Stay with me

Stay with me
Brother Versus



Malam pertemuan dewan pemegang saham Dream Corp di adakan di sebuah hotel Bintang lima dimana hotel itu merupakan bagian dari aset Dream Corp sendiri, Selain itu para pengusaha sukses setiap prefektur ikut hadir dalam acara tersebut, Hana yang kini berada di kamar hotel telah selesai dengan riasan wajahnya sehingga ia dapat menemani Jun menemui para tamu undangan yang ada di ball room.


Jun yang melihat Hana yang baru saja keluar dari kamar langsung gemas dan ingin mencubit kekasihnya, Hana menyunggingkan senyum kepada Jun dan mulai mengajaknya untuk segera ke venue.




Keduanya saling bergandengan tangan menuruni anak tangga hingga semua mata langsung tertuju padanya, Urahara Kyosuke yang ditemani Mimi kekasihnya terlihat terkejut melihat keduanya saat itu, Mereka memang belum mengetahui hubungan Jun dan Hana sehingga melihat mereka turun bersamaan seperti itu membuat Mimi dan Urahara berkesimpulan bahwa keduanya sudah resmi pacaran. Di samping itu Mimi dan Urahara sendiri sudah mendapat restu dari kedua orang tua Urahara, Walaupun sebelumnya sempat di kecam.



Selain para tamu undangan, Ayah, Ibu dan kakak Jun terlihat memperhatikan keduanya yang kini telah berbaur dengan para tamu, Presdir tampak tak suka dengan Jun yang datang membawa Hana, Sehingga ketika Jun dan Hana tiba di sebelah Ayahnya, Hana terlihat menundukkan kepala lantaran takut dengan tatapan beliau.


" Ayah senang kau datang, Tapi kenapa tidak bilang kalau kau datang bersama Hana?, " Ucap Presdir tersenyum kecil pada Hana.


" Apa aku tidak boleh mengajaknya? " Balas Jun terlihat memberikan tatapan sinis pada Rey.


" Tentu saja tidak, Ayah senang kamu bisa mengajak seorang wanita di pertemuan ini. " Sambungnya cepat.


Di saat acara di mulai, Presdir mengajak kedua putranya ke depan podium untuk menyampaikan beberapa penyampaian, Selain itu beliau juga akan memperkenalkan Jun sebagai ahli waris Dream corp pada semua tamu undangan malam itu.


Hana yang hanya dapat menyaksikan di bawah tampak tak biasa dengan keramaian yang super megah seperti ini, Bertemu dengan Mimi pun seakan tak mungkin sebab sahabatnya itu terlihat sibuk berbincang dengan ibu Urahara.


" Jadi kamu yang bernama Hana yah ?" Sahut seseorang berhasil membuat Hana menoleh ke arahnya.


Hana menatap seorang wanita di depannya dengan tatapan bingung.


" Benar nyonya, Senang bertemu dengan anda. " Balas Hana sembari membungkuk hormat pada Ibu Jun.


" Aku sudah mendengar banyak tentangmu dari Rey, Ternyata benar kamu sangat cantik jika di lihat dari dekat. "


" Ah anda bisa saja, Nyonya juga sangat cantik dan terlihat awet muda. "


" Hahaha Kamu bisa saja, Kau tahu Rey dan suamiku bahkan tidak pernah memujiku seperti itu, Kau benar-benar membuatku malu. "


Hana terkejut melihat sikap Ibu tiri Jun yang jauh dari perkiraannya, Ia mengira bahwa wanita setengah baya itu memiliki sifat yang angkuh dan sombong, Tapi ternyata tidak.


" Aku tahu kau pasti tidak nyaman dengan acara ini, Kalau kamu ingin kita bisa berbicara ditempat lain, Bagaimana?" Tanyanya menunggu jawaban dari Hana.


Hana melirik ke arah Jun yang masih menemani ayahnya di atas podium, Setelah di pikir baik-baik akhirnya Hana mengiyakan ajakan Istri Presdir dan segera menuju ke tempat yang di arahkan oleh beliau.


                             *


Baru saja Hana dan Moe tiba di kamar Vip, Tiba-tiba saja kehadiran Rey membuat keduanya terkejut dan memandangnya heran.


" Ibu, Ayah memanggilmu katanya ada sesuatu yang ingin di bahas, Penting. " Ucap Rey sukses membuat Ibunya kalang kabut dan meminta maaf pada Hana karena harus pergi.


Setelah Ibunya pergi, Rey mengambil alih topik dengan menyuruh Hana kembali duduk, Pria itu menyeret kakinya menuju tempat minuman dan mengambilkan Hana segelas minuman dengan sangat lembut, Rey pun menjatuhkan tubuhnya di atas sofa yang berhadapan dengan Hana.


" Apa strawberry sudah habis? " Tanya Rey penasaran.


" Sudah, Dan ku harap kak Rey berhenti mengirimkan strawberry lagi, Jun tidak suka rumahnya di penuhi dengan strawberry. "


" Dia tidak suka rumahnya di penuhi karena strawberry atau karena aku yang mengirim semua strawberry itu?. "


Hana terdiam tanpa kata, Ia bingung harus menjawab apa, Berkata Jujur pun nantinya akan membuat kedua kakak beradik itu semakin bertengkar.


" Kalau begitu kau ingin aku mengirimkan apa?, " Tanyanya lagi.


" Tidak usah, Kak Rey tidak perlu mengirimkan apapun. "


" Kau suka bunga Mawar?."


