
Jun tampak sangat kesal bahkan setelah keduanya meninggalkan studio, Hana menatapnya dengan sayu kemudian meraih tangan Jun dan menggenggamnya dengan erat. Pria itu menoleh ke arah gadis yang kini menampilkan senyuman manisnya, Emosi yang tadinya meluap kini berkurang setelah melihat senyuman itu.
" Terima kasih karena sudah datang menolongku, Tapi tolong jangan pernah menggunakan uang untuk menyelesaikan suatu masalah, Dan juga jangan terlalu emosian, Jujur aku tersentuh saat kau datang seperti itu. "
" Kau bekerja sebagai pelayan? Apa itu yang membuatmu senang bisa bekerja di sana?, Bahkan perlakuan mereka padamu sudah melewati batas. "
" Jun, Kita tidak akan terbiasa kalau terus mencoba hal yang biasa kan? Kau serahkan saja padaku, Aku akan menyelesaikan masalah ini dengan meminta maaf pada Dean Musasi, Kau tidak perlu khawatir oke. "
Jun meraih tubuh mungil Hana kedalam pelukannya, Kemudian gadis itu membalasnya dengan senyuman yang merekah.
" Beritahu aku kalau mereka sampai menyakitimu lebih dari itu. " Ucap Jun mendekap Hana begitu erat.
" Baiklah. " Jawabnya mantap.
*
Karena kesalahan yang telah di perbuatnya, Hana merasa harus meminta maaf dan langsung menemui Dean untuk meminta maaf dengan benar, Saat gadis itu tiba di rumah sakit, dua Bodyguard yang menjaga di depan pintu kamar sempat menghalang Hana untuk masuk, Beruntung manager Dean keluar saat itu dan kebetulan ia mengenal wajah Hana.
" Kenapa kau ada di sini ?, " Tanya Manager Dean yang bernama Maito.
" Begini, Aku ingin minta maaf pada Musasi san karena sudah membuatnya sakit, Izinkan aku menemuinya sebentar. " Pinta Hana dengan sangat.
" Tunggu di sini, Aku akan memberitahu Dean dulu. " Jawabnya langsung di balas anggukan mantap dari Hana.
Beberapa saat kemudian manager Dean yang bernama Maito keluar dan mempersilakan Hana untuk masuk ke dalam, Saat Hana membuka pintu ia langusng dapat melihat pria itu tengah berbaring di atas tempat tidur.
" Musasi san, Maafkan aku karena sudah memberikan kopi kadaluarsa kepadamu, Aku sungguh menyesal, Sebagai gantinya aku mau melakukan apapun untuk membalas kecerobohanku ini. " Ucap Hana sambil merunduk di hadapan Dean.
" Kau serius ingin melakukan apapun?, " Lontar Dean membuat Hana mendongak meliriknya.
" Benar, Aku akan melakukannya. " Lanjut Hana kemudian.
" Kalau begitu pergi dan jangan pernah muncul di hadapanku lagi. " Sahut Dean sukses menbuat Hana kebingungan.
" Apa itu artinya aku harus berhenti bekerja juga?, "
" Tentu saja, Apa lagi? Aku tidak ingin satu ruangan dengan orang yang berniat membunuhku. "
" Tapi aku benar-benar tidak sengaja melakukannya. "
" Sudahlah, Kalau kau tidak mau berhenti dari pekerjaan itu, Tidak ada cara lain selain bertemu di pengadilan. "
" Apa?? ."
" Aku bisa menuntutmu karena sudah berniat meracuniku, Dan kau tau apa yang akan terjadi setelah itu? Semua fansku akan mengucilkan orang sepertimu Bukannya itu akan membuat hidupmu semakin sulit dari pada harus kehilangan pekerjaan sebagai pesuruh. "
Hana mencoba untuk sabar menghadapi pria yang sudah di capnya sebagai pria menjengkelkan, Gadis itu mencoba untuk berdiri tegap dan menatap lurus ke arah Dean.
" Baik. Kalau kau ingin aku keluar, Aku akan keluar dari pekerjaan itu. " Sentak Hana bergegas meninggalkan kamar Dean.
" Wanita yang agresif, Tidak jarang kalau dia menguntitku sampai sejauh ini, " Ucap Dean sambil merebahkan tubuhnya.
