Stay with me

Stay with me
Tachi VS Jun



Hana terbangun ketika mendengar suara ketukan pintu dari luar kamarnya, Ia mulai bangkit sambil menguncir rambutnya asal, Dengan langkah gontai yang di sertai menguap cukup panjang lantas membuatnya langsung membuka pintu.


Sosok Jun muncul begitu pintu terbuka, Hana yang terkejut dan tak ingin menampilkan wajah baru bangunnya segera berbalik membelakanginya. Jun yang kebingungan mencoba untuk melihatnya sambil bertanya.


" Jangan melihatku, Ada apa membangunkanku pagi-pagi?," Tanya Hana tetap dalam posisinya.


" Aku ingin memberitahumu untuk segera packing. "


" Packing? Untuk apa?."


" Untuk berangkat Ke Hokkaido. "


Hana berbalik menatap Jun, Seakan tak perduli lagi dengan bare face nya, Gadis itu kembali bertanya apakah yang di katakan Jun sungguhan atau hanya candaan saja.


" Kebetulan Aku akan bertemu dengan klien di sana,  Bagaimana kalau kau juga ikut denganku?. "


" Apa kau serius?. "


" Aku serius, Aku sudah memesan tiket untuk kita berdua, Dalam se-jam ku harap kau sudah selesai packing. "


" Baik, Aku akan segera packing. " Jawab Hana penuh semangat.


Tak menunggu waktu lama kini Hana telah siap dengan menarik koper berukuran sedang menuju pelataran rumah, Di luar, Jun telah menunggunya sejak tadi, Begitu Hana telah siap keduanya segera menuju bandara.


Sebenarnya tujuan Jun ke Hokkaido bukanlah untuk urusan bisnis melainkan untuk membahagiakan Hana sekaligus bertemu dengan ibu panti Hana untuk berterima kasih karena  telah membesarkan gadis yang ia cintai.


                            *


Hokkaido terkenal dengan musim saljunya yang datang lebih awal dan berakhir paling lama, Beberapa tempat di Hokkaido seperti Furano dan Sapporo tak kalah populer dengan Shibuya maupun Asakusa, Sejak kecil Hana yang tumbuh besar di Kota tersebut merasa sangat bersahabat dengan winter kali ini, Beda halnya dengan Jun yang sejak mereka tiba pria itu terlihat mengigil walaupun sudah memakai pakaian yang tebal.


Keduanya tiba di Furano dan langsung di sambut meriah oleh anak-anak panti, Ibu panti atau yang biasa di panggil Naori San sangat menyayangi Hana terbukti ketika Hana tiba ia memeluk serta mencium Hana dengan kasih sayang, Tak heran jika gadis itu juga sangat menyayangi Naori San.


Jun menatap panti asuhan itu dengan sendu, Setiap sisi dan juga bangunan sudah menua di makan usia, Bahkan fasiltas di sana tidak begitu memadai, Di samping itu ke-10 anak panti terlihat sangat senang walaupun hanya bermain mainan bekas yang mungkin di dapatnya dari sumbangsih warga.


Miris, berbeda halnya dengan Jun yang tumbuh di keluarga kaya Raya hidup serba berkecukupan tidak seperti mereka yang jauh dari kata layak untuk bahagia, Naori San menyodorkan secangkir teh pada Jun seraya memperkenalkan diri.


" Namaku Naori Yui, Seperti yang kamu lihat aku adalah ibu panti yang membesarkan mereka, Dan Hana adalah anak asuh pertamaku sebeleum akhirnya aku memutuskan untuk membuka yayasan ini. "


" Namaku Jun Misugi, Senang bertemu denganmu. "


" Aku sudah mengenalmu, Terima kasih karena sudah mempekerjakan Hana, Berkat ketulusan hatimu menerimanya bekerja akhirnya anak-anak dapat melanjutkan sekolah mereka. "


Jun hanya tersenyum tanpa berkomentar, Ia kembali melirik anak-anak yang tengah asyik bermain bersama Hana, Baru kali ini Jun melihat Hana sebahagia itu.


" Kalau aku boleh tahu, Bagaimana Hana bisa bertemu denganmu? Maaf kalau pertanyaanku ini sedikit memaksa, Aku hanya penasaran dengan masa lalunya. "


Naori san melirik Hana dengan tatapan sendu, Kedua matanya mulai berkaca-kaca sehingga membuat Jun merasa tidak enak.


" Aku menemukannya ketika dia berusia 2 bulan, Ibunya datang padaku dan memberikan Hana untuk di titip sebentar, Tapi selang beberapa jam Ibunya tidak pernah kembali lagi, Bahkan setiap hari aku ke tempat itu untuk mencarinya tapi dia tidak pernah menampakkan diri lagi, Sejak saat itu aku mengasuh Hana sampai usianya 2 tahun dan setelah itu aku memutuskan untuk membangun panti asuhan. Soal Ibunya aku tidak memberitahu Hana dan terus berbohong kalau orang tuanya telah meninggal karena kecelakaan, Selama 25 tahun ini Hana tumbuh dengan kasih sayangku, Aku berharap Hana tidak akan bertemu dengan wanita yang tega meninggalkannya seperti itu, Tolong jangan memberitahu Hana soal ini, " Pinta Naori san yang langsung di balas anggukan mantap dari Jun.


Setelah asyik bermain bersama anak-anak, Hana mengajak Jun untuk memperkenalkan dirinya pada mereka, Sementara itu Naori san bergegas ke dapur untuk menyiapkan makan malam.


