Stay with me

Stay with me
Emosi Yang Meluap



H-7 menuju pemilihan CEO Dream Corp segera di mulai, Jun tampak sibuk mengurus segala keperluan yang ada, Untuk saat ini dia akan bersaing dengan Rey kakaknya untuk menempati posisi CEO grup, Kabarnya Jun sedang dalam kesulitan untuk menempati posisi tersebut sebab dewan pemegang saham banyak mencap buruk Jun, Oleh karena itu dengan bantuan Katakura Jun mencoba untuk membuat projek besar-besaran yang akan memberikan banyak pendapatan untuk Dream corp itu sendiri.


Karena kesibukannya dengan projek itu, Ia jadi tidak bisa bertemu dengan Hana lebih sering, Keduanya hanya bertemu ketika Hana pulang kerja dimana Jun langsung datang menjemputnya pulang, Setelah itu mereka kembali sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.


Di samping itu, Hana juga tampak berjuang mengurus segala keperluan Dean, Bahkan sejak setengah bulan bekerja bersamanya, pria itu masih saja menyusahkan Hana, Walaupun ia mempekerjakan Hana atas dasar main-main ia tetap tidak memberikan simpati kepada gadis itu. Hari ini Dean melakukan syuting iklan merek terkenal di daerah Niigita, Karena kesibukannya dalam mengurus keperluan Dean, Hana jadi tidak sempat menghubungi Jun.


Setelah selesai merapihkan perlengkapan Dean, Gadis itu mulai berjalan menuju tempat yang sejuk untuk beristirahat, Sebentar lagi musim semi tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat dan Hana berpikir bahwa kehidupannya terasa begitu membosankan kalau bukan bersama Jun, Sambil menunggu Dean selesai syuting ia pun mencoba untuk menghubungi Jun, Tapi sayangnya ponsel Hana lowbat sehingga membuatnya harus mencari charger.


Begitu menemukan tempat charger, Hana pun mulai mencharger ponselnya, Merasa lelah dan ngantuk gadis itu mencoba untuk duduk di kursi milik Dean saat beristirahat karena pria itu masih lama ia pun tanpa pikir panjang langsung menjatuhkan tubuhnya di sana dan mulai terlelap.


Selang beeberapa waktu Dean kembali ke ruangan yang di siapkan khusus untuknya dan langsung mendapati Hana yang tengah terlelap dengan nyenyak, Alih-alih membangunkan Hana, Dean tampak merunduk sambil memperhatikan wajah Hana yang terlihat sangat menggemaskan ketika tertidur.


" Jika di perhatikan baik-baik dia cantik juga. " Benak Dean terlihat ingin menyentuh wajah Hana, Seseorang kemudian masuk sehingga membuatnya terperanjat kaget dengan mengalihkan perhatian pada botol minuman.


Hana yang mendengar kegaduhan itu langsung bangun dan menatap sekitar tempat dengan wajah kebingungan, Menyadari kehadiran Dean dan Managernya ia pun langsung meminta maaf karena sudah tertidur di tempat miliknya, Dean yang sebelumnya salah tingkah menyuruh Hana untuk membelikannya air minum.


" Bukannya kau sedang memegang minuman? " Tunjuk Hana pada botol air yang di pegang oleh pria itu.


" Aku ingin minum Bubble Tea, Kau lihatkan di sini tidak ada minuman itu, Cepat carikan aku sekarang. " Lanjutnya ketus dan meninggalkan Hana yang masih dalam keadaan melongo.


" Dia sudah besar tapi masih minum Bubble tea. " Ucap Hana segera mencari minuman yang di inginkan oleh Dean.


                           *


Akibat tempat yang terpencil dan menyajikan toko kelontong yang berada cukup jauh dari lokasi syuting membuat Hana harus kembali ke lokasi ketika semua orang sudah pergi, Beberapa orang yang tinggal hanyalah kru properti yang sibuk membereskan barang-barang untuk di bawa pulang, Hana mencari Dean di seluruh penjuru lokasi syuting namun tidak menemukannya, Bahkan ruangan tempat Dean sudah di tutup oleh pihak yang berwajib sementara ia meninggalkan tas dan ponselnya di dalam sana.


" Maaf, Apa kalian melihat Musasi san?, " Tanya Hana pada salah satu kru yang terisa.


" Dean sudah pulang ke Asakusa dari tadi. " Jawabnya sukses membuat Hana terkejut.


