Stay with me

Stay with me
Sedikit lebih dekat



Suara ketukan pintu berhasil membuat Hana terbangun, Ia melirik jam yang ada di atas meja dengan mata yang menyipit, Masih pukul 5:00 dan suara ketukan pintu itu kembali membuatnya beranjak dari tempat tidur, Saat ia membuka pintu tampak sosok Jun yang telah siap dengan stelan olahraganya.


" Ayo kita pergi jogging " Ajak Jun begitu bersemangat.


" Kau saja, Aku mengantuk. "


Baru saja Hana hendak menutup pintu kamarnya, Jun sudah berdeham dan kembali mengingatkannya akan peraturannya, Dengan wajah kesalnya Hana meminta Jun untuk menunggu di bawah selagi dirinya bersiap-siap.


Beberapa saat kemudian Hana turun dan menghampiri Jun yang sudah memasang wajah kecutnya, Jun memarahi gadis itu karena sudah membuatnya menunggu namun Hana tak menggubrisnya dan memilih untuk berlari duluan. Jun menyusulnya sambil marah-marah tidak jelas sehingga membuat Hana kembali memasang headset di telinganya agar tidak Mendengar celotehan pria itu.


Setelah cukup lama mengitari kompleks, Hana dan Jun memutuskan untuk beristirahat di taman dekat rumah Jun, Melihat Jun yang kehausan membuat Hana segera beranjak menuju mesin minuman, Karena ia tahu Jun pernah mengidap penyakit parah Hana pun memilihkan jus untuk Jun sementara dirinya hanyalah sekaleng Moccacino.


" Ikut aku, Kita sarapan di luar saja hari ini " Ajak Jun setelah menghabiskan Jusnya.


" Tapi aku tidak mau ke restaurant mahal yah" Sahut Hana dan hanya di balas anggukan pelan dari Jun.


                            *


Setelah pulang dari sarapan pagi, Hana dan Jun tiba-tiba di kejutkan dengan kehadiran Rey di depan rumah pria itu, Hana menatap Jun yang terlihat begitu kesal sebaliknya Rey menatap Jun dengan tatapan mata yang tajam.



" Untuk apa kau datang ke rumahku sepagi ini? " Tanya Jun dengan nada tinggi.


" Tujuanku datang seperti waktu itu, Aku tidak akan pergi sebelum kau menerimanya " Balas Rey begitu santai.


Hana tak mengerti apa yang kedua kakak beradik ini bicarakan, Jun meminta Hana untuk masuk duluan, Rey menatap Hana yang berjalan dengan ragu memasuki rumah Jun setelah itu kembali menatap adiknya dengan seribu pertanyaan.


" Kau tinggal bersama seorang gadis? Pacarmu? " Tanya Rey kemudian.


" Bukan urusanmu, Sekarang juga pergilah aku tidak ingin bertemu denganmu " Ketus Jun.


" 2 hari lagi, Ku harap kau akan datang " Lanjut Rey sebelum meninggalkan adiknya.


Setelah cukup jauh dari rumah Jun, Rey tampak menatap bayangan rumah besar itu dari spion mobilnya.


" Sepertinya aku tau cara mengajakmu ke pertemuan itu Jun " Ucap Rey tersenyum legah.


                            *


Dua hari telah berlalu dan Jun masih terlihat dalam suasana kesalnya, Hana sendiri tak berani menegur pria itu karena ia tahu Jun akan lebih emosi jika di tanggapi untuk itu ia memilih diam sampai Jun sendiri yang mengajaknya bicara.


Sebuah panggilan masuk baru saja membuat Hana bergeming dan melirik layar ponselnya, Tak ada nama kontak di sana sehingga membuat gadis itu menaikkan alis penasaran. Jun meliriknya dengan wajah ingin tahu, Namun Hana segera beranjak dari kursinya menuju halaman belakang.


