
Bel Pulang sekolah berbunyi semua murid berjalan menuju keluar gerbang sekolah begitu juga Kiara dan Rina.
"Ra lo pulang dijemput"tanya Rina ke Kiara
"Iya di jemput"ucap Kiara
"Syukurlah lo hari ini di jemput jadi lo gak usah naik angkutan umum"ucap Rani dengan lega karena temannya ini tidak naik angkot hari ini.
Rani sangat khawatir jika Kiara naik angkot karena pasti di angkot bau terus ada penjahatnya.Rani sudah menganggap Kiara seperti saudara sendiri begitu juga dengan Kiara.
"Iya gue di jemput sama angkot hehehe"ucap Kiara dengan tawanya
"Ya udah hati-hati kalau ada penjahat yang datang lo kasih parfum tuh matanya biar perih"saran Rina ke Kiara
"Lo gak lupa kalau lo kerja di tempat Kelvin"ucap Rina mengingatkan Kiara.
"Enggak lah"ucap Kiara.
"Ya udah semangat"ucap Rina memberi semangat.
Rina memandang punggung Kiara yang sudah mulai jauh . Rina saat ini sedang menunggu jemputannya di halte. Namu tak lama kemudian seorang pengendara motor sport datang dengan menggunakan helm fullfacenya yang ia pakai.
"Kiara kemana?"tanya Gilang sambil melepas hlemnya kepada Rina. Rina hanya tersenyum miris mendengar pertanyaan Gilang.
"udah naik angkot"ucap Rina.
"telat dong gue"gumam Gilang pelan namun masih bisa di dengar Rina.
"lo mau bareng?"tawar Gilang kepada Rina.
"bener nih gak papa?"tanya Rina memastikan.
"udah cepet naik"ucap Gilang dan Rina pun langsung naik ke motor besar Gilang.
Gilang mengantar Rina ke rumahnya ada rasa senang di hati Rina ketika Gilang menawarinya tumpangan.
🌹🌹🌹
Saat perjalan ke tempat biasanya ia bertemu dengan Reyhan tiba tiba getaran di saku Kiara membuatnya ingat bahwa seseorang sedang menunggunya saat ini.
Kiara pun menjawab panggilan tersebut dan tenyata itu dari Reyhan.
"Kiara,kamu dimana?"
"Kok kamu lama?"
"Kamu selingkuh ya?"
Ucapan terakhir Reyhan tersebut membuat Kiara tertawa.
"Kok ketawa?jadi bener kamu selingkuh?"Ucap Reyhan mencurigai Kiara.
"Ya ampun,aku gak selingkuh"ucap Kiara.
"Ini aku jalan mau kesitu" lanjut Kiara
"Bener gak selingkuh?"tanya Reyhan
"Iya"ucap Kiara dengan tersenyum geli melihat tingkah Kiara.
"Udah,aku matiin"lanjut Kiara.
Kiara mengakhiri telponnya lalu memasukan hpnya di saku.Ia pun bejalan menuju ke tempat mobil Reyhan.
Sesampainya di mobil Reyhan ia pun masuk.
Kiara tak tau kalau sendari tadi seorang perempuan mengikutinya dan saat ini sedang bersembunyi di balik pohon.
"Gue harus cari tau kebenarannya"ucap Laluna. Yap,orang tersebut Laluna yang sengaja mengikuti Kiara.
Kiara yang suguhi oleh tatapan tajam Reyhan yang mengarah padanya hanya mengerutkan keningnya.
"Kamu kenapa?"tanya Kiara kepada Reyhan namun yang di tanya hanya diam.Kiara tau diamnya Reyhan pasti karena di telfon tadi.
"Rey,aku gak selingkuh"ucap Kiara kepada Reyhan sambil meyakinkan bahwa ia tidak selingkuh.
"apa buktinya?"tanya Reyhan masih dengan tatapan tajamnya.
"Buktinya aku masih di samping kamu"ucap Kiara membuat Reyhan lega.
"Aku cinta kamu kiara"ucap Reyhan sambil menarik Kiara kedalam pelukannya.
"Aku juga"ucap Kiara membalas pelukan Reyhan dengan hangat.
"Juga apa?"tanya Reyhan
"Aku juga cinta kamu"ucap Kiara
"Yang kamu lihat di kantin tadi,kamu marah?"tanya Reyhan yang khawatir Kiara marah. Karena tadi Kiara tiba tiba meninggalkan kantin.