" Bagaimana mungkin dia pulang tanpa mengajakku, Lantas bagaimana aku bisa pulang tanpa ponsel dan uang?. " Benak Hana mulai kebingungan.


" Boleh aku ikut dengan kalian?. " Sahut Hana lagi.


" Maaf saja, Mobil yang kami naiki adalah jenis pick up, Di depan pun sudah ada 4 orang yang mengisi tempat sementara di belakang di isi oleh properti syuting.


" Baiklah kalau begitu. " Ucapnya dengan pasrah


Hana menghela nafas berat begitu kehilangan kesempatan untuk pulang, Bagaimana mungkin kru tempatnya bekerja tidak memperdulikannya sama sekali, Gadis itu terpaksa mencari mobil umum yang ada di jalanan, Ia berharap dapat menemukan orang yang baik hati untuk membawanya pulang.


Pukul 07:00 dan hari sudah sangat gelap untuk Hana yang masih menunggu mobil yang lewat, Cuaca pun mulai dingin walaupun di penghujung musim dingin sekalipun, Hana sudah merasa lapar dan tak berdaya untuk jalan mencari penginapan yang ia khawatirkan saat ini adalah orang-orang jahat yang mungkin saja datang mengganggunya.


Sebuah pantulan cahaya berhasil menerpa wajah Hana sehingga membuat gadis itu menutup wajahnya lantaran silau dengan cahaya barusan, Seorang pria baru saja turun dan menghampirinya alangkah terkejutnya Hana ketika yang di temuinya adalah Rey Misugi Kakak tiri Jun.



" Apa yang sedang kau lakukan di sini?," Tanya Rey tampak khawatir.


" Ceritanya panjang kak, Boleh aku ikut pulang dengamu, Aku akan menceritakannya di jalan nanti. " Jawab Hana sambil memeluk tubuhnya yang semakin mengigil.


                             *


Jun meraih ponselnya kemudian menghubungi Hana sambil merebahkan tubuhnya di atas sofa, Tak ada jawaban sehingga membuat Jun berulang kali meneleponnya, Tidak biasanya Hana mengabaikan telepon darinya dan sejak tadi siang mereka memang tidak saling berkabar karena kesibukan masing-masing. Jun berdecak kesal lantaran teleponnya tak kunjung di jawab oleh Hana, Panggilan terakhir membuat Jun berharap Hana segera menjawabnya.


" Halo, Kau kemana saja? Kenapa teleponku tidak di jawab?. "


" Siapa ini?. " Balasnya sukses membuat Jun terkejut mendengar suara yang menjawab telepon Hana.


" Kau siapa? Di mana Hana? Kenapa bukan dia yang menjawab teleponku? " Lontar Jun terdengar serius.


" Aku Dean, Hana tidak ada. "


" Apa maksudmu? Jelaskan dengan benar, Dimana Hana sekarang?."


Baru saja Jun hendak menyahut, Dean langsung mengakhiri panggilan itu dan semakin membuat Jun kesal.


Ketika Dean mengakhiri panggilan barusan, Jun dengan cepat menghubungi Katakura untuk mencari alamat tempat tinggal Dean sekarang, Bagaimana pun caranya Katakura harus berhasil menemukan tempat tinggal Dean sementara dirinya segera bersiap-siap untuk mencari Hana.


                            *


Hana merasa beruntung bisa bertemu dengan Rey di Niigita, bahkan pria itu sudah mengajak Hana makan ramen di sebuah kedai dan singgah untuk sekedar bercerita di sebuah jalan yang langsung memperlihatkan keindahan kota Tokyo, Hana menyeruput minumannya dengan tenang sembari memandang pemandangan malam yang begitu Indah.


" Bagaimana bisa kau menjadi seperti ini lagi? Bukannya sudah cukup dengan menjadi asisten Jun, Kenapa harus menjadi asisten orang lain lagi?. "


" Mau bagaimana lagi kak, Kalau tidak menuruti Dean aku bisa mendapat banyak masalah karena kasus minuman kadaluarsa itu, Lagi pula hanya dua bulan dan sekarang sudah berjalan setengah bulan, masih ada satu setengah bulan lagi dan aku resmi meninggalkan artis sombong itu. "


" Apa Jun tidak pernah melarangmu?."


