
Hana menjatuhkan tubuhnya pada sebuah bangku taman setelah berjalanan sendirian tanpa arah, Ia kembali memikirkan nasibnya yang mulai berantakan akhir-akhir ini, Bahkan setiap perbuatannya terkadang ia lakukan bukan atas kehendak hatinya sehingga membuatnya cukup frustasi sekarang, Hana bisa saja menemui presdir untuk menagih janjinya, Tapi ia tak mau berurusan dengan pria itu lagi.
Hana menengok kesana kemari dengan pandangan mengintai, Semua orang tampak sibuk berjalan sambil memasukkan tangan ke dalam saku, Musim dingin di bulan januari biasanya akan menjadi sangat dingin, Memakai pakaian tebal serta syal sangat penting untuk mereka yang berada di luar ruangan. Cepat-cepat Hana meninggalkan tempat itu sambil merangkul tasnya, Baru beberapa saat melangkah tiba-tiba saja tanpa disengaja Hana disambar seorang pria sehingga membuatnya hampir terjatuh.
" Maafkan aku, Aku tidak sengaja... Aku sedang buru-buru soalnya. " Ucap pria itu dengan menyesal.
" Aku juga minta maaf karena tidak hati-hati. " Jawab Hana
Pria itu menatap Hana dengan heran begitu Hana mengatakan tidak apa-apa, sambil membuka kaca mata hitamnya, Pria tinggi yang berpenampilan misterius itu menunjuk Hana dengan penuh semangat.
" Hana... " Ucapnya begitu kegirangan.
Hana sendiri tampak kebingungan dengan tingkah pria di depannya itu, Ia bahkan mengetahui nama Hana dan menyebutnya seakan-akan keduanya sangat dekat.
" Kamu siapa?, " Tanya Hana menatap pria itu dari atas sampai bawah namun masih tidak dapat mengenalinya.
" Ryota Akihiko, Kau tidak mengingatku,? Kita bahkan tumbuh bersama di panti asuhan sebelum aku di adopsi. "
" Ryotaaaaaaaaa. " Seru Hana begitu kegirangan
Keduanya saling lompat lompat kegirangan setelah mengenal satu sama lain, Sudah 15 tahun lebih keduanya terpisah karena Ryota berhasil mendapat orang tua asuh, Dulu Hana dan Ryota merupakan anak panti angkatan pertama yang di asuh oleh Naori san, Kini keduanya di pertemukan di saat usia mereka menginjak 25 tahun.
" Apa yang kau lakukan di sini? Bukannya kau tinggal bersama Naori san di Furano?." Tanya Ryota
Hana kemudian menceritakan pengalamannya saat pertama kali tiba di Tokyo, Mulai dari awal hingga saat ini, satu yang tidak di ceritakan nya adalah Misugi Jun karena Hana berpikir orang seperti Jun yang mengenalnya dekat mungkin akan membuat Ryota terkejut. Ryota sendiri tampak bersemangat mendengar cerita Hana, Melihat gadis itu yang tumbuh menjadi gadis dewasa yang cantik benar-benar membuat Ryota pangling.
" Kau sendiri kenapa kau ada di sini?, " Tanya Hana balik.
" Aku bekerja di JM Entertainment, Perusahaan hiburan nomor satu di Jepang itu loh?. "
" Kau artis sekarang?, "
" Bukan.., Lebih tepatnya aku sebagai asisten produser di sana, Kalau kau punya waktu aku bisa mengajakmu kesana. "
" Sebenarnya aku sedang mencari pekerjaan, Apa kira-kira ada pekerjaan yang cocok denganku?, "
Ryota terdiam sembari memikirkan pekerjaan apa yanh cocok untuk Hana, Mengingat ia tengah terburu-buru karena ada jadwal penting, Ryota memberikan kartu namanya kepada Hana di mana nomornya tercantum di kartu tersebut sehingga ia bisa menghubunginya untuk melanjutkan percakapan mereka.
*
Gadis itu terus menatap layar ponselnya dengan tatapan tajam berharap sebuah notifikasi segera berbunyi, Setelah itu ia mengedarkan pandangannya ke arah pintu cafe kemudian kembali ke layar ponsel dan begitu seterusnya hingga seorang pria berstelan jas navy memasuki cafe itu dan mulai menghampirinya dengan senyum.
" Apa kau sudah menunggu dari tadi?, " Tanya Jun begitu berhasil menjatuhkan tubuhnya di kursi yang berhadapan dengan Hana.
" Tidak juga, Kau ingin pesan apa?, " Tanya Hana mengalihkan topik.
Jun mulai memanggil pelayan dan memesan makanan sesuai selera Hana, Ia juga meminta kepada pelayanan untuk membuatkan cheesecake spesial untuk Hana, Gadis itu tersenyum kegirangan mendengar Jun memesankannya kue kesukaanya.
" Kau terlihat gelisah begitu, Dari tadi aku memperhatikanmu menatap layar ponsel terus menerus, Sedang menunggu siapa?, " Lontar Jun dengan nada cemburu.
