Stay with me

Stay with me
Terpilihnya Jun Sebagai CEO



Hana baru saja menuruni mobil van milik Dean sambil membawakan barang-barang prbadi pria itu, Di susul oleh Dean dari belakang yang tampak keluar dari van dengan sangat gagah mengenakan kacamata hitam dengan stelan jaket denim yang membuatnya tampak lebih bersinar, Mereka memasuki gedung untuk menandatangi kontrak syuting drama baru untuk Dean setelah dua tahun tidak berakting di dunia hiburan.


Selagi Dean berada di ruangan CEO JM Entertainment, Hana yang mulai bosan memutuskan untuk pergi mencari mesin minuman, Rasa haus sejak tadi membuat gadis itu ingin cepat-cepat menemukan mesin tersebut, Setibanya di lantai 3 Hana tiba-tiba saja bertemu dengan Ryota, Pria itu menghampiri Hana dengan sangat kegirangan dan langsung mengajak gadis itu ke studio untuk memperlihatkan sesuatu.


Di studio, Hana langsung di pertemukan dengan salah satu sutradara iklan suatu brand, Pria tinggi dengan sedikit kumis tipis itu tampak memperhatikan Hana dengan cermat dengan gaya andalan seorang fotografer saat hendak membidik gambar. Hana melirik Ryota dengan bingung karena di perhatikan seperti itu.


" Oke, Dia cocok. " Ucap Sutradara itu sontak membuat Ryota berdecak senang.


" Bawa gadis ini untuk berdandan secepatnya. " Lanjut Sutradara itu segera meninggalkan mereka berdua.


" Ini ada apa? Apanya yang cocok?. " Bisik Hana pada Ryota.


" Kau akan mendapat tawaran menjadi model dalam iklan kosmetik, Aku merekomendasikan kamu agar kau mendapatkan pekerjaan yang layak. "


" Benarkah? Aku jadi modelnya, apa kau yakin?. "


" Kau tidak dengar Sutradara bilang apa ? Kau cocok menjadi modelnya kali ini, Walaupun bukan model utama itu sudah Bagus untuk membuatmu dapat lebih di kenal. "


Tak menunggu waktu lama, Ryota langsung mengajak Hana menuju ruang make up untuk di dandani, Di sana Hana di sambut ramah oleh make up stylish dan mulai mendandani Hana sesuai konsep iklan kali ini.


Tak menunggu waktu lama, Kini Hana telah selesai dari riasannya, Seisi studio langsung berdecak kagum memuji kecantikan Hana yang begitu alami, Hanya dengan make up tipis dan pakaian yang sederhana namun masih terlihat elegan membuatnya bahkan lebih cantik dari model utama, Untuk sebagai model pendukung Hana harus berakting seolah-olah memakai salah satu produk kecantikan tersebut.



Hal ini tentu masih baru untuk Hana, Ia tidak pernah berakting seperti ini sebelumnya tapi ia percaya diri bahwa dirinya bisa, Dan hanya dalam satu kali pengambilan video Hana dapat melakukannya dengan sangat baik, Sutradara tadi memuji bakat Hana sebagai model pendukung dalam iklan barusan, Ryota menghampiri teman kecilnya itu seraya memberikan pujian yang membuat Hana tersenyum senang.


Langkah Hana dan Ryota terhenti tepat di hadapan Dean yang ternyata sudah ada di studio itu dan melihat akting Hana barusan, Alih-alih memberikan pujian seperti yang lain, Dean menyuruh Hana untuk ikut dengannya karena ada jadwal lain yang harus di lakukan oleh pria itu, Hana yang hanya dapat pasrah dan segera ke ruang ganti baju untuk mengganti pakaiannya kembali.


                             *


Hari yang di tunggu-tunggu oleh Jun kini tiba, Seluruh dewan pemegang saham yang bekerja sama dengan Dream Corp telah berkumpul di ruang rapat, Jun duduk di sisi kanan Ayahnya sementara Rey duduk di sisi sebelah kiri. Keduanya tak saling bicara melainkan hanya bertatap mata sejenak setelah itu fokus memperhatikan arahan dari Presdir.


Polling pemilihan CEO Dream Corp akan di lakukan menggunakan suara, Entah itu Jun atau Rey yang akan mendapat banyak suara, Presdir sendiri sudah tidak memusingkannya lagi sebab ia percaya pada kedua putranya namun dalam hati kecil ia berharap kalau Jun lah yang mendapat suara terbanyak.


Begitu semua telah selesai memilih tiba giliran Jun dan Rey untuk ikut memilih juga, Rey melirik Jun sekilas kemudian menulis nama adiknya pada secarik kertas polling miliknya, Saat Rey hendak kembali ke kursinya dan Jun yang hendak menuju meja polling sempat saling tatap mata satu sama lain.


