
Gadis itu terlihat memasuki sebuah gedung besar bertuliskan H&MEntertainment, dengan penuh percaya diri ia bertanya pada salah satu reception untuk memberitahu bahwa dirinya sudah membuat janji dengan salah seorang yang bekerja di tempat itu, Kemudian Hana di beritahu untuk segera menuju ruangannya yang berada di lantai 4 dengan ruangan yang bertuliskan Produser Eksekutif.
Tanpa basa-basi lagi, Hana segera menuju ruangan itu, setelah semalaman memikirkannya akhirnya Hana memutuskan untuk menerima tawaran produser itu untuk bergabung dalam event tersebut, ia berharap dengan mengikutinya dapat membuat Hana semkin berkembang di dunia permodelan sehinga dirinya dapat dengan layak bersanding di sisi Jun.
Hana mulai mengetuk pintu ruangan tersebut dengan hati-hati, Kemudian pintu terbuka dan memuncul seseorang yang tak asing bagi Hana, Dia adalah produser yang kemarin menawarkannya menjadi seorang model.
" Silahkan masuk " Tzuyu mempersilahkan Hana untuk duduk berhadapan dengannya.
" Jadi, Kau sudah memutuskan untuk join dengan event itu? " Tanya Tzuyu.
" Saya bersedia, Tapi saya tidak yakin bisa sebagus harapanmu. "
" Jangan khawatir, Aku akan bertangung jawab sepenuhnya untukmu, bagaimana kalau sekarang kita ke studio untuk mengetes kemampuan modeling mu. "
Hana dan Tzuyu segera menuju ruang studio yang berada di lantai 2, suasana seperti ini tentu sudah tidak asing bagi Hana, Ada baiknya juga dia pernah bekerja di JM Entertainment. Setibanya di ruang studio, Tzuyu meminta beberapa styles untuk mendandani Hana terbelih dulu.
Setelah beberapa saat kemudian, Hana kembali dengan dandanan yang terkesan elegan dan manis secara bersamaan, Tzuyu bahkan sampai kagum melihat gadis itu yang kini telah bersiap-siap mengambil gambar pertamanya, sebenarnya bukan pertama karena sebelumnya Hana pernah menjadi model pendukung di brand kosmetik waktu itu.
Hanya dengan beberapa kali mengambil gambar, Semua orang termasuk Tzuyu takjub melihat kepiawaian Hana saat berpose di depan kamera, Bahkan dengan Hana yang saat ini sepertinya tidak membutuhkan kelas modeling lagi.
" Kau benar-benar berbakat menjadi seorang model. " Puji Tzuyu sukses membuat Hana merona karena malu.
Setelah mengakhiri percobaan barusan, Tzuyu mengajak Hana menemui CEO H&M Entertainment untuk mendaftarkan Hana sebagai salah satu model di event itu, Setelah di pertemukan dengan CEO agensi tampaknya pemilik dari dunia hiburan itu sudah menyukai paras Hana yang anggun, Dia menanyakan apakah Hana pernah masuk ke agensi lain sebelumnya dan Hana menjawab tidak, Tapi dia berkata bahwa dirinya pernah bekerja di JM Entertainment dan itu membuat keduanya terkejut.
" Untuk seminggu ini kau ikut pelatihan sebelum pemotretan berlangsung oke, Tzuyu akan membantumu kalau kau membutuhkan sesuatu. " Ucap CEO yang bernama Nakamoto Yuta.
" Baik, Mohon bantuannya. " Hana menunduk hormat pada keduanya diiringi dengan senyum yang merekah di bibirnya.
*
Gadis itu terlihat tengah menunggu kedatangan seseorang di depan sebuah gedung besar yang bertuliskan Dream Corporation yang terpampang jelas di sana, Delapan puluh sembilan menit menunggu di bawah sana akhirnya yang di tunggu datang juga, Pria tinggi yang mengenakan suit berwarna hitam dengan senyum manis menghampiri Hana yang ikut membalas dengan senyuman yang tak kalah manisnya.
" Kenapa tidak langsung masuk saja? " Tanya Jun sambil mengusap kepala Hana dengan lembut.
" Aku sengaja ingin mengajakmu makan siang, Hari ini biar aku yang traktir. " Balasnya terlihat begitu kegirangan.
" Dalam rangka apa.? "
" Hari ini aku mengikuti event di H&M Entertainment, Kalau aku bisa menarik perhatian CEO nya, aku bisa menjadi salah satu dari mereka, Aku sudah memutuskan akan menjadi model yang terkenal dengan begitu aku bisa membuktikan pada presdir kalau aku juga layak untukmu. " Jelas Hana seketika membuat Jun tersentuh dengan upayanya itu.
