
Jun yang telah kembali dengan membawa dua botol air di tangannya seketika melongo sambil melirik kesana kemari mencari keberadaan Hana dan Tachi, Keduanya tak ada di tempat mereka berpisah sebelumnya sehingga membuat Jun terpkasa mencari mereka berdua di banyaknya para pengunjung yang datang saat itu.
Melihat ada keributan yang terjadi di tempat yang tak jauh dari Jun berdiri membuat pria itu segera menuju kesana, Dan benar saja, Tampak Hana dan Tachi yang terlihat kena marah pada salah satu pengunjung, Jun tidak tahu betul apa penyebabnya namum saat wanita bertubuh besar itu hampir melayangkan tamparan pada Hana dengan cepat Jun menangkis tangannya dan menatap wanita itu dengan tajam.
" Jangan berani-berani melukainya, " Lontar Jun membuat seisi tempat di buat terpukau dengan kejantanannya.
Hana menatap pundak Jun yang berada di depanya dengan sayu, Sementara itu Jun kembali membuang tangan wanita itu dengan kuat sehingga membuatnya meringis kesakitan.
" Siapa kau seenaknya meneyentuhku, Apa kau tidak tahu kalau aku adalah istri dari pemilik tempat ini?, " Gertak wanita itu sehingga membuat orang-orang datang dan berkumpul menyaksikan mereka.
" Apa yang di lakukan wanita ini padamu? " Tanya Jun mulai menatap Hana dengan lembut
" Aku salah karena tidak menjaga Tachi dengan baik, Tachi dan anak nyonya itu sempat berebutan mainan yang di miliki anak itu, Aku datang untuk meminta maaf tapi dia tidak mendengarkanku. " Jawab Hana sambil memeluk Tachi yang sedang menangis.
Jun menatap Tachi sembari merunduk dan mulai mengusap kepalanya.
" Kau ini laki-laki, Jangan menangis seperti ini. Kalau kau salah minta maaflah jangan membuat Kakakmu sampai di perlakukan seperti ini. " Ucap Jun berhasil membuat Tachi mengentikan tangisnya.
" Aku tidak terima yah, Anak kumuh itu sudah membuat makanan anakku rusak, Aku ingin kalian mengganti rugi mainan ini. " Sahut wanita tadi semakin menjadi-jadi.
Jun kemudian bangkit dan melirik wanita itu serta mainan yang di pegang putranya, Mainan robot-robot murah yang bahkan bisa di beli Jun berapa pun dia inginkan, Melihat wanita yang di hadapannya ini tengah menipu dengan mengatakan bahwa dia adalah istri pemilik tempat seketika membuat Jun tersenyum tipis.
" Berapa harga mainan itu? " Tanya Jun terdengar dingin.
" 10 juta yen, Aku ingin uangnya sekarang. " Pinta Wanita itu dengan tegas.
Jun mengeluarkan ponselnya kemudian mencoba menghubungi seseorang, Jun tampak meminta seseorang yang di teleponnya untuk segera datang ke tempat kejadian. Tak lama setelah itu seorang pria dengan stelan jas hitam di padukan coat berwarna coklat tua menghampiri mereka dan langsung menyambut Jun dengan membungkukan badan tanda menghormati pria itu.
" Apa dia istri anda,? " Tanya Jun menunjuk wanita yang sebelumnya mengaku istri pemilik tempat.
" Maaf Misugi san dia bukan istri saya, Kalau boleh saya tahu sebenarnya ada apa sampai anda memanggil saya kemari?, " Tanya pria tadi yang tak lain adalah pemilik Sapporo Snow Festival.
" Dia mengaku sebagai istrimu dan meminta ganti rugi pada gadis ini karena mainan murahan yang sebelumnya sudah rusak, Dia mengada-ada kalau mainan itu rusak akibat anak ini" Lanjut Jun.
Alhasil wanita tadi merasa malu karena ketahuan berbohong, Tanpa meminta maaf Ia pun mengajak anaknya pergi dari tempat itu dengan sorakan dari pengunjung lain. Kalau bukan karena Hana menyuruh Jun untuk membiarkan wanita itu pergi, Mungkin Jun sudah mempermalukannya lebih dari itu.
Setelah semua kembali membaik, Pemilik Tempat mempersilahkan Jun untuk datang ke Resortnya beserta anak-anak panti untuk menikmati makan malam bersama, Jun berkata akan segera kesana jika mereka sudah puas menikmati tempat tersebut.
*
Keindahan kota Sapporo memang sangat menakjubkan jika di lihat di malam hari, Semua pahatan es yang di saksikan tadi tampak menyalah dengan warna warni yang menarik perhatian setiap orang yang melihatnya, Setelah selesai makan malam bersama di Resort pemilik tempat, Tachi menarik Jun menjauh dari yang lain kemudian menyuruhnya untuk merunduk agar bisa menyamkan tinggi mereka.
