
Reyhan pun sampai ke UKS ia melihat adegan di depannya merasa panas.
Di depannya Gilang sedang meniupi tangan Kiara yang tadi ketumpahan kuah.Kiara yang melihat ada Reyhan pun
tersenyum ke arah Reyhan.
Karena Rina di panggil oleh Bu Nissa jadilah Kiara bersama Gilang. Tadi Gilang tak sengaja melihat Kiara masuk UKS ia pun menghampirinya.
"Kak Rey,mau ngapain ke sini"ucap Kiara masih dengan senyum.
"Mau tidur ngantuk"ucap Reyhan melangkahkan kakinya berjalan ke ranjang sebelah Kiara lalu menutup tirainya.
"Lo gak masuk?"tanya Kiara kepada Gilang.
"Owh,iya gue ada ulangan"ucap Gilang"gue tinggal jangan kangen"lanjut Gilang sambil mengedipkan matanya sebelah membuat Kiara geleng geleng melihat tingkah Gilang.
Kiara yang melihat Gilang yang sudah tidak terlihat pun membuka tirainya di sebelahnya. Dilihatnya Reyhan tidur membelakanginya.
"Reyhan kamu kenapa?"tanya Kiara lembut dan menghampiri tempat tidur Reyhan.
Kiara mengusap lembut rambut Reyhan.Masih tidak ada jawaban dari Reyhan.
"Kamu sakit?"tanya Kiara kepada Reyhan.
Reyhan yang sudah tidak bisa cuek kepada Kiara membalikan badannya menghadap Kiara dan duduk.
"Iya aku sakit"ucap Reyhan membuat Kiara khawatir.
"Mana yang sakit"tanya Kiara sambil memegang dahi Reyhan.
Tangan Reyhan membawa tangan Kiara ke dadanya.
"Ini yang sakit"ucap Reyhan menunjukan bagian yang sakit.
"Kamu cemburu liat tadi?"tanya Kiara kepada Reyhan.
"Iya,aku cemburu"ucap Reyhan.
"Tiupin tangan aku panas"ucap Kiara menyodorkan tangannya dengan meringis kesakitan.
Reyhan pun meniup tangan Kiara dengan pelan dan hati-hati. Kiara hanya bisa tersenyum melihat Reyhan yang sangat perhatian padanya.
"Bahkan kamu bisa ngelakuin lebih dari Gilang"ucap Kiara"terus kenapa cemburu?"lanjut Kiara.
"Cemburu tanda sayang Ara"ucap Reyhan memberhentikan meniupi tangan Kiara.
Reyhan melihat pipi Kiara yang memerah karena tamparan Luna.
Cup
"Pipi kamu sakit?"tanya Reyhan setelah mencium pipi bekas tamparan Luna.
"Sekarang enggak"ucap Kiara tersenyum supaya Reyhan tidak khawatir.
"Jangan senyum kalau kamu sakit Ra"ucap Reyhan.
"Terus aku harus gimana?nangis"ucap Kiara bertanya kepada Reyhan.
"Mending gitu dari pada di pendem"ucap Reyhan sambil mengusap lembut pipi Kiara yang sakit.
"Gak usah,aku gak mau kamu ikut sedih"ucap Kiara.
"Kamu deket banget sama anak baru itu"ucap Kiara mendadak kepada Reyhan.
"Maksud kamu Anggita?"tanya Reyhan kepada Kiara dan di jawab anggukan.
"Dia sahabat aku "ucap Reyhan membuat Kiara membulatkan matanya.
"Dia sahabat kamu"ucap Kiara membeo perkataan Reyhan.
"Iya,emangnya kenapa?"tanya Reyhan kepada Kiara dan di jawab gelengan.
"Ya udah kamu istirahat sekarang"ucap Reyhan membuat Kiara menaiki ranjang UKS.
"Kamu jangan pergi disini aja"Ucap Kiara mencegah Reyhan pergi.Reyhan pun tak masalah menemani Kiara disini malah dia seneng.
Kiara sudah terlelap Reyhan masih memandangnya tanpa bosan. Reyhan lupa ia harus menelpon seseorang untuk menyelesaikan masalah Kiara.
'Saya mau Laluna Angelina keluar dari sekolah'
'...'