" Aku baru saja mengirimkan pesan pada temanku untuk mencarikanku pekerjaan, Sampai sekarang dia belum membalasnya. "
" Jun.., Pekerjaan kantor tidak cocok denganku, Ayolah jangan membahas soal ini lagi, Biarkan aku memilih jalan hidupku sendiri. "
Jujur, Jun masih merasakan ada yang di sembunyi oleh Hana sampai hari ini, Namun Jun tidak ingin membahasnya karena takut jika saja Hana akan marah dan membuat hububungannya semakin memburuk.
Begitu pesanan mereka tiba, Keduanya langsung menyantap hidangan yang ada di hadapan mereka tanpa berkomentar apa-apa. Jun masih memperhatikan Hana yang sibuk menantikan balasan dari temannya itu, Saat ini Jun benar-benar tidak nyaman namun terus menutupi perasaanya.
Setelah menghabiskan makan siangnya, Sebuah panggilan telepon membuat Hana langsung menyambar ponselnya kemudian menjawab panggilan yang tak lain datangnya dari Ryota, Hana beranjak dari kursinya dan meninggalkan tempatnya sedikit lebih jauh. Jun kembali di buat gelisah, Ia tak tahu teman Hana yang mana tengah berbicara bersama kekasihnya itu, Setaunya Hana tidak memiliki teman di Tokyo kecuali Mimi, Lalu siapa teman yang di maksud itu.
" Aku mendapatkan pekerjaan, Temanku menyuruh untuk ke sana sekarang." Ucap Hana begitu bahagia.
" Biar aku mengantarmu, Aku harus tahu pekerjaan apa yang kau dapat. "
Hana membalasnya dengan anggukan mantap setelah itu Jun memberikan tagihan makan siangnya pada pelayan, Hana berjalan lebih dulu ke mobil dengan perasaan yang begitu bahagia, Sebahagia apa sehingga membuat Jun benar-benar bingung di buatnya.
*
Jun menatap bangunan 10 lantai di depannya dengan tatapan aneh, Tulisan besar JM Entertainment menghias bangunan yang berdominasi warna biru itu, Hana kemudian menarik lengannya memasuki bangunan tersebut, Sejak tiba tadi Jun mulai merasakan sesuatu yang mengganjal hatinya.
Di lobby, Hana kembali menghubungi Ryota untuk menemuinya di sana, Selang beberapa menit Ryota muncul dan menyapa Hana dengan melakukan High five, Jun mulai berekasi dengan memelototi Ryota, Ia baru tahu kalau teman yang Hana maksud adalah seorang pria.
" Ryota Kenalkan Ini Jun, Dan Jun ini Ryota. " Ucap Hana memperkenalkan mereka secara bergantian.
Jun hanya menatap Ryota dengan tatapan siap menerkam sementara Ryota tampak memikirkan sesuatu begitu melihat Jun.
" Apa dia Misugi Jun, Anak pemilik Dream Corp?, " Tanya Ryota penasaran.
" Benar, Dia adalah Misugi Jun yang itu. " Balas Hana dengan sedikit berbisik.
" Wah.., Suatu kehormatan perusahaan kami di kunjungi oleh orang seperti anda. " Lanjutnya dengan bangga.
" Tapi kenapa orang seperti dia bisa bersamamu?, " Bisik Ryota agar Jun tidak tersinggung.
Pria itu mulai merangkulkan lengannya pada pundak Hana seraya memperkenalkan diri bahwa dia adalah kekasih Hana, Gadis itu tampak menutup wajah karena malu di perhatikan oleh orang-orang yang lalu lalang. Sontak wajah Ryota langsung berubah 100 derajat, Setelah di kejutkan dengan kedatangan Jun kini Ryota kembali di kejutkan dengan status hubungan keduanya.
" Kalau kau punya pacar seperti dia, kenapa kau harus mencari pekerjaan?, "
" Hana ingin menentukan pilihannya sendiri, Selagi itu membuatnya bahagia kenapa tidak?, " Sambung Jun membuat Hana menoleh kearahnya dengan terkejut.
" Ngomong-ngomong pekerjaan apa yang ingin kau tawarkan padaku?, " Tanya Hana benar-benar penasaran.
" Soal itu kau harus ikut aku ke ruanganku, Ada banyak yang ingin ku perkenalkan padamu dulu sebelum memulai pekerjaan. "
" Kalau begitu ayo secepatnya kau beritahu. "Ajak Hana antusias
" Aku ikut. " Sahut Jun seketika membuat Hana dan Ryota berbalik melihatnya.
Hana melirik Ryota meminta persetujuannya, Dan pria itu memperbolehkan Jun untuk ikut bersama mereka, Tapi sayangnya panggilan telepon yang sangat mendadak mengharuskan Jun menjawab panggilan tersebut, Dan beberapa saat kemudian setelah berbicara dengan si penelpon, Dengan berat hati Jun harus meninggalkan Hana karena harus kembali ke kantor untuk mengerjakan sesuatu yang penting.