
Berkat kebaikan hati Jun, Ia hanya ingin Takada di hukum 20 tahun dari masa kurungan seumur hidup, Selain itu ia meminta kepada pihak kepolisian untuk merehabilitasi Takada dari kecanduannya akan narkoba, Setelah meninggalkan kantor polisi Hana dan Jun memutuskan untuk kencan di sekitar harajuku.
Sebelumnya Jun sudah mengirimkan Katakura pesan singkat untuk tidak melanjutkan tugasnya dalam memata-matai Ibu tirinya, Tak hanya itu Chika juga sudah di kembalikan sehingga tak ada lagi pengganggu untuk mendekati Hana.
Malam yang Indah dengan keindahan yokohama yang di hias oleh lampu yang berwarna-warni, Cuaca dingin yang tidak stabil menandakan akan segera turun salju, namun sebelum itu kedua pasangan itu ingin Ber-Street food karena permintaan Hana yang tiba-tiba tertarik dengan berbagai jajanan Jepang yang ada di sepanjang jalan.
Sejak dekat dengan Hana, Jun sudah biasa mencicipi jajanan jalanan ini, Bahkan ia sudah jatuh Cinta dengan Takoyaki dan Yakisoba, Tiba di sebuah kedai yang menjajankan berbagai makanan yang di panggang Hana dan Jun tampak antusias menunggunya matang, Setelah Okonomiyaki itu matang, Hana mengambilnya kemudian menyodorkan ke arah Jun.
" Aaaa...mmm. " Okonomiyaki berhasil mendarat di mulut Jun, Setelah itu Hana ikut menyantapnya dengan sangat kegirangan.
Begitu selesai Ber-Street food berdua, Keduanya segera mendatangi sebuah kuil yang di yakini sebagai kuil pasangan kekasih, Dimana jika sepasang kekasih datang lalu berdoa dalam hati dengan permintaan yang sama tanpa di rencanakan akan membuat keduanya langgeng sampai tua nanti. Jun cukup cemas kalau saja permintaannya dan Hana akan bertolak belakang, Sementara Hana kini mulai mengepalkan kedua tangannya sambil menutup mata di ikuti oleh Jun yang kini keduanya sudah mengucapkan permohonan yang hanya mereka sendiri yang tahu.
" Kau minta apa.? " Tanya Jun penasaran.
" Petunjuk bilang tidak boleh memberitahu permohonan apa yang di minta, Kalau di katakan maka itu tidak akan terjadi. " Hana beranjak meninggalkan kuil itu setelah berkata demikian.
" Membuatku penasaran saja, Semoga dia meminta seperti apa yang ku minta. " Benak Jun ikut mengikuti langkah gadis itu.
*
" TIDAK, Kau tidak boleh bekerja di toko bunga itu lagi. " Tolak Jun saat pagi itu Hana bersiap-siap untuk berangkat kerja setelah sekian lama cuti.
" Aku akan tetap pergi, Kau tidak boleh melarangku bekerja di sana, Lagi pula aku suka bunga makanya aku ingin bekerja di tempat itu. " Balas Hana tak mau kalah.
" Bagaimana dengan bekerja di Dreamland.? "
" Menjadi maskot lagi? Aku ingin pekerjaan yang sebenarnya, Aku tidak mau menjadi maskot lagi. "
" Bukan maskot, Tapi pekerja Kantor seperti Mikami Noa temanmu itu. " Lanjut Jun tapi tidak membuat Hana merespon dengan baik.
Jun tidak tahu lagi cara apa yang akan dia gunakan untuk melarang Hana bekerja di sana, Tiba-tiba saja pria itu merasa sakit perut sehingga membuat Hana berbalik dengan wajah datarnya, Gadis itu mencubit lengan Jun sehingga membuat pria itu meringis lebih sakit.
" Jangan bermain-main, Aku tidak suka kalau kau berpura-pura sakit seperti ini. Aku akan berangkat kau juga harus bekerja bukan. " Lanjut Hana meninggalkan Jun dengan wajah memelasnya.
" Aku akan mengantarmu. " Sahut Jun langsung di tolak oleh Hana.
*
Pria itu menurunkan kaca mobilnya dan menatap toko bunga yang ada di pinggir jalan, Pandangannya tertuju pada tulisan besar yang terpampang nyata di bangunan itu, Sebuah ide muncul di kepalanya dan langsung membuat pria itu keluar dari dalam mobil menuju toko tersebut.
