
Setelah kemarin mendapat kiriman sekeranjang strawberry, lagi-lagi Hana kembali menerima sekeranjang besar strawberry segar dengan kualitas terbaik, Mengingat yang kemarin saja belum habis dan sekarang bertambah sekeranjang lagi membuat Hana kebingungan mau di apakan semua strawberry itu, Di makan pun rasanya tidak mungkin dengan jumlah yang sebanyak itu.
" Apa sebaiknya aku membuka kedai selai strawberry saja?. " Gumamnya mulai berimajinasi.
Jun yang baru saja turun dari kamarnya mendapati Hana yang tengah memilih strawberry yang akan di jadikan selai. Pria itu menatap semua strawberry yang ada di atas meja makan dengan wajah kesalnya.
" Kenapa ini bertambah banyak?. " Tanya Jun kemudian.
" Kak Rey mengirimkanku sekeranjang lagi, Aku juga heran kenapa dia terus mengirim padahal yang kemarin saja belum habis. "
Mendengar hal itu seketika membuat Jun geram dan segera pergi tanpa menyentuh sarapan paginya. Lagi-lagi dengan mood yang berubah membuat Hana hanya dapat mendesah pelan melihat sikap Jun yanh pergi seperti itu.
" Kau tidak ingin sarapan dulu?. " Sahut Hana mengejar langkah pria itu dengan membawa sepiring Omurice di tangannya.
" Aku sudah kenyang, Pastikan semua strawberry itu menghilang sebelum aku pulang. " Balas Jun tanpa menoleh sedikit pun
" Apaaaa???." Ucap Hana semakin kebingungan.
Gadis itu kembali menyeret kakinya dengan malas, Wajahnya yang masam melirik semua strawberry itu, Seketika Hana merebahkan kepalanya di atas meja dan berusaha untuk memikirkan cara menyingkirkan strawberry-strawberry ini tanpa mubazir.
*
Cuaca mulai berubah seiring berjalannya waktu, Di awal musim dingin ini semua orang-orang harus mengenakan pakaian yang tebal agar tidak terserang flu. Jun yang pulang lebih awal dari kantor menyempatkan diri untuk singgah di toko buah.
" Tolong berikan Strawberry terbaik dalam ukuran besar, Dan aku ingin di bungkus sebagus mungkin. " Ucap Jun pada penjualnya.
" Maaf tuan, Stok strawberry sudah habis. " Balasnya dengan sangat menyesal.
" Bukannya itu masih ada, Bahkan itu masih sangat banyak?. " Tunjuk Jun ke arah gundukan strawberry.
" Sayangnya seseorang sudah memesannya, Setiap hari ada kurir yang datang untuk membungkusnya dan membawanya pulang, Dia bahkan sudah membayar semua strawberry itu. "
" Kalau begitu aku membelinya dua kali lipat. "
" Maaf tuan kami tidak menerima kecurangan seperti itu. "
Jun yang kesal segera meninggalkan toko itu, Ia tahu bahwa yang telah memesan semua strawberry itu adalah Rey, Ia tak menyangka akan bersaing dengan kakaknya seperti ini.
*
Di sebuah pusat departemen store milik Dream Corp yang terkenal pusat perbelanjaan yang paling terbaik di pimpin oleh seorang pria tampan, Sebut saja Misugi Rey yang telah di beri Saham oleh Ayahnya untuk mengurus pusat perbelanjaan tersebut. Sekretarisnya baru saja mengetuk pintu ruangannya dan memberitahu bahwa ada seseorang yang mencarinya.
Tanpa basa basi lagi Jun masuk lebih dulu sebelum Rey menyuruh Sekretarisnya untuk memanggilnya masuk, Rey menatap Jun dengan senyuman kecil sebaliknya Jun menatap Rey dengan tatapan penuh kekesalan.
" Berhenti mendekati Hana, Dan hentikan kiriman strawberry bodoh itu, Aku tidak ingin rumahku di penuhi dengan strawberry. "
" Apa yang salah dengan strawberry? Aku hanya mengirimkan Hana buah kesukaanya, Bukankah itu baik untuk kulitnya?. "
" Untuk apa kau melakukan ini?. " Lanjut Jun menatap kakaknya dengan tajam.
Rey beranjak dari kursinya dan mulai menghampiri Jun.
" Karena aku menyukainya. " Jawab Rey santai.
Jun tercekat kaget mendengarnya, Bahkan sekarang kakaknya telah mengibarkan bendera perang untuk memperebutkan Hana.
" Kita lihat saja siapa yang akan menang mendapatkan Hana. " Lanjut Jun segera meninggalkan ruangan tersebut.
