Stay with me

Stay with me
Teror 1



" Hana.. Hana... " Suara itu mulai terdengar walau masih samar-samar.


" Hana bangunlah, Hana... " Panggilan kesekian barulah gadis yang tengah terbaring di atas sofa perlahan membuka kedua matanya.


" Mimi... Urahara-San? " Ucap Hana terdengar sangat lemah.



" Apa yang terjadi ? Kenapa kau bisa pingsan di sini,? " Tanya Mimi membuat Hana perlahan mengingat apa yang telah terjadi padanya.


" Sebelum itu, Urahara-San di halaman belakang ada seseorang yang membuat lampu padam, Aku memergokinya dan setelah itu aku masuk dan bersembunyi, Tapi tiba-tiba saja aku merasa sesak karena ketakutan, Aku tidak ingat apa-apa lagi setelah itu. " Jelas Hana segera membuat Urahara mengecek halaman belakang.


Kini Mimi merubah posisinya dengan merangkul Hana yang saat itu masih bergetar hebat, Ia tahu betul bagaimana ketakutannya Hana jika berada di tempat gelap, Mimi menyesal karena pulang telat sehingga membuat Hana sampai mengalami hal seperti ini.


" Tidak ada siapapun di belakang, Apa kau yakin melihat seseorang di sana?. " Tanya Urahara begitu selesai memeriksa halaman belakang


" Aku yakin melihatnya dengan mata kepalaku sendiri, Wajahnya tidak jelas karena saat itu lampunya padam, Tapi saat aku menutup pintu sepertinya dia berusaha untuk masuk."



" Kau tenang saja, Kalau di rumah ini benar-benar ada orang jahat mungkin dia sudah pergi, Saat kita tiba di sini rumah sudah dalam keadaan terang, Akan ku pastikan malam ini kalian aman. "


Malam itu juga Urahara dan Mimi memutuskan untuk tinggal di rumah Jun, Mendengar cerita Hana yang cukup menegangkan membuat Mimi terus menemani Hana saat hendak tidur, Sementara itu Urahara mengisi kamar Jun malam ini.


Kedua gadis itu mulai merebahkan tubuh mereka sambil menatap langit-langit kamar, Sudah lama mereka tidak tidur bersama semenjak Hana memutuskan untuk tinggal di rumah Jun.


" Apa kau yakin tidak ingin memberitahu soal ini pada Misugi San? " Tanya Mimi melirik Hana yang terlihat melamun.


" Aku tidak ingin dia sampai khawatir, Biarkan dia menyelesaikan pekerjaanya dulu baru aku akan memberitahu dia. "


" Apa aku tidak salah menebak. " Sahut Mimi dengan wajah kegirangan


" Soal apa?. " Lontar Hana penasaran.


" Kau dan Misugi San sudah berpacaran kan? " Sambung Mimi mendadak membuat wajah Hana memerah.


" Sstt..., Maaf karena tidak memberitahumu, Aku tidak ingin kau sampai mengejekku kalau mengetahui kami sudah berpacaran. "


" Akhhhhhhh..., Aku senang akhirnya kau bisa membuka hati untuk seseorang. " Teriak Mimi sambil memeluk Hana dengan gemas.


" Noa.., Apa yang terjadi? Apa kalian baik-baik saja. " Sahut Urahara di luar kamar, Sontak kedua gadis itu langsung terkekeh.


" Kami baik-baik saja, Aku dan Hana sedang curhat jadi tidak perlu khawatir. " Balas Mimi geli.


Setelah Urahara kembali ke kamar Jun, Keduanya kembali terkekeh karena sudah membuat Urahara salah paham.


" Selamat yah, Aku senang loh mendengarnya, Yaahh walaupun sedikit kecewa karena tidak di beritahu. "


Hana dan Mimi saling berpelukan dan kembali tertawa kecil, Mimi menceritakan kisah cintanya dengan Urahara agar dapat memberi contoh buat Hana, Walaupun Hana pernah berpacaran ia tidak tahu caranya memberikan kasih sayang yang lebih untuk orang yang di cintai, Mengingat waktu dulu, Hana dan Kaji berpacaran namun terhalang oleh jarak, Kini Hana berpacaran dengan seorang pria yang bahkan tinggal di atap yang sama.


                           *


Beberapa hari terakhir ini tampaknya tidak ada kejadian aneh seperti malam itu, Selama Jun tidak ada yang menjaga Hana tak lain adalah Urahara dan Mimi, Itu pun keduanya akan menemani Hana saat malam tiba di karenakan tuntutan pekerjaan yang harus di selesaikan.