"Enggak,aku percaya sama kamu"ucap Kiara tersenyum tulus ke Reyhan.
Reyhan pun mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.
Reyhan berhenti di pinggir jalan bukan rumah Kiara,karena apa?ia pun tidak tau kenapa Kiara tak mau ia mengantarnya sampai rumah.
"Bener sampai sini aja?"tanya Reyhan kepada Kiara
"Iya"ujar singkat Kiara
"Ya udah aku turun ya"ucap Kiara sambil mengecup singkat pipi Reyhan membuat Reyhan tersenyum melihat tingkah kekasinya itu.
"Jangan lupa kabarin aku"ucap Reyhan sedikit teriak karena Kiara sudah agak menjauh dari mobilnya.
Kiara pun melihat mobil Reyhan sudah jauh. Ia pun melangkahkan kakinya menuju kafe.
Sesampainya di kafe Kiara mengganti bajunya dengan baju pelayan.
"Kia,lo baru dateng"ucap Kelvin melihat Kiara.
"Kelvin,maaf ya gue telat"ucap Kiara sadar karena ia telat berangkat.
"Tenang aja gak papa kok"ucap Kelvin.
"Lo baru pulang sekolah?"tanya Kiara yang melihat seragam sekolah yang masih melekat di tubuh Kelvin."kok gue gak pernah liat lo di sekolah?"lanjutnya.
"Iya,mungkin jam istirahat kita beda"balas Kelvin.
"Kapan kapan kita istirahat bareng"ujar Kiara mengajak Reyhan "Ya udah gue kerja dulu"lanjut Kiara pamit kepada Kelvin.
Kiara pun melayani pengunjungnya dengan sangat baik.Senyumnya tak pernah luntur untuk pengunjung.
Di meja terlihat Luna dan teman temannya duduk sambil berbincang bincang.
Kiara menghampiri meja tersebut dengan membawa nampan makanannya.Ia tak tau kalau meja tersebut ada Luna ,karena Luna membelakanginya.
"Ini pesanannya,selamat menikmati"ucap Kiara dengan senyum ramah.
Senyuman itu luntur karena melihat Luna tersenyum mengejek.
"Baju yang lo pake cocok"ucap Luna mengejek.
"Makasih"ucap Kiara dengan senyum ramah ia pun pergi dari meja Luna.
"Eh pelayan"ucap Luna membuat Kiara berhenti dari langkahnya dan membalikan badannya menoleh ke Luna.
"Gue pesen jus Jambu satu"ucap Luna.
"Baik,mohon di tunggu"ucap Kiara lalu melangkahkan kakinya menuju dapur dan membuatkan jus untuk Luna.
Tak lama pesanan yang di pesan Luna pun sudah jadi. Ia pun segera mengatar ke meja Luna.
"Silahkan menikmati"ucap Kiara.
Luna pun sengaja menyenggol gelas itu dan gelas tersebut jatuh lalu pecah.
"Lo narunya yang bener dong liat tuh pecah"ucap Luna"baju gue jadi kotor"lanjut Luna.
"Maaf bukanya anda sendiri yang menyenggol minuman itu jatu jadi itu bukan salah saya"ucap Kiara membela diri.
"Lo nyalahin gue"ucap Luna
"biar gue panggil bos lo dan siap siap bakal di pecat"lanjut Luna.
Kelvin yang mendengar keributan di cafenya pun berjalan ke keributan tersebut.
"Ada apa ini?"Tanya Kelvin kepada Kiara saat sampai di tempat keributan tersebut.
"Maaf pak,Dia nuduh saya menumpahkan minumannya"ucap Kiara formal membuat Kelvin menatap Kiara aneh.
"Palayan anda sangat tidak sopan karena sudah menumpahkan minuman ke baju saya"ucap Luna kepada Kelvin.
"Saya minta anda memecat pelayan anda ini"lanjut Luna sambil menunjuk Kiara.
"Maaf mbak,saya tadi liat mbaknya yang nyenggol minuman itu sampai jatuh"ucap salah pengunjung di cafe tersebut kepada Luna. Membuat Luna mati kutu.
"Jadi sudah jelas bahwa pelayan saya tidak salah"ucap Kelvin kepada Luna.
Luna yang merasa kesal pun pergi dari cafe tersebut dan diikuti oleh teman temannya.
"Makasih kel"ucap Kiara.
"Gak usah makasih"ucap Kelvin melangkakan kakinya menuju ke ruangannya.Kiara pun melanjutkan pekerjaannya.