Stay with me

Stay with me
Strawberry Yang Menyebalkan



Hana terdiam sejenak setelah mendengar cerita Jun tentang keinginannya membangun Dreamland adalah karena dirinya, Entah ini adalah sebuah takdir atau hanya kebetulan belaka, Setelah mengetahui Hana adalah si gadis kecil berambut pendek dan Jun adalah penolongnya waktu itu membuat keduanya tak menyangka bisa bertemu seperti ini setelah melewati masa-masa yang beraneka ragam, tampaknya benang merah benar-benar bermain di sekitar mereka sejak awal.


" Kenapa aku bisa tidak menyadarinya, Kalau ternyata gadis kecil itu adalah kamu.?"


"Aku juga tidak menyadarinya, Ternyata waktu membuatku lupa dengan wajahmu saat itu. Tapi sampai sekarang aku masih mengingat kejadian waktu itu."


" Aku penasaran setelah itu apa yang terjadi di sana, Sebelumnya aku meminta Ayahku untuk membeli lahan taman bermain itu dan menerapkan sistem pengawasan yang baik agar anak-anak tidak serakah dalam bermain, Apa kau tidak di ganggu lagi setelah itu?. "


" Mereka menerapkan sistem bayar sehingga aku dan Mimi tidak bisa bermain karena tidak memiliki uang. "


" Benarkah? Kalau begitu pasti mereka sengaja melakukannya, Tapi karena itu sudah lama dan taman bermain itu sudah menjadi pabrik es balok aku sudah tidak bisa menegur mereka. "


" Tidak perlu, lagi pula itu sudah sangat lama. "


Tanpa terasa mereka sudah menghabiskan 3 jam bercerita bersama tentang masa lalu yang baru mereka ketahui karena foto kecil Jun, Kalau bukan karena foto itu mungkin keduanya tidak akan pernah saling mengenal satu sama lain.


                            *


Setelah sekian lama tidak menikmati waktu berdua, Akhirnya Hana dan Mimi dapat menikmati waktu mereka di hari libur Mimi, Begitu pun dengan Hana yang sebelumnya sudah meminta izin pada Jun. Siang itu keduanya mengunjungi beberapa tempat seperti departemen store, toko buku hingga ke bioskop menonton film dan terakhir keduanya menghabiskan waktu berdua di sebuah Cafe yang terletak tak jauh dari rumah Jun.


" Sampai kapan kau akan tinggal di rumah Misugi san?  Aku benar-benar merindukanmu, Apartemen seakan dalam mode silent sekarang. " Keluh Mimi sambil mengaduk milk shakenya.


Hana tiba-tiba merasa ada yang aneh saat Mimi berkata demikian, Seperti yang di katakan oleh Mimi, Dirinya tidak bisa tinggal di sana selamanya dan hanya karena kontrak kerja dan juga renovasi cafe Urahara membuat dirinya masih harus berada di rumah pria itu, Tapi apa yang membuat Hana merasa ada yang aneh jika membahas soal berapa lama dirinya tinggal di rumah tersebut.


" Entahlah, Di kontrak mengatakan aku bisa lepas dari Jun setelah Urahara San merenovasi Cafe miliknya, Tapi setelah ku fikir baik-baik bekerja dengan Jun membuatku bisa membantu keuangan Ibu untuk menyekolahkan anak-anak. " Jawab Hana.


" Benar juga, Aku sampai lupa dengan hal itu..., Tapi apa kau benar-benar merasa nyaman tinggal dengannya yang memiliki mood swing seperti itu ?. "


" Seiring berjalannya waktu aku mulai mengenal sosok Jun, Dia tidak seperti yang ku bayangkan selama ini, Ah benar juga.. Mimi apa kau masih ingat dengan anak laki-laki yang menolong kita di taman Saoki?."


" Anak laki-laki yang mana?. "


" Yang menolong kita dari anak wali kota itu. "


" Ah.. Aku ingat, Memangnya ada apa dengan anak laki-laki itu.? "


Hana mengangguk mantap dan kembali membuat Mimi bertanya akan anak laki-laki itu.


