Stay with me

Stay with me
Selamat Ulang Tahun



Hana mulai menekan bel pintu apartemen Dean sebanyak 3 kali dengan irama berbeda, Dengan hal itu Dean dapat mengetahui siapa yang datang, Pintu terkuak dan memunculkan Maito San Manager dari Dean, Keduanya kembali masuk menemui Dean yang terlihat termenung di atas tempat tidur dengan selimut yang membungkus tubuhnya.


" Apa yang sudah terjadi padanya.? " Tanya Hana melirik Maito sebentar kemudian kembali melirik Dean.


" Kemarin saat syuting berakhir, Dean dan Sutradara Ohara pergi makan malam di restaurant private, Awalnya Dean menerima ajakan sutradara itu, Anehnya saat itu aku di minta olehnya untuk tidak menemani Dean, Selebihnya aku tidak tahu apa yang terjadi di dalam sana, Dean berlari dari ruangan private itu dengan keadaan yang memperihatinkan, Pakaiannya sobek seperti habis di robek paksa wajahnya juga terlihat sangat ketakutan sampai akhrinya aku membawanya pulang, Tapi siapa sangka kalau di sana ada paparazzi dan membuat berita yang tidak-tidak, Sampai sekarang Dean tidak mau keluar kamar, Bahkan CEO agensi meminta untuk bertemu pun tidak di izinkan. " Jelas Maito membuat Hana yang mendengarnya merasa kasihan


" Aku akan mencoba bertanya. " Ucap Hana dengan matap


" Tunggu Hana, Kau mungkin akan menjadi pelampiasan kemarahannya, Sebaiknya biarkan saja dia dulu, Mungkin setelah beberapa saat menenangkan diri dia akan mau bicara dengan kita. " Cegah Maito namun tak membuat Hana menyerah untuk menemuinya.


Kini Hana telah berada di sebelah Dean, Ia memanggil nama pria itu tiga kali dengan suara lembut namun tak membuat Dean bergeming.


" Hey.. Musasi San, Jangan melamun seperti itu, Nanti kerasukan tau rasa loh. " Seru Hana yang tiba-tiba muncul di hadapan Dean.


Pria itu mulai melirikan matanya kepada Hana namun dengan ekspresi yang datar, Hana tersenyum kemudian memperlihatkan trik sulapnya yang dulu di perlihatkan pada anak-anak panti, Siapa sangka trik sulap itu berhasil membuat Dean bereaksi walau hanya sebentar.


Setelah Hana memperlihatkan trik sulapnya, Ia ikut menjatuhkan tubuhnya di sebelah Dean masih dengan senyum yang ramah.


" Mau jalan-jalan denganku, Aku punya tempat yang menarik di mana tidak ada orang-orang yang dapat menemukanmu. " Ucap Hana terdengar begitu antusias.


                             *


Setelah mencoba segala cara akhirnya Dean menyetujui ajakan pergi ke suatu tempat itu bersama Hana, Maito mengizinkan keduanya untuk meninggalkan apartemen dengan membantu keduanya lolos dari kejaran paparazzi, Ketika keduanya berhasil kabur menggunakan sebuah mobil milik staf apartemen, Hana mulai memberitahu Maito untuk menurunkannya di stasiun kereta api.


Setibanya di stasiun terdekat, Hana yang telah melepas pakaian pengatar makanannya kembali menjadi Hana yang sebelumnya, Sementara itu Dean di dandani seperti seorang pria cupu dengan kacamata cembung dan wig cepak sehingga membuatnya sulit di kenali.


" Hana, Aku percayakan Dean padamu. " Sahut Maito dan di balas anggukan mantap oleh gadis itu.


Setelah Maito pergi, Hana segera mengajak Dean untuk memasuki stasiun, Awalnya Dean ragu dan menolak namun gadis itu tetap memaksanya dengan menarik lengannya. Setelah berada di dalam, Hana memesan tiket menuju daerah Ueno.


Sepanjang perjalanan Dean tampak tidak nyaman dengan suasana kereta yang begitu ramai, Terlebih lagi saat orang-orang memperhatikan mereka dengan tatapan heran, Melihat Dean yang seperti itu Hana segera menarik wajahnya agar melihat keluar jendela, Dengan begitu Dean tidak perlu risih lagi melihat pandangan aneh dari penumpang lain.


Setelah melakukan perjalan yang cukup melelahkan, Kini Hana dan Dean tiba di Ueno dan langsung menuju taman besar yang ada di daerah tersebut, Di sana suasananya begitu damai dan tenang Tak ada paparazi atau bahkan orang-orang yang membuat Dean sesak.


Hana menjatuhkan tubuhnya di atas rumput sambil menepuk tempat kosong di sebelahnya untuk Dean segera duduk, Pria itu terlihat menolak namun perlahan tapi pasti ikut menjatuhkan tubuhnya.


" Aku akan beli es krim dulu, Kamu duduk di sini sebentar " Hana beranjak dari tempatnya dan segera menujun penjual es krim yang berada tak jauh dari tempat mereka duduk.


" Jangan pergi, " Tahan Dean membuat Hana berbalik melihatnya.


