
Sesampainya di rooftop ia melihat Reyhan tertidur di sofa panjang rooftop.
"Reyhan"ucap Kiara membangunkan Reyhan.
"Kamu lama banget"ucap Reyhan"kamu cari gebet ya"lanjut Reyhan
Reyhan pun bangun dari tidurnya dan menatap Kiara dengan tajam.
"Ya ampun rey,aku dari tadi gak liat hp"ucap Kiara"jadi maaf "lanjut Kiara meminta maaf.
"Kamu lupain aku karena ke asikan main sama Rina"ucap Reyhan diangguki Kiara.
"Nih aku bawain roti sama susu"ucap Kiara menyodorkan makanan yang ia bawa.
"Rey,jangan marah"ucap Kiara"nanti kalo marah gantengnya ilang"lanjut Kiara membuat Reyhan tersenyum.
"Ya udah suapin roti sama susunya sampai habis"ucap Reyhan dan Kiara pun memenuhinya.Kiara pun menyuapi Reyhan.
"Ada anak baru di kelas kamu?"tanya Kiara membuat Reyhan memberhentikan makannya sejenak.
"Kamu tau"ucap Reyhan
"Cantik gak?"tanya Kiara sekali lagi.
"Cantik,tapi masih cantikan kamu"ucap Reyhan masih dengan memakan makanannya.
"Kamu kenapa?"tanya Reyhan sudah menyelesaikan makan makanan tang di suapi Kiara.
"Mulai hari ini jangan jemput aku,kamu cuma bisa antar pulang"ucap Kiara
"Kok gitu,kenapa?"tanya Reyhan kepada Kiara dengan nada tidak suka.Karena peluangnya dekat dengan Kiara semakin sedikit.
"Gak papa"ucap Kiara"kayaknya aku harus ke kelas"lanjut Kiara melangkakan kakinya keluar dari rooftop.Reyhan tak mencegah karena memang kelas mau masuk.
🌹🌹🌹
sesampainya di kelas Kiara sangat kaget,karena sudah ada guru yang menerangkan.
"Assalamuaalaikum"ucap salam Kiara memasuki kelasnya dengan sopan.
Kiara pun masuk ke kelasnya dan mencium punggung tangan bu Rita. Sungguh Kiara anak yang manis.
"dari mana saja kamu"tanya bu Rita dengan tatapan menyelidik.
"saya dari kamar mandi bu"ucap Kiara.
"ya sudah duduk"ucap Bu Rita tanpa curiga kalau Kiara sedang berbohong. Kali ini dewi fortuna ada di pihaknya.
"lo dari mana aja"tanya Rina yang melihat Kiara baru sampai di kelas.
"ketemuan sama doi"ucap Kiara"udah tuh dengerin guru nerangin"lanjut Kiara.
🌹🌹🌹
Sepulang sekolah Kiara langsung pulang kerumah dan di suguhi pemandangan yang tidak mengenakan yaitu Diana dan Anggita.
Papa Kiara sudah berangkat ke luar kota tadi pagi.
"Mulai sekarang lo tidur di kamar tamu karena kamar lo gue pake"ucap Anggita semenah-menah.
"Gak ada tempat lain bekas tempat tidur orang aja di embat"ledek Kiara.
"Dan mulai sekarang kamu harus masakin kita berdua karena bik inah pulang kampung"ucap Diana
Kiara tak merespon apa apa ia langsung ngicir pergi ke kamarnya lalu menguncinya.
"Kia,itu kamar gue"triak Anggita di bawah ia tak menanggapi mending sekarang ia ganti baju terus tidur cantik.
Tok...tokk...tok
"Lo gak denger itu kamar gue"celoteh Anggita di depan pintunya.
"Lo punya kamar sendiri"ucap Kiara tak mau kalah.
"Gue gak mau tau pokonya lo harus pindah"ucap Anggita.
"Kalo lo gak mau pindah gue bilangin papa"lanjut Anggita.
"Bilangin aja"ucap Kiara membuat Anggita langsung membuka hpnya dan menelpon Papanya.
Tak lama hp Kiara pun berdering tertera nama papanya.Ia pun langsung mengangkat telfonnya.
'Hallo' ucap Kiara
'Kia,kamu harus ngalah sama Anggita'ucap Arif papa Kiara yang tidak menerima bantahan.
'Ini kamar Kia gak ada yang boleh tidur disini selain kia'balas Kiara kekeh tak mau pindah dari kamarnya.
'Kasian Anggita ga bisa tidur di kamar barunya'ucap Arif.
Kiara pun langsung mematikan telponnya scara sepihak. Ia pun membuka pintunya dan berhadapan dengan Anggita.
"Puas lo"ucap Kiara dan mendapat senyuman ejekan dari Anggita.
Kiara pun berjalan ke kamar tamu yang akan ia tempati sekarang.
"Kenapa?"ucapnya sambil menitikan air matanya.
"Kenapa papa berubah sama Kia?"ucap Kiara sambil menangis.
"Papa udah gak sayang lagi sama kia"ucap Kiara masih menangis deras sampai ia tertidur diatas lantai.