" Jun selalu khawatir soal ini, Tapi aku bersih keras untuk bertahan dan menyelesaikan masalahku sendiri, Aku tidak ingin dia terlalu bergantung dengannya. "


" Hana. Apa kau yakin tidak menyukaiku? Aku bisa lebih baik dari Jun, Putuskan saja dia, Kau tahu sendirikan dia mempunyai tempramen yang buruk. "


" Cukup kak, Tolong jangan merendahkan Jun lagi, Aku memutuskan untuk menyukai Jun karena keinginan hatiku, Dan aku tidak akan meninggalkannya sekalipun kau atau Ayahmu melarangku untuk bersamanya. "


" Ayahku?. "


Hana mengangguk pelan, Rey mulai merubah posisinya dan meminta Hana untuk menjelaskan maksud dirinya menyebut Presdir.


" Presdir melarangku berhubungan dengan Jun, Itu sebabnya aku meninggalkan rumah Jun sekaligus pekerjaanku dengannya, Awalnya aku berpikir untuk menyerah dalam hubungan ini, Tapi lambat laun aku menyadari sesuatu dimana aku tidak boleh menyerah dengan hubunganku, Sebelumnya aku sudah kehilangan orang yang ku cintai dan sekarang, Aku tidak ingin kehilangan untuk kedua kalinya. "


Rey baru mengetahui hal itu dari Hana, Selama ini dirinya mengira kalau presdir merestui hubungan Hana dan Jun tapi nyatanya tidak dan itu benar-benar membuatnya terkejut. Lalu Rey teringat dengan amplop yang berisi foto Hana di meja kerja Ayahnya waktu itu, Kalau memang Presdir tidak menyukai Hana kenapa dia menyimpan foto tersebut? Ada apa sebenarnya.


" Soal ucapanku tadi jangan di ambil hati, Aku tidak sungguh-sungguh mengatakannya. " Sahut Rey tiba-tiba


" Kau hanya mempermainkanku?. "


" Tidak, Bukan begitu, Hanya saja aku ingin mengetes seperti apa wanita pilihan adikku itu, Aku tidak ingin dia memilih wanita yang salah, Dan harapanku benar, Dia mendapatkan wanita yang baik hati aku legah karena kau adalah pacarnya Jun, Tolong jaga dia dengan baik. "


Sebuah mobil sport baru saja tiba dan memunculkan seorang pria dengan sweeter hitamnya yang tebal, Pria itu menghampiri Hana dan memberikan sweeter yang di kenakannya pada gadis itu.


" Apa yang kau lakukan dengan Hana? Bukannya aku sudah bilang untuk menjauhinya ?." Jun menarik Hana agar menjauh dari kakaknya.


" Urusanku sudah selesai dengannya, Kau bisa membawanya pulang. " Jawab Rey bergegas memasuki mobilnya.


Saat Jun hendak menarik Rey untuk kembali, Hana dengan sigap menahannya dan menyuruh Jun untuk segera pergi membawanya pulang. Di perjalanan menuju apartemen, Jun tampak kesal dan enggan untuk berbicara sehingga membuat Hana berusaha membujuknya untuk tidak mencampakkannya.


" Ponselku ketinggalan di lokasi syuting saat aku kembali dari membeli air ternyata mereka sudah bubar sehingga aku tidak bisa mengambil ponselku, Untungnya Kak Rey lewat sehingga aku bisa pulang bareng dengannya. "


Jun masih terdiam namun di dalam benaknya ia benar-benar tidak tahan dengan semua ini, Terutama Dean yang sebelumnya sudah menjawab panggilan ya yang itu artinya ponsel Hana ada pada pria itu.


" Bagaimana kau tahu kalau aku ada di sana bersama Kak Rey? " Tanya Hana penasaran.


                             *


* Satu Jam Sebelumnya *


Jun tampak mondar-mandir menunggu laporan dari Katakura soal Dean, Dering ponselnya berhasil membuat pria itu bergerak cepat menyambar ponselnya, Namun yang di dapatnya saat itu bukanlah pesan dari Katakura melainkan dari kakaknya.


Sebuah pesan singkat dari Rey membuat Jun cukup penasaran dan langsung membuka pesan itu.


" Hana bersamaku, Datanglah untuk menjemputnya. "


Setelah membaca pesan dari kakaknya barusan, Jun dengan gesit meraih mantel dan kunci mobilnya, Ia pun mulai mengikuti arahan Rey setelah pria itu mengirimkan lokasi keberadaanya.