Stay with me

Stay with me
Restu



Hari yang di nantikan oleh Rey dan Himeka tiba, Pernikahan mereka di langsungkan di sebuah gedung megah yang menyediakan kapastias tamu sebanyak 10.000 orang, Setelah sebelumnya pertunangan mereka mendapat protes dari Jun dan Moe, Kini keduanya memutuskan untuk tidak protes pada Arata lagi, Mengingat kondisi tubuhnya yang tidak baik, Tentu Jun mencoba untuk tidak membahas soal dirinya dan Hana dulu.



Rey yang terlihat tampan dengan setelan tuxedo hitam dan Himeka yang mengenakan gaun putih yang anggun membuat kedua pasangan itu terlihat sangat serasi, Hana yang ikut hadir di pernikahan mereka segera menghampiri Rey dan Himeka, Hana mengucapkan selamat kepada kedua mempelai dan mendoakan yang terbaik untuk kehidupan mereka kelak.


Tak lupa Rey ikut mendoakan agar dia dan Jun dapat segera di restui oleh Ayahnya, Setelah menuruni pelaminan, Hana tampak bersedih dan mencoba menutupi kesedihan nya itu saat Jun menghampirinya.


" Kau kenapa? " Tanya Jun penasaran.


" Tidak apa-apa, Aku hanya terharu saja melihat Kak Rey dan Himeka San sudah menikah" Jawabnya pelan.


Selain para tamu undangan yang datang hari itu, beberapa peliput berita juga sudah stand by untuk mengumumkan pernikahan anak pertama dari orang nomor satu di Tokyo ini. Perhatian Paparazzi tiba-tiba terfokus pada kedekatan Hana dan Jun saat itu.


Tak ingin ketinggalan berita, Salah satu paparazzi menghampiri keduanya dan bertanya soal kedekatan mereka, Melihat Hana yang sekarang adalah model top dan Jun seorang CEO Dream Corp tentu membuat paparazzi itu semakin bersemangat untuk mewawancarai mereka.


Jun dan Hana masih bungkam dengan pertanyaan Paparazzi itu, Mereka tidak ingin acara kakaknya ini berantakan hanya karena pertanyaan dari pria itu, Rupanya beberapa paparazzi lain ikut tertarik untuk mewawancarai Hana dan Jun, Beberbagai pertanyaan kini telah di lontarkan, Sorot flash kamera sudah menangkap gambar diri mereka dan sampai saat ini Hana masih diam seribu bahasa.


Jun merangkul Hana sehingga membuat Hana terbelalak kaget, Jun meliriknya sebentar seakan memberinya kode bahwa ia akan memberitahu yang sebenanya kepada mereka.


" Aku dan Hana sudah berpacaran, Kami juga akan segera menikah seperti kakakku, Jadi tunggu saja sampai hari itu tiba. Maaf kekasih ku ini tidak suka di beri pertanyaan yang banyak, Aku permisi. " Jun menarik tangan Hana meninggalkan keramaian tersebut, Sementara para paparazzi itu telah mendapat berita besar yang pastinya akan menghebohkan Kota.


                             *


Setelah menyebarkan berita itu ke publik, Jun di panggil oleh Ayahnya di sebuah ruangan bersama dengan Hana, Keduanya tampak menundukan kepala tak berani melihat wajah beliau yang terlihat sudah menahan amarahnya sejak tadi.


" Apa kalian sadar dengan perbuatan kalian ini? " Sahut Arata menunjuk Jun dan Hana bergantian.


" Aku serius dengan apa yang ku katakan, Aku akan menikahi Hana sepatnya maka dari itu, tolong restui kami " Balas Jun masih tak berani melihat wajah Ayahnya.


" Ayah sangat marah padamu sekarang, Kau tidak perlu mengumumkan hubungan kalian, Apa kata orang nanti kalau ternyata kau berpacaran dengan gadis seperti ini. "


" Hana sudah bukan dia yang dulu, Hana sudah bekerja keras untuk mendampingiku dengan menjadi seorang model, Dan lihat bukti kerja kerasnya itu dia sudah menjadi model yang terkenal, Apa itu belum cukup untukmu merestui kami? " Jun tampak lebih emosi kali ini.


" Jun.., Ayah ingin bicara dengan Hana dulu, Kau keluarlah sebentar. " Jun menatap ayahnya tidak terima namun Hana meminta pria itu untuk menunggu di luar sampai dirinya selesai berbicara dengan beliau.