" Permisi..., Apa ada orang. " Sahut Jun berhasil membuat sesorang di dalam sana menyahut dan segera keluar menemuinya.
" Mau pesan bunga A....??? Apa yang kau lakukan di sini. " Balas Hana yang terkejut ketika berbalik melihat pelanggan yang datang.
" Untuk membeli bunga. " Jawabnya enteng.
" Kau sengaja kan datang ke sini, Ayolah Jun jangan menggangu pekerjaanku. "
" Ada apa ini? Hana kenapa kau memarahi pelanggan kita? " sahut seorang wanita yang berusia sekitar 40 tahun namun masih terlihat sangat berenerjik.
" Okiku-San, Dia bukan pelanggan tapi, "
" Aku ingin memborong semua bunga di sini. " Potong Jun sekita membuat Hana dan pemilik toko terkejut.
" Apa aku tidak salah dengar? Kau ingin memborong semua bunga ini? " Tanya Okiku mencoba meyakinkan diri, Jun mengangguk seketika itu juga Okiku langsung menyuruh Hana untuk membungkus semua bunga.
" Tidak.. Tidak.., Jangan menyuruh gadis mungil ini untuk membungkus semua bunganya, Kau hanya perlu memberiku semua bunga ini termasuk semua cadangan dan bibitnya, Aku akan menyuruh kurir untuk membawanya nanti. " Lagi-lagi ucapan Jun membuat pemilik toko tidak bisa berkata-kata lagi.
Setelah melakukan transaksi jual beli itu, Pemilik toko meminta kepada Hana untuk berhenti bekerja karena ia akan kembali ke rumahnya di Kyoto, Sebenarnya sudah lama Okiku ingin pulang ke kampung halamannya itu, Tapi ia masih belum meninggalkan bunga-bunganya sehingga membuatnya terpaksa harus menjual semua itu baru pulang kampung jika semua sudah habis, Untungnya seorang Jun datang dan membuat jualannya ludes tak tersisa.
Hana yang tak punya alasan untuk bekerja lagi segera di tarik paksa oleh Jun, Pemilik toko sendiri masih kergirangan sambil menunggu kurir pesana Jun datang. Di dalam mobil, Hana tampak menatap Jun dengan tajam sementara itu Jun sendiri asyik tertawa renyah dan mulai melajukan mobilnya.
*
Gadis itu tampak sibuk mencari lowongan kerja dari koran hingga situs web, wajahnya berkerut begitu melihat lowongan kerja di temukan nya di salah satu koran, Beberapa pekerjaan yang di tawarkan mempunyai syarat yang tidak bisa di penuhinya dimana pekerja harus tamatan sarjana sementara dirinya hanya tamatan SMA.
Jun menuruni anak tangga dengan pandangan yang tetuju pada Hana, Melihat gadis itu sibuk mencari lowongan membuatnya tersenyum simpul karena semakin Hana mencari kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan di luar tidak akan membuatnya dapat di terima, Jun sengaja menghapus lowongan kerja yang ada di internet dengan bantuan temannya yang bekerja di IT.
" Bekerja di kantorku saja, Dari pasa capek-capek cari loker di semua tempat tapi tidak membuahkan hasil. "
" Aku tidak mau bekerja di tempatmu karena aku tahu kau akan memperlakukanku lebih spesial dari karyawan yang lain."
" Tentu saja, Kau itu pacarku sudah seharusnya aku memperlakukanmu spesial. "
" Jun, Aku ingin bekerja bukan ingin di perlakukan spesial olehmu, Dan soal bunga-bunga yang kau beli tadi aku penasaran di mana kau mengangkutnya. "
" Di taman makam ibuku, Aku meminta tukang kebun untuk menanam kembali bunga-bunga yang ku beli, Aku juga meminta mereka untuk merawat tempat Kaji untukmu. "
Hana teharu mendengarnya, Ia menyesal sudah berpikir yang tidak-tidak soal bunga yang di borong oleh Jun.
" Aku akan bekerja di kantormu tapi dengan satu syarat. " Lontar Hana tiba-tiba membuat Jun bersemangat.
" Apa syratnya.???"