\*
Di rumah, Hana baru saja selesai membuat beraneka macam makanan dari strawberry, Mendengar suara pintu terbuka lantas membuat gadis itu segera menyambut Jun, Pria itu berjalan ke arah Hana dengan tatapan tajam kemudian meraihnya kedalam pelukan.
" Biarkan aku memelukmu sebentar. " Balas Jun semakin mendekapnya begitu erat.
Suara pintu terbuka lagi-lagi membuat keduanya terkejut, Hana segera melepaskan pelukannya sebelum seseorang yang baru saja masuk itu melihat aksi mereka.
" Kenapa kau masuk tanpa membunyikan bel dulu?. " Sinis Jun pada Katakura.
" Untuk apa? Kau memberitahuku sandi rumahmu agar aku bisa masuk sendiri kan?. " Balasnya dengan wajah kebingungan
" Kau datang di saat yang tidak tepat. " Balas Jun menjatuhkan tubuhnya di atas sofa.
" Memangnya apa yang barusan kalian lakukan sampai terlihat tegang seperti itu?. " Lanjut Katakura melirik Hana dan Jun begantian.
" Kami tidak melakukan apa-apa, Oiya Katakura san kau ingin minum apa?. " Tanya Hana salah tingkah.
" Aku ingin secangkir kopi saja. "
" Secangkir Kopi segera datang. "
" Kau ingin apa ke sini?. " Tanya Jun penuh selidik.
" Aku mendapat kabar dari pihak kepolisian, Mereka menemukan pelaku penusukan Hana waktu itu. "
Mendengar Katakura membahas seputar insiden waktu itu membuat Hana penasaran dan menghentikan pembuatan kopinya dan memilih jus strawberry untuk di bawakan ke hadapan Katakura.
" Sampai sekarang tersangka belum mengatakan apa-apa, Dia bahkan bertindak sesukanya dan meminta apapun kepada polisi sebagai alasan untuk mengatakan kronologi perbuatannya. " Jelas Katakura lagi.
" Pastikan dia untuk membuka mulut, Lakukan apa pun sampai dia mau bicara. " Sahut Jun.
Katakura melirik Hana dengan tatapan menanyakan di mana kopinya, Hana dengan polos memberikan jus strawberry buatannya pada pria itu.
" Tadi aku kan minta kopi, Kenapa yang datang jus strawberry.? "
" Kebetulan kami memiliki banyak strawberry, Jun pasti tidak mau meminumnya jadi aku memberikannya untukmu. "
" Sekalian angkut semua buah bodoh itu, Aku muak melihatnya di rumahku. "
" Kalau boleh aku mau membawanya untuk anakku Chika, Dia sangat suka buah strawberry. "
" Tentu saja, Aku akan membungkusnya dulu. "
Begitu Hana kembali ke dapur, Katakura melirik Jun dengan tatapan penasaran kemudian pria yang berselisih umur 15 tahun dengan Jun menggodanya dengan Hana.
" Bagaimana, Apa ada perkembangan?. " Bisik Katakura
" Perkembangan apa?."
" Hubunganmu dengan Hana. "
Jun mendesah pelan sambil menyandarkan tubuhnya, Ia melirik Hana yang sibuk membungkus strawberry, Sudah dua minggu sejak ia menyatakan perasaanya pada Hana, Dan sampai sekarang Hana tidak menunjukkan ketertarikannya pada pria itu.
" Lupakan saja, Dia tidak akan membalas perasaanku. "
" Kau menyerah? Apa sampai situ ke gentelanmu? Aku tau kau belum pernah pacaran dan tidak mengerti soal percintaan, Tapi jangan menyerah hanya karna kau di tolak sekali, Seroang pria sejati akan terus mengejar wanita yang di sukainya walaupun harus menyebrang samudera sekalipun. "
" Memangnya kau punya cara apa untuk membuat Hana menyukaiku?. "
" Apa yang kalian bahas?. " Sahut Hana yang telah kembali dari dapur.
" Tidak ada, Aku sebaiknya pulang dulu, Soal pembahasan tadi aku akan melanjutkannya via line. " Lanjut Katakura setelah menerima sekotak strawberry dari Hana.
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
Untuk Pembaca Setia Stay With Me aku mau mengingatkan kalau Ceritanya masih on going. Mungkin ada kesalahan dari pihak MT makanya di kasih keterangan Tamat, Untuk kalian jangan lupa dukung Stay With Me dengan Like, Komentar, Dan di simpan agar ceritanya tidak ketinggalan.
Love, Author