Stay with me

Stay with me
Beautiful Woman



Setelah menyudahi makan siang mereka, Hana, Jun dan Dean baru saja keluar dari Cafe tersebut. Hana yang berada di tengah-tengah kedua pria tinggi itu terlihat begitu mungil, Sementara itu Dean dan Jun tampak saling tatap mata dengan wajah yang di tekuk serius.


" Aku tidak bisa membuat Jun terus cemburu pada Dean, Lagipula aku dan Dean tidak ada ada hubungan apa-apa, Tapi apa yang harus ku lakukan untuk membuatnya percaya? " Batin Hana mencoba memikirkan cara.


" Hana, hari ini aku sedang free bagaimana kalau aku melatihmu menjadi model yang baik? " Sahut Dean tiba-tiba.


" ***... " Belum sempat Hana menjawab ajakan Dean, Jun sudah menjawabnya dengan mengatakan bahwa Hana akan pergi bersamanya.


" Bukannya kamu ada meeting hari ini? " Tanya Hana menatapnya heran.


" Aku bisa menundanya, Aku kan seorang CEO sekarang, aku bisa melakukan apapun yang ku mau. " Jawabnya enteng.


" Dia bisa ikut bersama kita " Lanjut Dean.


" Tentu saja aku ikut, Tanpa se izin darimu pun aku akan tetap ikut. " Komentar Jun cepat.


Ketiganya segera menuju studio Dean yang berada tak jauh dari gedung JM. Setibanya di sana, Jun tampak memperhatikan seisi tempat studio Dean yang di dalamnya terdapat berbagai stuff pria itu, mulai dari banner, poster hingga lilin aroma terapi yang bergambar Dean.


Kehidupan seorang Aktor sepertinya tentu tidak jauh dari benda berbau iklan seperti itu, Hingga Jun mulai menganggap bahwa dirinya juga bisa seperti Dean, Bahkan ia menganggap ketampanannya jauh di atas Dean yang seorang Aktor itu.


Tiba di sebuah ruangan yang menyimpan berbagai peralatan pemotretan, Dean meminta Hana untuk membaca sebuah buku panduan untuk menjadi seorang model yang baik, Selagi Hana membaca, Dean segera menyiapkan minuman untuk kedua tamunya itu, Saat melewati Jun keduanya sempat saling menatap sinis hingga Dean berlalu meninggalkan ruangan itu.


" Apa bagusnya menjadi seroang Aktor, Di tuntut ini itu bahkan berpenampilan palsu di layar kaca cihh tidak mencintai diri sendiri. " Gerutu Jun sempat membuat Hana meliriknya datar.


Kembalinya Dean dengan dua cangkir teh membuat Jun menatapnya dengan teliti, Jun memperhatikan Dean yang memberikan secangkir teh untuk Hana di barengi senyum yang menurut Jun sangat jelek.


" Ini untukmu " Dean meletakkan cangkir untuk Jun dengan malas kemudian berbalik menatap Hana yang kembali sibuk membaca panduan buku.


" Ehemm..., Bisa kita bicara sebentar " Sahut Jun kepada Dean.


" Bicara saja. " Dean hanya melirik Jun saat pria itu bicara di awal dan kembali mengalihkan pandangannya.


" Bukan di sini, Aku hanya ingin kita bicara berdua. " Lanjut Jun terdengar serius


Dean meminta Hana untuk melanjutkan bacaannya selagi ia dan Jun berbicara, Ketika dua pria itu meninggalkannya Hana sempat merasa cemas karena sikap Jun yang seperti tidak bersahabat saat ini.


Jun menghentikan langkahnya ketika ia merasa sudah cukup jauh dari Hana, Pria itu berbalik menatap Dean yang memandangnya datar, Lantas memberikan kode untuk Jun memulai pembicaraan antar dua pria itu.


" Katakan padaku, Apa kau juga menyukai Hana? " Lontar Jun tanpa basa-basi.


Dean menghela nafas panjang dengan bersikap santai mendengar pertanyaan Jun barusan, Kemudian gerlingan matanya menandakan keseriusan menatap Jun.


" Kalau iya memangnya kenapa? Semua orang berhak menyukai siapa saja kan? " Balas Dean seketika mengundang emosi Jun.


" Ku peringatkan untuk yang terkahir, Jangan macam-macam denganku, Hana sudah menjadi milikku dan aku tidak akan menyerahkannya pada siapa pun. " Ungkap Jun dengan menunjuk wajah Dean penuh ancaman.