" Aku sudah memperhatikanmu sejak awal, Dan memang benar kau ini adalah gadis yang baik hati, Aku tahu kalau selama ini aku menentang hubungan kalian sebenarnya bukan atas dasar kemauanku sendiri. Aku tidak mempermasalahkan statusmu atau bahkan latar belakang keluargamu, Aku hanya ingin putraku mendapat wanita yang bisa mendampinginya sampai akhir, yang tidak akan pernah meninggalkan dirinya di saat apa pun itu. Cukup aku saja yang pernah merasa kehilangan Cinta pertamaku, Dan aku tidak ingin Jun merasakan hal yang sama, " Arata tampak menahan air matanya saat itu, Sementara Hana masih siap mendengarkan pria setengah baya itu.


" Apa kau bisa berjanji denganku, Kalau kau tidak akan pernah meninggalkan putraku apapun yang terjadi? " Tanya Beliau lantas menatap Hana dengan penuh keseriusan.


" Saya berjanji, Apa pun yang terjadi, Saya tidak akan pernah meninggalkan Jun. " Hana berhasil membuat Arata mempercayainya kemudian pria itu menyerahkan selembar kertas sebagai bukti perjanjian mereka.


Arata menyuruh Hana berdiri begitu pun dengan dirinya, Beliau memeluk Hana seperti Putri kecilnya sendiri kemudian meminta maaf atas perlakuan buruknya selama ini, Ia melakukan hal ini karena sangat menyayangi Jun, Saat itu juga air mata Hana ikut terjatuh dan memeluk beliau dengan penuh rasa terima kasih.


Jun yang menunggu di luar ruangan tampak tidak tenang, Terbukti ketika pria itu berulang kali mengecek dengan menempelkan telinganya pada pintu berharap dapat mendengarkan apa yang mereka bahas, Namun sayangnya ruangan itu di lapisi oleh kedap suara sehingga Jun tidak dapat mendengarkannya.


Pintu terkuak dan memunculkan Hana dengan mata sembabnya, Jun meraih gadis itu kemudian bertanya dengan nada penuh khawtair.


" Kenapa, Apa yang Ayahku lakukan padamu ?" Tanya Jun.


" Ayahmu akhirnya merestui kita. " Jun sedikit tidak percaya dengan apa yang Hana katakan barusan, Jun berpikir bahwa Ayahnya sudah mengancam Hana sampai mereka bisa mendapat restu semudah itu.


Hana kemudian menarik lengan Jun meninggalkan tempat itu dan akan menjelaskannya nanti, Jun hanya dapat pasrah saat Hana mengajaknya pergi.


                            *


Jun dan Hana baru saja tiba di sebuah taman yang terlihat hanya mereka berdua yang ada di sana, Jun yang tidak sabar mendengar penjelasan Hana kembali menenangkan kekasih nya itu, Jun tidak tahu apa yang sudah terjadi di sana sehingga Hana terlihat sangat sedih bercampur bahagia.


" Ayahmu sangat menyayangimu sampai melakukan hal ini, Aku terharu karena melihat orang tua yang sangat memperhatikan kehidupan yang baik untuk putranya, Beliau hanya memintaku untuk tetap bersamamu apapun yang terjadi, Hanya itu. " Jelas Hana sukses membuat Jun tersentuh mendengarnya.


" Dia melakukan itu untukku? Aku tidak tahu harus sedih atau senang sekarang. " Jun tampak kebingungan dengan kenyataan yang di dapatnya ini.


" Karena kita sudah mendapat restu, Aku jadi tidak was-was lagi jika harus bertemu denganmu. " Hana behasil membuat Jun menoleh dengan tatapan berbinar.


" Apa artinya kau sudah ingin menikah denganku? "


" Soal itu, Aku hanya akan menerima lamaranmu dulu, Pernikahan nanti saja, Kita nikmati dulu hubungan ini, Aku tidak ingin kita menikah secepat ini. "


Jun meraih Hana ke dalam pelukannya sembari mengusap kepalanya dengan lembut, Apapun keputusan Hana akan di terimanya dengan senang hati, Dengan restu ini Jun akan menjadi anak yang lebih baik untuk Ayahnya, Tidak ada rasa syukur yang bisa di ekpresikan Jun lebih dari ini, Yang pastinya hari ini dia benar-benar penuh emosional.