" Kau ingin makan apa? " Tanya Hana sambil berjalan merangkul tangan Jun.
" Apa saja yang membuatku kenyang. "
Keduanya memutuskan untuk makan siang di sebuah kedai ramen yang berada tak jauh dari kantor, Mereka memilih duduk di tempat yang berhadapan dengan kokinya langsung, Hana memesan dua mangkuk ramen katsu ukuran jumbo dengan Teh Oolong sebagai pelengkap makan siang mereka.
Jun terpaku saat wanita pramusaji baru saja menyodorkan mereka dua gelas teh Oolong, Keduanya saling menatap satu sama lain dengan wajah kebingungan, Hana ikut bingung melihat mereka hanya saling tatap namun tidak melontarkan apa-apa.
Baru saja Jun hendak mengatakan sesuatu, Seseorang yang baru saja datang membuat mereka semua berbalik dan menatap pria yang tengah mematung di ambang pintu kedai, Jun ingat kalau wanita yang menjadi pramusaji saat ini adalah wanita yang semalam di perkenalkan kakaknya sebagai calon istrinya.
" Jun, Apa yang kau lakukan di sini? " Tanya Rey yang kembali melangkah mendekati mereka.
" Apa ayah mengetahui tentang hal ini? " Sahut Jun mengalihkan topik sehingga membuat wajah Rey kembali berubah.
" Ayah belum tahu, Dan aku tidak mau kalau sampai dia tahu tentang identitas Himeka yang sebenarnya, Yang dia tahu Himeka adalah anak seorang pengusaha. "
Jun terlihat memikirkan sesuatu, Ia tak menyangka nasib kakaknya dan dirinya hampir sama, Yang membedakan hanyalah identitas Himeka yang belum di ketahui oleh beliau.
" Kau jangan khawatir, Aku tidak akan memberitahu Ayah soal ini, Kau harus hati-hati jangan sampai dia tahu. " Lanjut Jun kemudian.
Ramen pesanan Hana dan Jun telah jadi dan langsung di sunguhkan di hadapan mereka, Karena kedatangan Rey barusan suasana yang awalnya tenang menjadi canggung, Pria yanh sebagai kakak tiri Jun itu ikut makan siang dengan mereka bertiga, Hana sendiri terlihat kikuk sampai merasa udara di sekitar dirinya hanya sedikit.
Setelah mereka menyudahi makan siang bersama yang begitu canggung, Hana dan Jun pamit undur diri lebih awal karena ingin memberikan waktu untuk Rey bersama calon istrinya itu untuk berbincang-bincang sebelum jam makan siang habis.
Sepanjang jalan menuju kantor, Hana melirik Jun yang sejak tadi terdiam tanpa kata, Wajahnya pun begitu serius seolah-olah tengah memikirkan sesuatu yang begitu rumit, Dengan cepat Hana meraih lengan Jun dan berjalan beriringan bersama dengan ceria agar Jun dapat tertular dengan keceriaan Hana itu.
" Sudahlah jangan memikirkan sesuatu yang bukan urusanmu, Mereka punya kehidupan pribadi yang bisa mereka atasi sendiri, Kau tidak perlu mencemaskan mereka " Lontar Hana yang sejak tadi sudah menduga kecemasan Jun tentang hubungan kakaknya itu.
" Aku hanya berpikir bagaimana reaksi ayahku nanti kalau dia sampai tahu akan hal ini. "
" Himeka San mungkin bukan orang kaya seperti kalian, Tapi ku lihat dia seperti diriku yang juga berusaha tetap berada di sisi orang yang di cintai, Aku berharap mereka bisa secepatnya menikah dan hidup bahagia selamanya. "
" Bagaimana dengan kita? " Tanya Jun tiba-tiba.
" Kita juga jangan menyerah, Aku akan mendapat restu beliau dulu, Baru aku akan menerima lamaranmu waktu itu. " Hana berjalan meninggalkan Jun dengan senyuman malu-malu sehingga membuat pria itu bergeming dengan cepat.
" Kau serius ingin menerima lamaranku kalau kita sudah dapat restu? " Sahut Jun mencoba meyakinkan dirinya.
" Aku janji. " Mendengar hal itu Jun langsung meraih tubuh Hana ke dalam pelukannya dan mulai mencubit pipi chubby wanita itu dengan gemas.