" Good luck adik bodohku. " Bisik Rey dengan senyuman kecil


Setelah Jun selesai memilih, Tiba saatnya untuk menghitung jumlah suara yang di dapat, Jujur Jun merasa begitu nervous dengan hasilnya, Ia tidak yakin bahwa semua anggota dewan di sini akan memilihnya, Sebaliknya Rey tampak begitu tenang sebab dirinya tidk begitu menginginkan jabatan tersebut.


Hasil polling telah keluar dan yang memenangkan suara terbanyak kali ini adalah Jun Misugi dengan perolehan total suara sebanyak 7 suara dari 13 dewan termasuk ayahnya dan juga Rey. Wajah bahagia tampak jelas di raut wajah presdir ia bahkan memeluk kedua putranya secara bergantian, Ucapan selamat di lontarkan untuk Jun saat itu juga.


Pria itu menatap sodoran tangan Rey kemudian melirik wajahnya disusul senyuman kecil.


" Terima kasih. " Jawab Jun menyambut jabat tangan dari kakaknya itu.


Begitu rapat berakhir, Rey keluar lebih awal dan di sambut dengan tatapan tajam dari sang ibu, Wanita itu menarik Rey ke suatu ruangan yang sepi dan mulai menunjuk Rey dengan kesal.


" Lihat seberapa bodohnya dirimu ini Rey, Ibu sudah bilang untuk tidak melakukan segala cara untuk menjadi kan kamu CEO tapi apa yang kau lakukan hari ini ? Kau tidak memilih namamu sendiri kan?."



" Sudahlah bu, Jun pantas mendapatkan jabatan itu, Dia sudah berbakat mengurus perusahaan sejak remaja, Aku senang karena Jun aku tidak perlu repot-repot mengurus perusahaan besar ini. "


" Tapi Rey, Ibu juga ingin melihat dirimu di perlakukan sama seperti Ayahmu lakukan pada Jun, Hanya itu yang ibu ingin. " Melihat ibunya yang mulai menangis, Rey segera memeluknya dan membujuknya untuk menerima semua ini.


                              *


Setelah sekian lama kini Urahara dan Mimi kembali ke Tokyo untuk menghadiri pesta serah terima jabatan Jun sebagai CEO baru besok malam, Keduanya baru saja tiba dan langsung menghubungi kedua temannya itu untuk makan siang bersama, Jun yang saat ini sedang free segera menjemput Hana di lokasi syuting, Namun sayangnya Hana mengirimkan pesan terlebih dulu padanya kalau dia sudah menuju restauran yang Urahara pesan.


Setibanya di restauran, ketika Jun membuka pintu resto itu ia mengedarkan pandangannya ke penjuru resto dan langsung menemukan Urahara yang tengah melambaikan tangan padanya, Tampaknya Hana belum tiba saat pria itu sudah berada di hadapan Urahara dan Mimi, Jun meraih ponselnya dan mencoba untuk menghubungi Hana, Baru saja hendak menghubungi gadis itu, Sosok Hana sudah muncul dengan girangnya dan langsung menghampiri Mimi, memeluknya dengan kerinduan yang sudah terbendung lama.


Jun dan Urahara terkejut ketika seorang pria mengenakan topi hitam dengan kacamata baru saja menghampiri mereka dengan senyuman kecil, Hana pun menjelaskan bahwa Dean ingin ikut makan siang bersama mereka saat itu, Sebagai asistennya Hana tidak bisa menolak dan terpaksa mengajak pria itu ikut bersamanya.


" Siapa dia?. " Tanya Urahara menunjuk ke arah Dean


" Dia Dean Musasi, Artis JM Entertainment itu. " jelas Hana.


" Wah senang bertemu denganmu, Silahkan duduk hari ini aku yang teraktir. " Sambung Urahara tampak antusias


Jun terlihat tidak suka dengan kehadiran Dean saat itu, Namun dengan cepat ia menarik Hana untuk duduk di sebelahnya, Dean menyapa Urahara namun tidak dengan Jun kemudian ikut duduk di kursi yang saling bersebelahan dengan kedua pasangan itu.


" Sejak kapan kau bisa dekat dengan artis?. " Tanya Urahara lagi.


" Dia atasanku, Aku bekerja sebagai asisten pribadinya. " Jawab Hana sontak membuat Urahara dan Mimi terdiam.


Urahara dan Mimi tampak saling melirik satu sama lain, Entah apa yang terjadi saat mereka pergi sampai melihat Hana dan kedua pria itu tampak tidak bersahabat.


Siang itu mereka makan siang tanpa ada percakapan yang menyenangkan, Hanya sepatah kata dua kata yang keluar itupun dari Hana yang ingin membuat suasana canggung itu berubah sedikit lebih hangat.