisau ataupun benda tajam lainnya tidak membuatku begitu ketakutan sekarang. " Jawabnya membuat Hana legah.
" Aku penasaran dengan rasanya" Lanjut Hana ikut menjatuhkan tubuhnya di kursi.
Hana menyendok sup miso buatan Jun ke dalam mangkuk kecil kemudian meniupnya pelan dan menyeruputnya dengan wajah penuh penasaran.
" Bagaimana?. " Tanya Jun menunggu jawaban Hana
" Sejujurnya ini tidak seperti sup miso, Aku tidak tahu apa yang kau masukkan ke dalam sup ini, Rasanya benar-benar bukan seperti sup miso ? " Komentar Hana masih menyeruput sup miso buatan Jun.
" Seharusnya kau memuji masakanku, Aku sudah bangun pagi-pagi untuk membuatkan ini untukmu, Bahkan aku menggunakan pisau untuk pertama kalinya, Aku tidak percaya kau akan berkomentar seperti itu, Rasanya begitu menyakitkan."
" Aku jujur karena aku tidak mau membuatmu kecewa dengan jawabanku, Tapi ku akui ini tidak begitu buruk. "
" Kau tidak perlu memuji kelezatannya, Kalau kau tidak mau kau bisa meninggalkannya di meja. "
" Aku serius, Ini tidak begitu buruk untuk pemula sepertimu. " Sambung Hana berusaha mengembalikan emosi Jun
Perlahan wajah kesal Jun memudar setelah Hana berkata demikian, Pria itu ikut menuangkan sup buatannya ke dalam mangkuk, Setelah itu keduanya tetap melanjutkan sarapan pagi mereka tanpa komentar apa pun.
*
Karena hari ini libur dan Jun tidak memiliki pekerjaan lain selain membaca buku, Ia pun meraih mantel dan kunci mobilnya kemudian menghampiri Hana yang berada di ruang santai.
" Ayo keluar " Ajak Jun pada Hana yang tengah asyik menonton TV.
" Kemana ? " Tanya gadis itu tanpa melirik Jun dan tetap fokus pada layar TV.
" Jalan-jalan. " Balasnya sukses membuat telinga Hana seakan bergerak.
Hana menoleh tak percaya ke arah pria itu, Tangannya sibuk meraih remote TV dan setelah itu di matikannya begitu saja.
" Jalan-jalan ke mana?. "
" Kau siap-siap saja dulu. "
Hana mendadak menjadi antuasias saat Jun mengajaknya jalan-jalan, Sudah lama bekerja dengan pria itu dan baru kali ini lagi dia mengajaknya jalan-jalan.
Selang beberapa menit Hana telah siap dengan stelan yang sepadan dengan yang di kenakan oleh Jun, Warna biru pastel dengan coat putih membuat keduanya seperti janjian untuk pergi berkencan.
Begitu mereka siap, Jun mulai menuju suatu tempat yang tak lain adalah Dreamland, Hana sempat memasang wajah memelas begitu mereka tiba di sana, Bukannya tidak senang di ajak ke sana melainkan Hana sudah bosan kalau harus menghabiskan waktu di luar dengan bermain di Dreamland. Namun saat memasuki Indoor taman hiburan tersebut, Hana tak menemukan satu orang pun pengunjung selain Katakura yang menyambut mereka dengan senyuman.
" Jun sengaja membuat tempat ini sepi supaya kalian bisa menikmati wahana yang ada di sini sampai puas. " Jelas Katakura.
" Tapi bagaimana dengan mereka yang ingin bermain di dalam?. "
" Tenang saja, baik outdoor maupun indoor keduanya mempunyai wahana yang sama, Jadi kau tidak perlu khawatir. "
Sebelum mereka bermain menikmati wahana yang tersedia, Katakura menarik Jun menjauh sedikit dari Hana, Pria itu berbisik ke telinga Jun sehingga membuat Hana meliriknya dengan penasaran.
" Kau jangan khawatir, Aku sudah menyiapkan semuanya, Jangan lupa untuk masuk ke wahana hantu, Aku yakin Hana akan ketakutan dan terus memelukmu di sana. "
" Tapi dia takut dengan kegelapan. "
" Kau tenang saja, Di sana tidak begitu gelap. "
Setelah itu, Hana dan Jun memulai kegiatan mereka dengan memilih salah satu wahana boom boom car, Hana yang telah siap mengalahkan Jun segera melajukan mobilnya ke arah pria itu, Benturan yang cukup keras berhasil membuat keduanya tertawa bahagia dan saling menabrakan satu sama lain.
Dari jauh Katakura sudah memperhatikan mereka dengan cermat, Ia bahkan mengatur setiap wahana yang mereka mainkan, Hal ini di lakukannya tak lain hanya untuk membuat Hana dapat membuka hati untuk Jun.
