Stay with me

Stay with me
Dewa Penolong



" Aku ingin menunjukkan sesuatu padamu. " Ajak Rey langsung menarik lengan Hana menuntunya ke suatu ruangan.


Di rumah yang sebesar istana itu Rey mengajak Hana pada suatu ruangan yang berada di lantai dua, Rey yang segera membuka ruangan itu menyuruh Hana untuk masuk duluan dan begitu Hana masuk, Rey langsung menutup kamar tersebut dan menguncinya dari luar.


" Kak Rey apa yang kau lakukan????  Kenapa kau mengurungku di sini????." Teriak Hana sambil menggedor-gedor pintu.


Rey yang tak peduli dengan ucapan Hana segera meninggalkannya begitu saja, Sementara Hana yang mulai panik mencoba untuk mendobrak pintu namun tak berhasil.


" Kenapa dia mengurungku seperti ini?. "



Menyadari ruangan yang di masukinya adalah sebuah kamar, Hana langsung tertarik begitu melihat foto Jun yang terpajang di dinding kamar, Seorang anak kecil yang begitu tampan tengah berpose ceria di sana, Tak hanya itu beberapa foto lain juga mengisi kamar tersebut sehingga membuat Hana yakin bahwa kamar itu adalah milik Jun.


" Bagaimana mungkin dia bisa semanis ini. "





Dari beberapa foto yang ada di kamar tersebut Hana mendapati salah satu foto dimana Jun masih berusia 8 tahun,  yang menariknya lagi adalah foto tersebut di ambil di daerah furano tempat tinggal Hana di Hokkaido, Hana begitu yakin karena latar yang ada di foto tersebut merupakan tempat di mana ia sering bermain bersama Mimi.



" Apa yang Jun lakukan di sana?? Tapi kenapa dia tidak pernah membahas soal ini.? "


Setelah cukup melihat-lihat foto, rasa penasaran Hana semakin tinggi begitu mendapti sebuah rak buku berwarna hitam di mana terdapat beberapa buku di sana, Hana medapati satu buku yang bertuliskan Agenda Jun, Perlahan tapi pasti Hana mulai membukanya dan mendapati halaman pertama dengan impian-impian Jun.


Dalam list impian Jun tampaknya hampir semua yang sudah terealisasi namun ada dua lagi yang belum di capainya hingga saat ini, Jun sudah tumbuh menjadi pria yang realistis sejak kecil pantas saja ia terlihat begitu kaku sampai sulit untuk mengekpresikan dirinya.


" Kenapa kak Rey belum membukakan pintu?."


                            *


" Dimana Hana?. " Tanya Jun dengan nada yang serius.


" Dia tidak ada di sini. " Balas Rey santai.


" Lalu kenapa kau mengirimkan pesan untuk mengajaknya bertemu? ".


" Apa yang salah dengan mengirimkannya pesan? Bukannya dia hanya asisten mu saja, Kenapa kau menganggapnya seperti seorang kekasih?. "


Jun benar-benar kesal dengan sitausi saat itu dan hendak meninggalkan rumah itu, Walaupun ia sudah baikan dengan Ayahnya bukan berarti Jun dapat kembali akrab dengan sang kakak, Mengingat ketika mereka masih anak-anak Rey selalu menindas Jun dengan kata-kata yang kasar bahkan tak jarang ia memukul Jun saat pria itu berulah.


Baru saja Jun keluar dari rumah itu, Suara teriakan seseorang dari samping rumah mengundang perhatiannya, Jun mulai berlari ke samping rumah diikuti oleh Rey yang juga penasaran dengan teriakan barusan.


Tepat ketika Jun dan Rey tiba, Seorang pelayan rumah tangga baru saja menyuruh seseorang untuk hati-hati. Ketika Jun mendongak ia mendapati Hana yang berusaha turun dari lantai dua menggunakan kain yang di ikat menjadi satu, Gadis itu sudah berada di pertengahan dan tampak kesulitan untuk melanjutkannya.


" Apa yang kau lakukan? Cepat loncat aku akan menangkapmu. " Sahut Jun dengan merentangkan kedua tangannya.


" Aku takut ketinggian" Teriak Hana dengan nada yang gemetaran.


" Lalu kenapa kau nekat untuk turun seperti itu? " Balas Jun kesal.


" Kak Rey mengunci pintu kamar sehingga aku tidak bisa keluar, Aku bosan dan berniat kabur dengan cara seperti ini, Tapi setelah mencobanya aku merasa pusing dan takut " .


Jun menatap Rey dengan tatapan tajam dan di balas datar oleh kakaknya.


" Percaya padaku, Aku akan menangkapmu. " Sahut Jun berusaha meyakinkan.


Hana yang mencoba menengok Jun dari sana kembali mengalihkan pandangannya karena merasa takut dengan ketinggian, Namun seruan Jun terus meyakinkan gadis itu sehingga membuatnya perlahan memberanikan diri, Dan dalam hitungan ketiga Hana membiarkan tubuhnya jatuh dan mendarat di dekapan Jun dengan sempurna.


Gadis itu mencoba membuka kedua matanya dan langsung mendapati wajah Jun yang menatapnya dengan senyuman. Setelah berhasil menangkap Hana, Jun menurunkannya dan segera menarik tangan gadis itu meninggalkan kediaman lamanya.


" Awas saja kalau kai melakukan hal yang dapat membuatnya terluka lagi. " Ancam Jun sebelum meninggalkan Rey.


Rey menatap kepergian kedua orang itu dengan senyuman getir, Ia meminta kepada pelayan barusan untuk tidak memberitahu siapapun atas kejadian barusan.