" Anak laki-laki itu adalah Jun, Aku baru mengenalinya setelah kemarin kami membahas soal foto kecilnya. "


Mimi tampak terbelalak kaget mendengarnya sama seperti Hana kemarin yang tak dapat mengatakan apa-apa. Dari sekian juta penduduk Jepang bagaimana mungkin anak laki-laki yang menolongnya dulu adalah Misugi Jun yang terkenal dengan sifat yang suka berubah-ubah.


" Ini benar-benar takdir yang datang secara kebetulan. " Ucap Mimi benar-benar tak menyangka.


" Hana.. Kau menyukai Misugi san?. "


Mendengar hal barusan sukses membuat Hana yang sedang menyeruput cappucino langsung tersedak. Ia menggelengkan kepala mencoba menolak apa yang dilontarkan Mimi barusan.


" Kau ini bicara apa, Mana mungkin aku menyukainya. " Lanjutnya sambil mengusap telinganya.


Mimi tersenyum simpul sambil melirik telinga Hana yang memerah, Ia tahu kebiasaan Hana ketika tidak bisa menunjukkan emosinya maka telinganya akan memerah seperti sekarang ini.


                              *


Malam itu setelah Hana dan Jun selesai makan malam, keduanya di sibukkan dengan pekerjaan masing-masing, Jun terlihat sibuk dengan layar laptopnya sementara Hana yang sibuk membaca sebuah buku, Keduanya begitu serius hingga membuat suasana saat itu begitu hening.


Dering pesan masuk di ponsel Hana berhasil mengundang perhatian Jun, Pria itu terus mengawasi Hana dari meja kerjanya dan Hana yang baru saja melipat halaman bacanya segera meraih ponsel kemudian membuka pesan tersebut.


Wajah bingung Hana ketika membaca pesan barusan semakin membuat Jun penasaran, Terlebih lagi ketika gadis itu beranjak dari sofa sambil berjalan ke arah pintu keluar.


" Kau mau kemana? " Tanya Jun namun tak di gubris oleh Hana yang sangat serius mengetik.


Hana yang baru saja keluar berhasil membuat Jun bad mood sehingga pekerjaan yang di kerjakannya di abaikan begitu saja. Selang beberapa menit Hana kembali dengan sekeranjang strawberry di tangannya.


" Kenapa kau memesan strawberry sebanyak itu?. " Tanya Jun yang merasa moodnya kembali membaik.


" Aku tidak memesannya, Seseorang mengirimkannya untukku " Balas Hana setelah meletakkan keranjang strawberry itu di atas meja makan.


Jun menghampiri Hana dengan penasaran, Sementara itu Hana sibuk mencari surat pengirim Strawberry itu. Setelah mencari ke segala sisi untuk mengetahui siapa yang mengirimkannya, Sebuah pesan masuk baru saja membuat Hana mengangkat alisnya sebelah. Karena penasaran Jun merebut ponsel Hana dan membaca pesan itu dengan wajah kusutnya.


" Kenapa kau masih berhubungan dengan dia setelah apa yang di lakukannya padamu?. " Ucap Jun dengan wajah kesalnya.


" Bagaimana pun juga dia pasti punya niat mengurungku di sana, Kalau bukan karena Kak Rey aku tidak akan mengetahui siapa kamu sebenarnya kan. "


" Tapi tetap saja itu membuatku kesal, Dan sejak kapan kau menyukai strawberry? Bagaimana dia bisa tahu kalau kau suka dengan strawberry???."


" Waktu itu aku dan Kak Rey menikmati cake strawberry di rumah Ayahmu, Aku memberitahu kalau aku suka strawberry, Tidak ku sangka dia akan mengirimkan sebanyak ini padaku padahal aku tidak memintanya. "


Jun yang terlanjur jengkel meminta gadis itu untuk menghabiskan semua strawberry tersebut dan tidak boleh ada yang di simpan di kulkas miliknya.


" Kenapa dia jadi seperti itu?. " Gumam Hana sambil mencicipi strawberry tersebut.


                            *