                             *


Setelah makan malam tadi, Jun tampak gelisah di tempat tidurnya, Ini pertama kalinya Jun tidur hanya berlapiskan kasur lipat dengan penghangat ruangan tradisional, Karena tidak terbiasa ia pun beranjak dari tempatnya menuju ke ruang tamu, Namun saat melintasi kamar anak-anak langkah Jun terhenti begitu mendengar suara Hana, Karena penasaran ia pun mencoba untuk mengintip apa yang sedang Hana lakukan di dalam sana.


Tak lama setelah itu Jun pun berlalu menuju papiliun, Hana yang menyadari kehadiran Jun barusan segera menyudahi aksinya dan ikut menghampiri pria itu setelah anak-anak telah tidur semua.


Gadis itu ikut menjatuhkan tubuhnya di sebelah Jun sehingga membuat pria itu menoleh dengan wajah penuh terkejut.


" Kau tidak bisa tidur?, " Tanya Hana sambil menatap langit malam.


Jun mengangguk pelan kemudian ikut menyaksikan langit malam yang di penuhi kemintang.


" Maaf yah aku membawamu ke tempat ini, Aku tahu ini tidak seperti hotel berbintang yang sering kau kunjungi, Aku sungguh minta maaf. "


" Aku senang bisa ke tempat ini, Karena datang ke tempat ini aku bisa mengetahui sesuatu yang tidak kamu ketahui. "


" Yang tidak ku ketahui? Apa itu?, "


" Rahasia, Oiya besok sepertinya akan ada Snow festival di Sapporo, Bagaimana kalau kita kesana bersama anak-anak dan Naori san?. "


" Bukannya kau ingin bertemu dengan klienmu?. "


" So-soal itu, Sepertinya tidak jadi, Kau tidak perlu memikirkan itu, Intinya besok aku akan mengajak mereka untuk bersenang-senang. "


                             *


Keesokan harinya, Ketika Hana bangun ia di kejutkan dengan kedatangan sebuah bus yang sudah terparkir di depan panti asuhan, Anak-anak bahkan begitu antusias setelah mengetahui akan di ajak jalan-jalan oleh Jun.


Salah satu anak panti bernama Tachi tampak tak menyukai Jun, Ia bahkan acap kali melontarkan kata-kata yang tak bersahabat saat Jun bebicara kepadanya, Melihat reaksi Tachi barusan Hana menyuruhnya untuk menjaga sikap, Alih-alih mengiyakan ucapan Hana, Tachi terlihat memeluk Hana dengan manja sehingga membuat Jun kesal melihatnya.


Thaci sendiri adalah anak laki-laki berusia 10 tahun yang di temukan Naori san saat hendak ke pasar, Dia di temukan saat usianya 1 tahun dan membuat Naori san terpaksa membawanya ke panti, Selama di panti Tachi tumbuh dalam asuhan Hana sehingga ia sangat menyayangi Hana.


" Baik anak-anak karena kalian semua sudah siap ayo satu persatu naik bus dan duduk yang rapih. " Seru Naori san di sambut antusias anak-anak yang meriah.


Saat hendak duduk Jun mencoba untuk duduk di sebelah Hana, Namun sayang seribu sayang Tachi sudah duluan berada di sebelah Hana, Melihat hal itu tentu membuat Jun kesal dan menatapnya sinis, Naori san yang paham akan posisi Jun meminta Hana untuk bertukar tempat sehingga ia bisa duduk bersama Jun.


Setelah Hana pindah di sebelah Jun kini giliran Tachi yang melirik Jun penuh benci, Sedangkan Jun menampakkan senyum kemenangan atas bantuan Naori san tadi.


Perjalan menuju Sapporo pun di mulai, Semua anak-anak terdengar menyanyikan sebuh lagu dengan kompak, Hana yang ikut nimbrung membuat Jun gemas ingin mencubitnya, Melihat gadis itu sebahagia ini jelas membuatnya senang dan serasa ingin memberikan kebahagiaan ini setiap saat.


                           *


Setibanya di Snow Festival Sapporo, anak-anak mulai berlarian menikmati indahnya pahatan es yang dibuat menyerupai karakter anime hingga tokoh terkenal, Jun mencoba mengajak Hana untuk melihat ke tempat lain namun Tachi ikut menarik tangan Hana seakan tak ingin membiarkan Hana pergi dengan pria itu.


Terpaksa mereka bertiga pergi menyaksikan pahatan es sementara anak-anak lain masih dalam pengawasan Naori san. Sepanjang perjalanan Jun dan Tachi terus melirik satu sama lain dengan tatapan siap menerkam, Sedangkan Hana terlihat sibuk dengan kamera ponselnya untuk mengabadikan pahatan es yang begitu menarik perhatiannya.


" Hana-Oneechan aku ingin minum, " Pinta Tachi begitu manja.


" Minumannya ada di Naori san, Ayo kita pergi mengambilnya dulu, " Ucap Hana.


" Jangan, Biarkan Om itu yang mengambilnya " Potong Tachi sukses membuat Jun tercekat kaget.


" Om katamu???. " Gumam Jun menahan emosi.


" Biarkan aku saja, Kamu tidak boleh seperti itu dengan Jun-Oniichan, oke? "


Tachi mengalihkan pandangannya tanda tak setuju, Hana hanya dapat pasrah dengan sikap Tachi yang seperti itu, Kemudian Jun menyuruhnya untuk menemani Tachi selagi dirinya pergi mengambil air minum.