'Saya tidak menerima penolakan'
Ucap Reyhan mengakhiri telfonnya lalu ikut berbarng di ranjang sebelah Kiara sambil memandang Kiara.
Kiara yang belum benar terlelap pun membuka matanya.
"Rey,jangan keluarin dia kasian"ucap Kiara.
"apa kita harus membalasnya dengan kejahatan kalau kayak gitu kapan selesainya"ucap Kiara meyakinkan Reyhan supaya membatalkan rencananya mengeluarkan Luna.
"ok,aku bakal nurutin kamu tapi kalau dia ngelakuin hal yang buruk lagi sama kamu,aku gak akan tinggal diam"ucap Reyhan lalu menelfon seseorang.
"saya membatalkan mengeluarkan Laluna Angelina"
"..."
Reyhan pun mematikan telfonnya.
"trima kasih"ucap Kiara.
"gak perlu trima kasih"ucap Reyhan"udah tidur"lanjut Reyhan. Kiara pun menutup matanya lalu tidur.
🌹🌹🌹
Kiara membuka matanya dan ia melihat ranjang sampingnya ternyata Reyhan masih ada di sini.Ia tersenyum tulus melihat wajah damai Reyhan yang terlelep.
"Udah liatinnya"ucap Reyhan yan tiba tiba membuka matanya.
"Idih ge'er"elak Kiara.
"Itu fakta sayang ,kamu ngeliatin aku"ucap Reyhan sambil tersenyum mengejek.
"Udah ah,aku keluar"ucap Kiara sambil turun dari ranjang UKS.
Reyhan yang melihat Kiara malu malu hanya terkekeh membiarkan Kiara pergi.
Setelah Kiara keluar,Reyhan pun memutuskan pulang karena ini sudah jam pulang.
🌹🌹🌹
"Kiara"ucap Kiara mengulurkan tangannya ke pria di depannya yang tak lain saudara Rina.
Rina sudah ngincir pulang duluan setelah mengantarnya,karena ada acara keluarga. Jadi tinggal Kiara sendiri yang berada di cafe bertemu dengan saudara Rina.
"Kelvin"ucap pria tersebut bernama Kelvin,membalas uluran tangan Kiara.
"Kayaknya kita pernah ketemu"ucap Kiara tak asing mendengar nama Kelvin.
"Mungkin"ucap Kelvin mengingat ingat.
"Lo adik kelas yang jatuh di kantin"ucap Kelvin mengingatkan Kiara.
"Owh,lo kakak kelas yang bantu gue waktu itu"ucap Kiara mengingat kejadian di kantin.
"Jadi lo kenapa mau kerja?"tanya Kelvin kepada Kiara"bukannya lo anak orang kaya"lanjutnya.
"Gue cuma pengen kerja"balas Kiara tak memuaskan bagi Kelvin.
"Lo di trima kerja di sini"ucap Kelvin membuat Kiara berbinar senang.
"Jadi kapan gue mulai kerja?"tanya Kiara dengan antusias.
"Besok"ucap Kelvin.
"Tapi besok minggu"ucap Kiara.
"Justru hari minggu banyak pengunjung dateng"ucap Kelvin
"Iya juga ya"ucap Kiara
"Ini cafe punya lo"tanya Kiara kepada Kelvin yang di jawab anggukan.
"Lo hebat banget masih remaja udah punya cafe"ucap Kiara kagum dengan apa yang di miliki Kelvin.
"biasa aja"balas Kelvin dengan tersenyum.
"kok gue gak pernah liat lo di sekolah?"tanya Kiara. Memang benar Kiara jarang banget melihat Kelvin kalo gak di kantin waktu itu.
"gue emang jarang sekolah,karena gue atlit renang jadi harus latihan"ucap Kelvin.
"jadi lo atlit"ucap Kiara tak percaya sungguh ia sangat salut kepada Kelvin yang masih muda tapi sudah menjadi atlit dan pembisnis cafe.
Mereka pun berbincang bincang dan sampai Kiara memutuskan pulang karena udah sore.
"Kayaknya gue harus pulang"ucap Kiara berpamitan kepada Kelvin.
"Mau diantar"tawar Kelvin kepada Kiara.
"Gak usah"ucap Kiara"gue pulang dah" lanjut Kiara.
Kiara pun melangkahkan kakinya keluar dari cafe tersebut