" Kalau begitu aku akan mengirimkan Mawar sebagai gantinya, Sebuah bunga tidak akan membuat rumah Jun sempit kan? Kau juga bisa menanamnya di halaman belakang atau di luar. "


" Aku menyesal sudah menjawabnya. " Benak Hana mulai pasrah.


" Hana.., Apa kau mau menjadi pacarku?, " Lontar Rey berhasil membuat Hana melongo.


" Kak Rey, Kau tidak sedang mabuk kan?." Tanya Hana keheranan.


Rey mulai beranjak dari kursinya kemudian mendekati Hana secara perlahan, Pria itu mendaratkan tubuhnya tepat di sebelah Hana sambil mendorong tubuh gadis itu ke sofa dengan posisi yang begitu dekat, Hana yang tidak bisa bergerak terlihat menutup matanya karena takut.


" Kak Rey, Kumohon jangan lakukan ini..., Aku menganggapmu sudah seperti kakakku sendiri. " Tolak Hana mencoba menjauhkan tubuh Rey darinya.


" Apa kau yakin tidak memiliki perasaan terhadapku? " Bisik Rey di telinga Hana.


Suara pintu terbuka dengan keras seketika membuat Rey berbalik tanpa mengubah posisinya, Jun yang berhasil masuk segera menghampiri kakaknya dan menarik pria itu menjauh dari Hana, Baru saja satu tinjuan hendak di layangkan ke arah Rey, Hana dengan cepat menahan tangan Jun dan melarangnya melakukan hal itu.


" Kau sudah kelewatan, Pertama kau mengurungnya di kamar dan kedua kau ingin melakukan sesuatu yang jahat padanya, Hana sudah menjadi pacarku dan kuminta untuk tidak mendekatinya lagi. " Sahut Jun dengan tegas.


" Apa kau yakin Hana benar-benar menyukaimu?, " Lontar Rey tiba-tiba.


Jun menatap Hana dengan pertanyaan yang tidak dapat di lontarkan, Sedangkan Hana yang mulai bingung dengan situasi tersebut memilih berdiri di tengah-tengah antara kedua pria itu.


" Maafkan aku kak Rey, Jun dan aku sudah resmi berpacaran dan tolong sekali lagi untuk tidak mengirimkan apapun padaku. " Ungkap Hana sambil menatap Rey dengan serius.


Jun tampak tersenyum kemenangan mendengarnya, Dengan menarik tangan Hana meninggalkan ruangan itu, Rey terlihat ikut tersenyum legah.


" Akhirnya kau mendapatkan wanita yang baik, Kau beruntung Jun. " Gumam Rey masih tersenyum legah.


                            *


Hana langsung duduk manis saat keduanya pulang ke rumah, Jun terlihat menahan emosinya yang sejak tadi ingin di keluarkan, Melihat Hana yang memasang wajah sayu tak kuasa membuat Jun marah, Ia meraih Hana ke dalam pelukannya membiarkan emosinya mereda dengan pelukan hangat itu.


" Mulai sekarang jangan biarkan pria lain menyentuhmu, Kau tidak boleh menatap mereka dari jarak 5 cm sekalipun, Jangan berbicara dengan nada yang membuat mereka tertarik denganmu, Kau harus melakukan semua itu hanya denganku, Kau paham. "


Hana melepas pelukannya kemudian menatap Jun lekat-lekat, Tangan mungilnya mulai membelai wajah Jun, kemudian kedua tangannya meraih wajah tampan itu sambil memainkannya dengan gemas.


" Siap tuan, Hana akan melakukan semua itu untukmu. " Balasnya dengan tawa kecil yang membuat Jun ingin mengecupnya.


Baru saja Jun hendak mendekatkan wajahnya pada Hana, Kehadiran Katakura yang mendadak membuat keduanya kompak saling berjauhan dan bersikap seakan tak terjadi apa-apa.


" Sepertinya aku mengganggu kalian, ?" Ucapnya sambil menggaruk kepala tak gatal.


" Tidak juga, Ah.. aku lupa melipat pakaian, Aku pergi dulu, Permisi. " Sambung Hana berlari secepat mungkin.


" Jangan berlari seperti itu, Kau bisa terjatuh. " Sahut Jun membuat Katakura semakin melongo kebingungan.


" Apa kalian sudah resmi berpacaran?, " Bisik Katakura benar-benar kepo.


" Urus saja urusanmu sendiri, Ada apa kau datang kemari malam-malam? " Tanya Jun begitu dingin.


" Nona Scarlet pemilik Disneyland ingin bertemu denganmu,  Ini ide yang baik untuk bekerja sama dengan mereka, Kita telah berhasil bekerja sama dengan Lotte world ada baiknya kalau kita juga bekerja sama dengan mereka. "


" Baik, Siapkan persiapan untuj pertemuan dengannya. "


" Tapi besok malam dia akan pergi karena urusan bisnis jadi dia ingin kita ke sana besok pagi."


" Tidak masalah, Kita bisa berangkat malam ini. "


Setelah Jun memutuskan untuk berangkat malam ini, Ia segera menuju kamar Hana untuk membicarakannya, Saat pria itu mengetuk pintu kamar Hana dan tak ada jawaban dari dalam membuat Jun langsung membuka pintu, Di lihatnya Hana yang tengah tertidur pulas, Tak mau mengganggu Hana yang sedang tidur Jun pun membatalkan niatnya dan akan memberitahu Hana melalui pesan singkat saja.