" Hallo? "


Begitu kembali dari menelpon Hana meminta kepada Jun untuk mengizinkannya keluar sebentar, Jun sempat bertanya dengan siapa ia menelpon barusan namun Hana menjawab bahwa yang di teleponnya tadi adalah Ibu panti. Setelah Jun mengizinkannya pergi, Hana pun dengan cepat meninggalkan rumah pria itu.


" Dari mana Kak Rey bisa mendapatkan nomorku? " Tanya Hana yang sejak tadi penasaran.


" Katakura san mengirimkannya padaku " Balasnya lembut.


" Terus, Kenapa kakak mengajak bertemu denganku? "


Di lain tempat, Katakura yang baru saja datang untuk menyerahkan laporan kepada Jun langsung menegur Jun yang saat itu tengah melamunkan sesuatu.


" Kau kenapa? Wajahmu seperti orang yang mau mati saja "


" Malam ini, Penentuan presdir Dream corp, Aku tidak bisa pergi setelah meninggalkan mereka selama 7 tahun "


" Apa kau tidak ingin menjadi Direktur utama Dream Corp? "


" Aku tidak bisa, Rasanya berat menerima semua itu sendirian, pria itu seakan tak adil dengan keputusan bodohnya, Rey juga datang dengan bodohnya mengajakku untuk ke pertemuan itu, Dia seakan-akan membuatku menjadi orang jahat dengan menerima semua itu "


" Kau yakin tidak ingin kesana? Sepertinya Rey sudah mengajak Hana ke pertemuan itu "



" Apa? Hana pergi bersama Rey??? "


Melihat reaksi Jun yang seakan tak terima Hana pergi bersama Rey tampaknya berhasil membuat pria itu ingin pergi juga, Ia bahkan meminta Katakura untuk mencarikan tuxedo terbaiknya untuk di kenakan malam ini.


                             *


Malam pengumuman serah jabatan direktur Dream Corp di adakan di Tokyo Dome city yang di adakan cukup mewah dan hanya orang-orang tertentu yang di undang di sana, Beberpa petinggi perusahaan lain seperti keluarga Urahara pun turut hadir di acara tersebut, Para hadirin yang datang pun mengenakan pakaian yang sopan dan formal begitu pun dengan Hana yang saat itu baru saja menuruni mobil bersama Rey.



Hana tampak cantik dengan balutan dress putih dengan rambut yang di biarkan terurai, Sementara Rey kini telah siap dengan memberikan lengannya kepada Hana, Gadis itu meraih lengan Rey dan berjalan bersama di Red carpet, Hana merasa dirinya sudah seperti seorang artis berjalan di karpet merah itu.


" Jangan nervous, Nikmati saja suasananya " Bisik Rey yang merasakan kegugupan Hana ketika gadis itu mencengkram lengannya dengan kuat.


" Ini pertama kalinya aku ke tempat seperti ini, Jadi aku merasa tidak nyaman " Balas Hana.


Rey menyentuh tangan Hana yang melingkar di lengannya dengan maksud memberikannya kepercayaan diri, Dan setelah melalui karpet merah barusan kini Hana di hadapkan dengan berbagai macam orang-orang yang menatapnya sambil tersenyum, Mereka berpikir bahwa yang di bawa oleh Rey malam itu adalah pasangannya sementara Hana yang tau apa-apa hanya dapat membalasnya dengan senyuman kecil.


Tiba di saat acara mulai, Seorang Mc yang membuka acara tersebut mempersilahkan Misugi Arata sebagai Presdir Dream Corp untuk menyampaikan sepatah kata untuk menyambut kedatangan tamu yang datang malam itu, Sesekali ia mencari sosok putranya di saat ia berpidato berharap putranya itu segera datang.


Dari arah jam 12 tampak sosok Jun di temani oleh Katakura sibuk mencari Hana, Presdir yang melihat putranya sudah datang langsung menyambut kedatangannya saat itu juga, Sontak semua mata langsung tertuju kepadanya.