" Kenapa? " Tanya Hana kembali merunduk dan menatapnya penuh perhatian.



" Kau tidak perlu kemana-mana, Cukup di sini saja. " Balas Dean mengalihkan pandangannya kearah lain


Hana kembali duduk di sebelah Dean begitu pria itu menyuruhnya untuk tetap tinggal, Tak mau membuat Dean merasa bosan Hana kembali memainkan trik sulap lain dan lagi-lagi berhasil menarik perhatian pria itu.


" Kau ini sebenarnya siapa? Kenapa setiap aku melihatmu kau selalu bahagia ? Apa kau tidak pernah punya masalah? " Tanya Dean tiba-tiba membuat suasana mendadak jadi serius.


Hana menatap koin perak yang ada di tangannya dengan tatapan nanar, Ia mendesah pelan kemudian menyunggingkan senyumnya.


Dean tersentuh mendengar penjelasan Hana yang tidak pernah terbesit sedikit pun di benaknya, Seroang gadis mungil yang ia lihat setiap hari bahagia ternyata memiliki sepuluh ribu kali lipat beban dari pada beban yang di alaminya saat ini.


" Kau Pasti ingin mengetahui yang sebenarnya soal berita itu kan.? " Tanya Dean tiba-tiba.


" Kalau kau tidak ingin memberitahunya ku rasa tidak apa-apa. "


" Berita itu benar, Sutradara itu memang melecehkanku, Dia mengaku sudah menyukaiku sejak aku debut menjadi artis, Dan saat itu agensiku menandatangani kontrak dengan mereka sehingga setelah aku melakukan beberapa pemotretan dia mengajakku makan malam di sebuah resto yang sangat privasi. " Dean menghentikan ucapannya sejenak, sementara Hana tampak mendengarnya dengan sangat teliti.


* Malam saat kejadian *


Sutradara Ohara tampak memberikan segelas wine kepada Dean yang sebelumnya sudah di berikan obat perangsang, Dean yang tidak tahu apa-apa segera meminumnya dengan pelan, Beberapa saat kemudian saat keduanya sedang menikmati hidangan yang ada, Dean mulai merasa gelisah dan tubuhnya terasa panas.


" Apa kau sudah mengalaminyanya? " Tanya sutradara Ohara.


" Kenapa ruangan ini tiba-tiba menjadi sangat panas? Bukannya Ac sudah menyalah dengan baik? " Dean mulai membuka jasnya dan beberapa kancing baju bagian atas karena merasa sangat panas.


Sutradara Ohara tiba-tiba bangkit dan beranjak mendekati Dean, Pria yang memiliki usia terpaut 15 tahun dengan Dean itu mendorong tubuh Dean ke lantai  dengan menatapnya tajam.


" Sutradara, Apa yang kau lakukan? " Tanya Dean keheranan dan berusaha untuk bangkit.


Efek dari obat itu sudah bekerja dengan baik sehingga membuat Dean semakin tersiksa, Bahkan ia tak bisa melawan lagi ketika sutradara berusaha membuka pakaian Dean lebih besar lagi, Ketika sutradara itu merobek pakaian Dean dengan paksa, Dengan kekuatan yang masih di miliknya pria itu langsung mendorong dan memukul kepala sutradara tersebut sampai meringis kesakitan.


~ Flashback Selesai ~


" Sejak saat itu aku merasa sangat jijik dengan diriku sendiri, Aku tidak menyangka kalau sutradara itu seorang Gay. "


" Aku mengerti bagaimana perasaanmu saat ini, Tapi bukankah bersembunyi seperti ini semakin membuatmu kesulitan nantinya? Dengan menolak di wawancarai atau mengadakan pers orang-orang semakin membuat berita yang tidak-tidak nantinya, Kau tidak ingin itu sampai terjadi kan.? "


Dering ponsel Hana tiba-tiba membuat percakapan yang tadinya serius jadi buyar seketika, Gadis itu menjawab panggilan dari Mimi sahabatnya dan berjalan beberapa langkah dari Dean.


" Hanaaaaaa..., Selamat ulang tahun, Maafkan aku yang tidak bisa kesana untuk menemanimu merayakannya, Tapi aku sudah mengirimkan hadiah untukmu, Ada hadiah dari Kyosuke juga. Aku yakin kau pasti menyukainya. " Seru Mimi di seberang sana


" Iya tidak apa-apa, Dengan ucapan saja aku sudah sangat senang, Terima kasih yah...,"


Setelah beberapa saat menelpon kini Hana kembali dan melirik Dean dengan senyum kecil.


" Selamat ulang tahun. " Ucap Dean sukses membuat Hana terkejut, Orang kedua yang mengucapkannya hari ini bukanlah Jun melainkan Dean.


" Kau mendengarnya yah? " Ucap Hana tersipu malu.


" Maaf aku tidak menyiapkan apa-apa untukmu."


" Dengan kembali seperti Dean Musasi yang ku kenal, Itu sudah menjadi hadiah untukku, Jangan berdiam diri lagi, Lakukan apa yang menurutmu benar, Oke."