" Aku sudah mengizinkanmu dekat dengan Hana-Oneechan, Jaga dia untukku dan jangan sampai membuatnya sakit hati, Kalau itu sampai terjadi kau akan tahu akibatnya. " Ancam Tachi setelah itu pergi meninggalkan Jun dengan wajah herannya.
" Dasar anak kecil, Tanpa kau izinkan pun aku akan tetap mendekatinya. "
Sebelum pulang, Semuanya kembali menyaksikan beberapa pahatan es dan mengambil gambar sebagai kenang-kenangan, Dengan memberanikan diri Jun menarik tangan Hana menjauh dari mereka untuk mengatakan sesuatu.
" Ini Indah sekali, " Decak Hana kagum.
Suasana malam itu terasa jauh lebih romantis dari sebelumnya, Alunan musik yang merdu di sertai lampu tumblr yang menyalah satu persatu membuat Hana melirik bergantian lampu yang menyalah tersebut, Di belakangnya kini sudah ada Jun yang siap untuk menyatakan perasaanya.
" Hana, " Panggilnya membuat gadis itu menoleh.
" Mungkin ini yang terakhir, Aku benar-benar mencintaimu dengan tulus, Bahkan sebelum kecelakaan itu terjadi aku sudah menyukaimu terlebih dulu, Asal kau tahu kamu satu-satunya wanita yang berhasil mencuri hatiku, Berada di dekatmu membuatku sangat bahagia dan kumohon kali ini saja, Pacaranlah denganku ? " Ucap Jun penuh keberanian.
Hana menatap bola mata Jun yang tampak berbinar, Tak ada keraguan di sana dan melihat pria itu yang tidak mau menyerah akhirnya membuat Hana luluh, Gadis itu mendekat ke arah Jun dan menatap wajah Jun lekat-lekat, Tinggi badan yang cukup jauh berbeda tidak membuat Hana kesusahan untuk menikmati wajah tampan pria itu.
" Aku mau, Aku mau kita pacaran." Jawab Hana spontan membuat Jun tak bisa berkata-kata lagi.
Tanpa sadar Jun sudah mendaratkan bibirnya ke bibir Hana, Gadis itu tampak terkejut dengan mata yang membelalak kaget, Alih-alih mendorong Jun karena kaget gadis itu malah membalas ciuman Jun dengan merangkulkan lengannya ke leher Jun.
Malam itu juga mereka kembali ke Furano, Hana dan Jun yang sudah resmi pacaran memilih duduk di kursi paling belakang, Tanpa ragu Jun meraih tangan Hana dan menggenggamnya erat, Lambat laun Hana mulai merasa ngantuk dan dengan sentuhan lembut Jun menyuruhnya untuk merebahkan kepalanya di pundak, Hana tersenyum kecil melirik Jun sebelum akhirnya merebahkan kepalanya di pundak Jun.
Di barisan paling depan tampak Tachi mengawasi mereka dengan tatapan tajam bak elang yang Siap menerkam, Jun yang menyadarinya tersenyum ke arah anak itu dengan memberikan jempol, Tachi langsung menoleh kala Jun memberinya jempol, Di sisi lain ia terlihat senang akhirnya Hana menemukan seorang pria yang bisa menjaganya seperti Kaji dulu.
*
Keesokan paginya, Jun harus kembali ke Tokyo karena urusan bisnis, Sebelum meninggalkan Furano, Pria itu telah memesan beberapa permainan kualitas terbaik untuk anak-anak di panti, Terutama untuk Tachi, Jun memberikan sebuah mainan yang begitu di sukai oleh Tachi saat pertama melihatnya.
Semua anak-anak beserta ibu panti mengucap terima kasih banyak atas hadiah yang telah Jun berikan, Begitu taxi datang Tachi berlari menghampiri Jun kemudian menyuruhnya untuk merunduk.
" Selamat yah dan juga terima kasih atas hadiahnya. " Bisik anak itu sukses membuat Jun tersenyum simpul.
" Belajar yang baik, Kalau kau bisa mendapat peringkat satu aku akan mengundangmu bermain di taman hiburan yang besar, " Ucap Jun mengusap lembut rambut Tachi.
" Benarkah? Kau sudah berjanji maka aku akan mendapat peringkat satu. " Lanjutnya sunguh-sungguh.
Jun mengangguk mantap kemudian beranjak memasuki Taxi, Hana yang telah pamit pada ibu panti segera menyusul Jun dan mengucapkan salam perpisahan pada mereka semua.
Semua anak-anak tampak melambaikan tangan pada taxi yang sudah melaju meninggalkan halaman, Tampak Tachi yang berdiri di barisan paling dengan mulai berteriak.
" AKU AKAN MENDAPAT PERINGKAT SATU, KAU HARUS MEMENUHI JANJIMU JUUUUUNNN...... ONIIICHAAAANNN. " Teriak Tachi yang akhirnya memanggil Jun dengan sebutan kakak.