Tak lama setelah itu Maito masuk dan menanyakan apa yang terjadi barusan, Dean menjawab seadanya namun tiba-tiba membuat Maito kaget dan langsung melihatkan sesuatu kepada Dean.
" Jadi dia bukan haters yang selama ini menguntitku.? " Tanya Dean dengan wajah bimbangnya.
" Sepertinya gadis tadi hanyalah korban, Apa sebaiknya aku memanggilnya kembali.? " Tanya Maito lagi.
" Jangan, Aku punya ide untuk itu. "
*
Hana kembali ke perusahaan dengan wajah sendunya, Kebetulan Ryota yang melihatnya saat itu segera menghampirinya dan menanyakan soal kejadian yang sudah tersebar seantero kantor, Untungnya masalah ini belum sampai terdengar oleh media massa, Jika sampai terjadi maka Hana akan viral di kalangan fans Dean.
Setelah Ryota dan Hana berada di atap gedung, Hana mulai menceritakan apa yang terjadi hari ini hingga saat dirinya pergi menemui Dean.
" Aku harus bagaimana ? Ini hari pertamaku bekerja tapi aku sudah harus keluar. " Keluh Hana yang mulai terlihat menahan tangisnya.
" Kau jangan khawatir, Dean baru saja menelpon atasan kalau dia ingin bertemu denganmu sekali lagi. "
" Kenapa dia melakukan itu? Dia sendiri yang memintaku untuk keluar atau membawaku ke pengadilan, Kenapa dunia ini menjadi sangat kejam untukku. "
" Dunia memang kejam maka dari itu kau harus tegar melaluinya, Ini kesempatan keduamu untuk tetap bekerja di sini, Kau harus menemui Dean sepecaptnya agar masalah ini tidak melebar. "
"Aku senang di perusahaan ini setidaknya ada kamu yang bisa mendengarkanku. "
" Itulah gunanya teman, Oiya aku masih ada pekerjaan lain, Kalau kau ingin pulang silahkan saja. "
Hana hanya menangguk pelan setelah itu melihat kepergian Ryota dengan tatapan nanar, Pandangannya kembali teralih pada langit biru yang sangat cerah.
" Hana kau pasti bisa. " Gumamnya mencoba untuk menyemangati diri sendiri.
*
Katakura terlihat memperhatikan Jun yang tengah melamunkan sesuatu, Bagaimana tidak, beberapa menit sekali pria itu terus menerus menghela nafas dan merubah posisi duduknya dengan berbagai gaya yang membuatnya menjadi serba salah.
" Kau kenapa hah? Sejak tadi menghela nafas seperti itu. "
" Aku ingin membantu Hana, Tapi posisiku sekarang tidak bisa melakukan apa-apa. "
" Ada apa dengan Hana? "
" Dia bekerja sebagai pesuruh di JM Entertainment, Dan saat aku kesana dia kena marah dari sutradaranya karena di tuduh memberikan minuman kadaluarsa pada salah satu modelnya, Tapi aku percaya kalau Hana tidak mungkin melakukan hal itu, Dia gadis yang baik hati mana mungkin meracuni orang semudah itu. "
" Aku mengerti kau khawatir dengan Hana, Tapi kau tau sendiri kalau dia sudah tidak ingin di bantu olehmu. "
" Padahal aku bisa memberikan pekerjaan yang layak denan gaji yang banyak untuknya, Tapi dia lebih memilih untuk bekerja seperti itu. "
" Kau bisa membantunya. "
" Bagaimana caranya?. "
" Terima tawaran ayahmu untuk mengambil alih Dream corp sepenuhnya, Dengan kekuasaan yang besar kau bisa menaklukan JM Entertainment sekali pun, Ku dengar-dengar Dream Corp baru saja memberikan suntikan dana untuk JM sebagai tanam usaha walaupun hanya 20%, Tapi kalau kau sudah memegang Dream Corp upaya untuk menguasai JM akan sepenuhnya jatuh di tanganmu, Kau bahkan bisa mempekerjakan Hana di sana dengan pekerjaan yang jauh lebih baik. "
Apa yang di katakan Katakura ada benarnya juga, Tapi untuk saat ini Jun benar-benar tidak memikirkan akan mengambil alih Dream corp dan menjadi CEO perusahaan besar itu, Ia tahu dengan penghasilan Dreamland memang tidak cukup untuk membeli saham JM Entertainment harus dibutuhkan kekuatan yang besar seperti Dream Corp contohnya.