Stay with me

Stay with me
Apa itu jatuh Cinta?



Sudah 3 hari ini Jun tidak ingin keluar kamar lantaran masih bingung dengan kondisinya yang tidak karuan, Satu yang pasti hal itu akan terjadi apabila dirinya bertemu dengan Hana, Untuk itu dirinya tak ingin bertemu dengan Hana untuk sementara waktu, Namun Hana yang tidak tahu apa-apa terus mengetuk pintu mengajaknya untuk makan.



" Simpan saja makanannya di depan pintu, Aku akan mengambilnya nanti. " Jawab Jun dari dalam.


" Apa kau sakit? Kenapa harus makan di kamar kalau kau tidak sakit?." Tanya Hana penasaran.


" Aku baik-baik saja, Kau tidak perlu memikirkan aku, Urus saja dirimu sendiri. "


" Dia benar-benar pria yang sulit di tebak. " Benak Hana menatap pintu kamar Jun dengan tajam.


" Baiklah..., Aku akan meninggalkan makananya di depan pintu, Oiya satu lagi, Hari ini aku akan keluar untuk belanja keperluan dapur. "


" Pergi saja..  Lama-lama juga tidak masalah. "


Hana pun segera pergi begitu ia meletakkan makanan untuk Jun di depan pintu kamarnya, Beberapa saat kemudian Jun membuka pintu dan menengok kesana kemari memastikan apakah Hana sudah pergi atau belum.


Karena Hana sudah tidak ada ia pun dapat menghabiskan makanan itu di ruang makan, Begitu Jun turun dari lantai dua suara bel membuatnya segera melangkah menuju monitor infokom, Melihat kedatangan Urahara ia pun langsung menekan tombol kunci buka otomatis sehingga sahabatnya itu dapat segera masuk.


" Ada perlu apa kau datang kemari?." Tanya Jun menjatuhkan tubuhnya di kursi sambil menyantap makanannya.


" Hana memberitahuku kalau kau bersikap aneh, Itu sebabnya aku datang untuk melihat keadaanmu. "


" Aku baik-baik saja, Tidak ada yang salah denganku. "


" Lalu kenapa kau menghindari Hana akhir-akhir ini?. "


" Dia memberitahumu juga?. "


" Aku curiga kalau kau benar-benar menyukai Hana itu sebabnya sikapmu aneh saat bertemu dengannya."


" Sok tau sekali, Aku mana mungkin menyukai gadis seperti dia. "



" Apa yang salah dengan Hana? Dia gadis mandiri yang baik hati dan jika di lihat-lihat wajahnya sangat menggemaskan, Untuk wanita ukuran seperti Hana dia sudah termasuk Girlfriend material kok. "


Baru saja Jun akan melanjutkan percakapannya, Tiba-tiba saja Hana sudah pulang dan seketika itu membuat Jun beranjak meninggalkan tempatnya.



" Kenapa dia pergi setelah melihatku? Apa aku terlihat seperti hantu?. " Tanya Hana di balas gelengan tawa oleh Urahara.


                            *


" Jatuh Cinta... Jatuh Cinta...., Ini dia. " Ucap Jun begitu menemukan sebuah artikel yang membahas soal jatuh Cinta.


Pria itu menatap layar laptopnya dengan jeli sembari membaca kata tiap kata yang ada di artikel tersebut, Setelah membacanya Jun menyamakan apa yang ia rasa dan ia baca saat itu, Dan jawabannya mengarah bahwa dirinya memang sedang jatuh Cinta.


" Mana mungkin, Aku tidak bisa menyukai gadis itu, Dia bukan tipeku. " Tolak Jun menutup layar laptopnya dengan keras.


Suara ketukan pintu berhasil membuat Jun terperonjak kaget sambil menoleh ke arah pintu kamarnya.


" Apa kau sudah tidur?." Tanya Hana dari luar sana.


Jun tidak menjawab.


" Ada apa? " Ucapnya dengan ekspresi orang yang baru saja bangun tidur.