Jun tak ingin masalah menjadi tambah besar sehingga ia memutuskan untuk meninggalkan tempat itu, Jun menarik tangan Hana dengan cepat tanpa membalas pertanyaan Hana yang kebingungan.


" Dean aku pergi dulu, Maafkan aku soal bukunya, Aku akan mengembalikannya nanti. " Sahut Hana ketika ia melewati Dean.


            


                            *


Hari ini Hana akan melangsungkan debutnya menjadi seorang model, Perlengkapan pemotretan sudah terpasang dengan baik dan semua crew sudah stand by di tempatnya masing-masing, Kini tiba giliran Hana memasuki studio dengan di temani langsung oleh Tzuyu dan Presdir Agensi.


Siang ini Hana akan melangsungkan pemotretan dress dari desiner terkenal yang baru saja kembali dari Paris, Desiner itu langsung menunjuk Hana untuk mengiklankan pakaiannya, Ia bisa saja menunjuk model lain yang lebih profesional atau sudah terkenal di dunia hiburan, Hanya saja ketika Sang Desainer itu melihat foto Hana pada majalah Star ia langsung bekerja sama dengan H&M untuk iklan tersebut.


Adapun tema pemotretan kali ini ialah seorang Princess dari kerajaan Roma, Dengan mengenakan dress berwarna merah dan rambut yang di tata bak seorang Putri membuat Hana terlihat sangat cantik, Kecantikannya seakan bertambah saat ia mulai berpose dengan elegan di hadapan kamera.





" Sepertinya kita telah menemukan sosok Bintang yang akan menyaingi Rin Sakuragi " Decak Predir pada Tzuyu yang langsung di balas anggukan setuju.


Setelah beberapa saat, Pemotetan pun berakhir dan tiba giliran Hana untuk istirahat, gadis itu duduk di atas sebuah kursi yang di sediakan di studio sambil menyambar botol air kemudian membukanya dengan cepat dan meneguknya penuh semangat.


" Hana Chan " Sahut seseorang berhasil membuat Hana menoleh ke arahnya, ternyata Tzuyu yang baru saja memanggil Hana dengan sebutan honorifik yang membuat Hana tersenyum mendengarnya.


" Tzuyu San, " Ucap Hana yang beranjak dan membungkuk menyapa wanita yang lebih tua darinya itu.


" Bisa ikut aku sebentar " Ajak Tzuyu dan langsung di balas anggukan mantap dari Hana.


Kedua wanita itu segera menuju sebuah ruangan yang berada di lantai tiga, Di sana sudah ada Presdir Agensi dan seorang wanita yang berusia sekitar 40 tahun yang masih terlihat sangat cantik dan mepesona.


" Silahkan duduk, " Seru Presdir mempersilahkan kedua wanita yang baru saja masuk di ruangannya itu.


" Hana, Perkenalkan ini adalah desiner yang menunjukmu langsung untuk menjadi model pakaiannya. " Lanjutnya sambil melirik ke arah wanita itu.


" Perkenalkan namaku Sana Arizawa, Kau bisa memanggilku Sana saja. " Lontar wanita cantik itu.


" Saya, Hana Yui senang berkenalan dengan anda Sana San. " Balas Hana cukup grogi



" Ternyata kau lebih cantik di lihat langsung dari pada di foto, Aku senang bisa memilihmu menjadi modelku " Lanjutnya berhasil membuat Hana merasa malu.


" Berkat bantuan Sana San ini, besar kemungkinan kau akan dapat di perhatikan oleh publik sehingga kau bisa terkenal dengan cepat. " Sahut Presdir.


" Anda bisa saja Nakamoto San, Walaupun tidak memakai brand ku Hana akan tetap bersinar nantinya, Melihat Hana yang sekarang mengingatkanku pada Rin, Sebelum terkenal dulu dia sudah memiliki aura model sama seperti Hana. "


Hana hanya dapat tersenyum malu dengan wajah yang sudah bagaikan udang rebus, Di sama-sama kan dengan Rin Sakuragi Artis terkenal JM membuat Hana penasaran untuk melihat langsung wanita itu, Selama bekerja di JM dia tidak pernah melihat rupa asli Rin Sakuragi, Dia hanya dapat melihat bannernya saja di mana hanya melihat banner sudah membuat Hana berdecak kagum dengan kecantikannya, bagaimana mungkin Sana San menyamakannya dengan wanita yang cantik seperti Dewi itu.