Biasanya Hana menghabiskan waktu di rumah dari pagi hingga pukul 12 siang, Setelah itu dia mencari pekerjaan sambilan untuk kebutuhannya sendiri, Walaupun Jun berkata untuk tidak usah bekerja, Hana tetap ingin mendapatkan uang dengan caranya sendiri tanpa bergantung pada orang lain.


Saat ini Hana bekerja di sebuah toko kue yang cukup dekat dari rumah sehingga ia bisa pulang tepat waktu sebelum kereta terakhir berangkat. Waktu berjalan cukup cepat hari itu, Tugas terakhir Hana sebelum pulang adalah mengantar pesanan kue di alamat yang kebetulan dekat dari stasiun sehingga ia bisa mengantar kue tersebut sekaligus pulang ke rumah.


Selepas mengantar kue, Hana merasa ada yang aneh ketika hendak menaiki kereta, Seorang pria setengah baya dengan stelan coat coklat susu terus mengikutinya sejak ia tiba di stasiun, Untuk berjaga-jaga Hana sengaja mengeluarkan ponsel dan berpura-pura menghubungi seseorang, Adegan drama pun di mulai, Hana sengaja berkata seolah-olah dia sedang menuju rumah orang tuanya yang di mana mereka akan mengadakan party besar-besaran malam ini, Hal itu di lakukan Hana hanya untuk berjaga-jaga saja jika benar pria itu punya niat jahat pasti akan berubah pikiran saat mendengar percakapan palsu barusan.


Setibanya di stasiun berikut, Hana segera turun dengan cepat namun masih terlihat tenang, Dan lagi-lagi pria yang mengikutinya tadi kembali mengekor dari belakang, Suasana Stasiun saat ini cukup sepi sehingga membuat Hana ketakutan dengan berlari menjauh sebisa mungkin.


Berhasil, Hana tidak menemukan pria itu saat ia keluar dari stasiun, dan dengan cepat ia berlari mencari bus yang menuju halte dekat rumah Jun, Barulah Hana dapat bernafas lega, Di dalam Bus, Hana tiba-tiba mendapat telepon dari Mimi bahwa sahabatnya itu tidak bisa pulang karena tadi siang harus melakukan perjalanan bisnis di Kobe, Hana meminta Mimi untuk tidak perlu khawatir dan soal malam ini dia akan mengatasinya sendiri jika saja ada orang jahat yang datang mengganggu.


                           *


* Seoul, Korea Selatan *


Jun baru saja menjatuhkan tubuhnya yang terasa sangat lelah setelah seharian bekerja, Walaupun hanya memantau cara kerja Lotte Word baginya itu sudah sangat melelahkan, Dan kali ini dia benar-benar membutuhkan charger yang brupa suara Hana,  dengan gesit pria itu menyambar ponselnya kemudian menghubungi nomor kekasihnya itu.


Tut... Tutt... Tutt..


Sudah beberapa kali Jun mencoba menghubungi nomor Hana, Namun tak kunjung terjawab, Jun penasaran kenapa Hana tidak menjawab teleponnya padahal ia tahu kalau gadis itu pasti sedang berada di rumah sambil menonton acara favoritnya.


" Hey.., Kau sedang apa? Aku merindukanmu.. 💚" To : Hana-Chan


Jun terlihat gelisah setelah beberapa saat menunggu balasan dari Hana, Tak ada bunyi notifikasi dari gadis itu selain dari orang-orang yang di anggapnya tak penting.


" Apa yang di lakukannya sampai tidak membalas telepon dan pesanku. " Seloroh Jun mulai kesal


Suara langkah kaki yang terdengar tergesa-gesa membuat Jun melirik pintu yang kini sudah terbuka dengan paksa, Wajah Katakura tampak panik dan mulai menghampiri Jun dengan kalimat yang terbata-bata.


" Tahanan itu..., Tahanan yang waktu itu menyerangmu dan Hana kabur, Aku baru saja mendapat kabar dari Tokyo kalau dia kabur saat sel tahanan mengalami kebakaran. "


Jun terkejut bukan main mendengarnya, Tiba-tiba saja ia merasa tidak enak dan langsung kefikiran dengan Hana, Dari telepon hingga pesan yang belum di balas membuatnya semakin khawatir dan segera meminta Katakura untuk mencari tahu keadaan rumahnya saat ini.


💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚


Sepi banget dahhh..., Readers yang cantik baik hati dan tidak sombong pada kemana yah??? Kok sepi banget gini, Like dan Komentarnya mana nihhh..., Ayo dong buat Author semangat ngelanjutin ceritanya.


Jangan lupa untuk share ke temen-temen kalian juga yah... 👍💜