" Lampu kamarku tiba-tiba mati dan aku tidak bisa tidur dalam keadaan gelap, Apa kau bisa membantuku memasang lampu baru?. "


Jun sendiri tidak tau menahu soal memasang lampu namun ia mencoba untuk menggantinya, Menelpon orang untuk menggantikannya pun percuma, Sudah pukul 2 malam dan tentu semua orang sudah tidur. Karena tubuh yang tinggi Jun dapat meraih tempat lampu tersebut dan segera menggantinya dengan yang baru.


" Apa sudah berhasil? " Tanya Hana sambil mendongak melihat aksi Jun memutar bohlam lampunya.


" Sudah. Coba kau nyakahkan saklarnya. " Perintah Jun segera di lakukan oleh Hana.


Sesaat setelah Hana menaikkan saklar Lampu yang telah berhasil Jun pasang menyalah dengan terang, Namun beberapa menit kemudian lampunya kembali padam bahkan bukan hanya lampu di kamar Hana saja melainkan di seluruh rumah itu.


" Kau di mana??? " Tanya Hana yang mulai ketakutan dan mencoba berjalan pelan ke arah Jun berada.


Jun yang baru saja turun dari tangga segera mencari Hana, Begitu ia mendapat lengan Hana spontan Hana memeluk Jun sambil mengeluh ketakutan, Jun mencoba menyalahkan ponselnya lagi namun ternyata lowbat begitu pun dengan ponsel milik Hana.


" Apa kau mempunyai senter?. "


Tanya Jun.


" Aku meninggalkannya di apartemen, Kau sendiri bagaimana ini kan rumahmu?. "


" Aku tidak ingat di mana pernah menyimpannya, Lampu di rumahku memakai tenaga listrik semua sehingga rumah menjadi gelap gulita kalau padam seperti ini. "


" Kau tunggu di sini aku akan mencari senternya. "


" Tidak mau..., Aku takut. "


" Tidak ada hantu di rumahku, Kenapa kau harus takut. "


" Aku tidak mauuuu... "


Jun tercekat mendengar isak tangis Hana saat itu, Ia tak menyangka kalau gadis itu sangat takut dengan kegelapan, Terpaksa Jun mencari senter itu sambil menggandeng tangan Hana. Saat menuruni anak tangga karena situasi yang gelap Hana tidak memperhatikan langkahnya sehingga membuatnya terplset Namun Jun dengan cepat menariknya dan mengubah posisi jatuh mereka sehingga saat terjatuh Jun lah yang duluan berada di bawah.


"  Ahh... "


" Apa kau baik-baik saja.? " Tanya Hana mencari sosok pria itu.


Jun yang sudah terkapar di bawah tampak meringis kesakitan dengan lengannya yang sempat terlipat saat jatuh.


" Tanganku sakit, Sulit di gerakkan. " Jawabnya pelan.


Dalam hitungan detik lampu kembali menyalah dan membuat keduanya dapat melihat satu sama lain, Hana segera mengambilkan kotak P3K untuk mengobati luka yang di dapat Jun saat jatuh tadi.


" Sepertinya pergelanganku patah, Rasanya sakit sekali. " Keluh Jun di saat Hana mengolesi obat merah pada lututnya yang tergores.


" Apa sebaiknya kita ke rumah sakit?. "


" Tidak perlu, Aku masih bisa menahanya, Kau sendiri tidak kenapa-napa kan?. "


" Aku baik-baik saja..., Maafkan aku karena terus memegangmu kau jadi kesulitan untuk berjalan. "


" Ini bukan kesalahanmu, Aku saja yang salah karena tidak hati-hati. "


Setelah mengobati Jun, Keduanya pun segera kembali ke kamar mereka masing-masing, Sebelum memasuki kamar Jun menatap Hana dengan tulus dan mengucapkan selamat tidur untuk gadis itu, Begitu pun dengan Hana yang membalasnya dengan senyuman yang lagi-lagi membuat jantung Jun berdebar sangat kencang.