
Sementara kini Rina sedang menunggu Kiara sendari tadi sampai pertandingannya usai tapi Kiara belum juga menghampirinya.
Tepukan tangan di punggunya membuanya tersadar dari kekhawatirannya terhadap Kiara.
Rina pun melihat siapa yang menepuk pundaknya dan ternyata itu adalah Gilang.
"Kiara mana?"tanya Gilang karena tak melihat Kiara di samping Rina.
"Ini gue lagi nunggu dia"ucap Rina dengam nada khawatir
"Telfon gih"ucap Gilang
"Kalo gue bawa hp dari tadi udah gue telfon"cerocos Rina.
"Slow mbak,biar gue telfon"ucap Gilang lalu menelfon Kiara.
"Hallo babe"ucap Gilang di awal telpon.
"Babe..babe gue bukan babe lo " balas Kiara tak terima di panggil 'babe'.
"Sains sis"ucap Gilang.
"Lo dimana"lanjut Gilang.
"Uks" jawab singkat Kiara namun membuat khawatir Gilang.
"Emangnya lo kenapa kok ada di uks"tanya Gilang.
"Tadi jatuh" jawab Kiara
"Ok gue sama rina kesana"ucap Gilang
Gilang pun mengakhiri panggilannya lalu mengajak Rina menuju UKS dan menghampiri temannya.
Gilang dan Rina saat ini sudah sampai di UKS.Mereka pun menghampiri Kiara yang sedang duduk di tepi ranjang UKS.
"Mana yang sakit?"tanya Gilang kepada Kiara dengan nada Khawatir
"Ini"ucap Kiara sambil menunjuk lututnya yang ia perban.
"Kok bisa kayak gini?"tanya Rina kepada kiara
"Tadi gak sengaja kesandung di kantin"ucap Kiara
"mangkanya kalo jalan hati-hati"ujar Gilang menasihati Kiara
Rina menepuk keningnya sendiri membuat orang di sekitarnya bingung.
"Lo kenapa rin?"tanya Gilang
"Gue lupa harus keruang guru ngumpulin tugas "ucap Rina
"Lah terus siapa yang mampah gue ke kelas ini kaki sakitt banget"ucap Kiara
Jujur saja memang sendari tadi ia menahan sakit dari lapangan menuju ke UKS.Mungkin rasa sakitnya menambah karena di paksa berjalan.
Tinggal Kiara dan Gilang yang saat ini yang berada di UKS.
"Lo mau gue gendong atau gue memapah lo?"tanya Gilang.
"Lo mampah gue aja"ucap Kiara
"Kalau lo gendog gue enak di lo"lanjutnya
"Kita sama sama enak,lo gak kesakitan dan gue dapet--"ucap Gilang terpotong.
"Dapet apa hmm"tanya Kiara .
"Udah cepetan"ucap Gilang kepada Kiara.
Gilang pun menaruh tangan Kiara ke lehernya dan memampahnya.
Akhirnya pun Gilang memapah Kiara dengan sangat hati hati.
🌹🌹🌹
Di sisilan Reyhan tidur di salah satu sofa dan memandang langit.
Hp nya bergetar ia pun mengambilnya dari sakunya dan membuka hp nya yang ada notif pesan. Ia kira pesan dari Kiara tapi bukan itu dari Alan.
From Alan:
Rey,Kiara tadi luka.jangan bilang ke dia kalau gue ngasih tau lo
Tanpa menjawab pesan dari Alan Reyhan langsung melangkakan kakinya untuk pergi menuju ke UKS.
🌹🌹🌹
Di tengah perjalanan tepatnya di koridor.
Gilang dan Kiara tak sengaja berpapasan dengan Reyhan yang menatap tajam ke arah mereka berdua.
Kiara tak berani melihat tatapan itu sementara Gilang acuh pada sekitar.
"Mampus"ucapnya berbisik namun samar samar masih bisa di dengar Gilang.
"Siapa yang mampus?"ucap Gilang dan di jawab gelengn oleh Kiara
"Lang,cukup sampai di sini aja"ucap Kiara membuat Gilang memberhentikan langkahnya.
"Bentar lagi sampai kelas"ucap Gilang
"Maka dari itu gue jalan sendiri aja"ucap Kiara berusaha keras agar Gilang tak memaksa mempahnya ia takut kalau hubungannya akan berantakan.
"Ya udah ati ati"ucap Gilang pasrah membiarkan Kiara dengan keinginannya.
"Ok,makasih ya"ucap Kiara.
Kiara pun berjalan sedikit pincang karena kakinya merasakan sakit tapi ia menahaya supaya sampai ke kelasnya.Gilang yang melihat Kiara berjalan dengan pincang merasa khawatir.