Seperti arahan dari Katakura, Kini keduanya sudah berada di depan rumah hantu, Jun melirik Hana yang terlihat ketakutan saat menatap tulisan besar wahana tersebut.
" Kalau kau takut kita tidak perlu masuk ke dalam. " Ajak Jun seakan paham dengan keinginan Hana.
Jun dan Hana mencoba wahana bermain yang lain, dan kedunaya terlihat begitu menikmati wahana yang ada, Jun merasa begitu senang bisa mengajak Hana bermain sampai membuat gadis itu trus tertawa sepanjang hari. Setelah cukup bermain berbagai wahana kini keduanya memutuskan untuk makan siang di salah satu kedai yang di sediakan di Dreamland.
Di kedai itu, Hana memesan dua mangkuk besar ramen dengan yakiniku, Begitu pesanan mereka siap keduanya sibuk dengan mangkuk ramen masing-masing, Di sela-sela makannya Jun terus memperhatikan Hana sehingga membuat gadis itu meliriknya karena sadar tengah di perhatikan.
" Kau coba ini Aaaa..." Hana menyodorkan sesendok yakiniku pada Jun dan langsung di terima oleh pria itu tanpa ragu.
Setelah suapan Hana berhasil masuk ke mulut Jun, Waktu seakan berhenti dan membuat mereka saling menatap satu sama lain, Lagi-lagi Hana merasa ada yang aneh dengan dirinya, Tanpa sadar wajahnya memerah sehingga membuat Jun bertanya namu dengan cepat Hana menjawab bahwa dirinya baik-baik saja.
*
Pria itu tampak senyum-senyum setelah keluar dari kamar mandi, Rambutnya yang basah segera di keringkan menggunakan handuk kecil, senyumannya yang belum memudar membawanya sampai ke hadapan cermin dan memandang wajah tampannya pada pantulan cermin.
Bayang-bayang tentang Hana mulai bermain di fikirannya, Senyum dan tawa gadis itu benar-benar mampu memporak-porandakan perasaanya, Namun masih ada yang menjanggal di hati Jun, Sudah lama sejak dirinya menyatakan perasaanya pada Hana dan sampai saat ini ia tidak tahu apakah Hana mulai menyukainya atau tidak.
Dering ponsel milik Jun terdengar berdering cukup nyaring sehingga membuat pria itu bergegas untuk meraihnya, Melihat nama Katakura berada pada layar lantas membut Jun langsung menjawabnya.
" Bagaimana ? apa ada perkembangan setelah menghabiskan waktu lebih dekat dengan Hana ?"
" Tidak ada, Aku belum mengetahui apa dia mulai menyukaiku atau tidak,"
" Dasar bodoh, Kalau kau ingin mengetahui apa dia menyukaimu kau bisa menatap matanya, Coba dekati dia dan tatap matanya dalam-dalam kalau dia mulai bereaksi itu artinya dia menyukaimu."
Baru saja Jun ingin membalas ucapan Katakura barusan, Suara Hana dari luar kamar membuatnya bangkit dan segera mengakhiri panggilan tersebut, Jun melirik pintu kamarnya dan menyuruh Hana masuk .
Gadis itu mulai memasuki kamar Jun dengan membawa beberapa pakaian Jun yang telah di cuci olehnya, Melihat Jun masih mengenakan baju mandi membuat Hana menutup mata dan berjalan dengan cepat menuju walkin closet, Jun mengikutinya tanpa bersuara dan mulai meyakinkan diri untuk mencoba saran dari Katakura.
Begitu Hana selesai meletakkan pakaian Jun, Ketika ia berbalik spontan Hana terkejut dengan kehadiran Jun, Gadis itu menyuruh Jun untuk memakai baju dan langsung di turuti oleh pria itu.Diam-diam Hana mengintip ketika Jun mulai memakai kaos dimana Hana sempat melihat tubuh Jun yang sangat prporsional, Sadar dengan apa yang di lakukannya barusan, Hana mengutuk diri sambil memukul kepalanya pelan.
"Aku sudah selesai." Sahut Jun berhasil membuat Hana berbalik kemudian bergegas untuk meninggalkan ruangan itu.
Jun menghalang Jalan Hana saat gadis itu hendak pergi, Hana terlihat diam tak bergerak di tempatnya, Ia bahkan tak berani menatap Jun yang kini sudah berada di dekatnya dengan jarak yang sangat dekat. Jun sendiri mulai berpikir yang tidak-tidak entah mengapa jantungnya berdegup begitu kencang.
" A-ada apa? Apa kau masih membutuhkan sesuatu? " Tanya Hana tanpa berbalik melirik Jun
" Dia tidak berani menatapku, Bagaimana aku tahu kalau dia menyukaiku apa tidak? " Batin Jun perlahan menurunkan tangannya
" Tidak ada, Kau boleh pergi. " Lanjut Jun dan langsung membuat Hana pergi dengan cepat.