Stay with me

Stay with me
Temu Kangen



Waktu berlalu begitu cepat setelah satu bulan yang lalu Hana memulai debutnya, Kini sosok Hana sudah menjadi daftar pencarian model iklan dari berbagai brand, Majalah-majalah yang kini telah rilis rata-rata mempunyai foto dirinya, Karena kerja kerasnya itu juga Hana pun semakin di kenal di masyrakat, Pernah sekali saat dirinya pergi ke suatu tempat saat itu ia menggunakan kereta sebagai transportasinya dan di dalam kereta semua orang menatapnya dengan penasaran, Hingga salah satu dari mereka menyadari bahwa Hana adalah model yang baru saja menjadi perbincangan hangat, Tak sedikit pula yang meminta tanda tangan serta foto bersama.


Semenjak saat itu Hana tidak pernah lagi menggunakan kereta atau bus umum, Mengetahui akan hal ini, Tzuyu selaku produser H&M Entertainment memilihkan manager untuk Hana, Di mana manager tersebut akan menjadi supir pribadi Hana juga, Sehingga dengan begitu ia tidak kerepotan lagi setiap pulang pergi Studio.


Hari ini Hana bertemu dengan managernya untuk pertama kali, Keduanya bertemu di sebuah cafe yang terletak di dekat H&M Entertainment, Hana yang lebih awal tiba segera mencari sosok yang di beritahu oleh Tzuyu sebelumnya, Mangaer Hana adalah seorang laki-laki berusia 38 tahun yang sebelumnya sudah menjadi manager namun berhenti karena pernikahan, Setelah menikah dan memiliki anak dia kembali menjadi manager dan kebetulan Hana lah orangnya.


" Hana Yui? " Sahut seseorang yang membuat Hana bangkit dan membungkuk sambil mengiyakan tebakan pria itu.


" Wah, Aku senang bisa bekerja sama denganmu, Perkenalkan namaku Yamato kiba, mulai hari ini aku akan bertanggung jawab dengan keselamatan serta jadwal  keseharianmu. " Ucap Yamato sambil membungkuk sopan pada Hana.


" Jangan seperti itu, Yamato San, Aku tidak enak padamu, silahkan langsung duduk saja. " Sahut Hana merasa tidak nyaman saat Yamato membungkuk di hadapannya.


Yamato dan Hana mulai menceritakan kehidupan mereka masing-masing sebagai pendekatan agar mereka dapat bekerja sama dengan baik, First Impression Yamato di mata Hana adalah pria yang baik dan penuh tanggung jawab, Terlebih lagi sayang para keluarga, Dengan sikap Yamato yang terbuka seperti itu membuat Hana langsung nyaman jika bekerja sama dengannya.


                            *


Pria itu menyandarkan kepalanya di sebuah sofa dengan wajah yang kelelahan akibat bekerja seharian penuh, ia melirik arlojinya yang menunjukkan pukul 20:00 malam dan sampai saat ini pekerjaannya masih belum selesai, Masih banyak dokumen yang harus di periksa dan harus selesai hari ini juga. Seorang pria lain terlihat masih mengeceka laporan yang menjadi bagiannya dengan wajah yang kurang tidur, Bagaimana tidak sudah seminggu keduanya mengerjakan laporan ini dan belum selesai juga.



" Apa kau ingin kopi? " Sahut Katakura yang mulai bosan dengan pekerjaanya.


" Aku ingin beer, Pekerjaan ini membuatku stress " Balas Jun menghela nafas panjang.


" Jangan mabuk, Aku tidak mau mengerjakan ini semua. " Lanjut Katakura meraih jasnya.


" Aku mau Americano 3 shot, bangunkan aku kalau kau sudah datang. " Sahut Jun saat Katakura segera berlalu pergi.


Setelah Katakura pergi, Jun yang tadinya ingin tidur tiba-tiba mengurungkan niatnya dan memilih untuk menelpon Hana, pria itu membuka layar kunci ponsel nya yang di mana terpampang jelas foto Hana yang kemarin menjadi model pakaian dari desainer terkenal itu, Walaupun mereka jarang bertemu karena sibuk, Jun tidak pernah sedikitpun melewatkan berita tentang Hana, Bahkan majalah yang memasang wajah kekasihnya itu sudah di belinya sebelum majalah tersebut rilis.


Panggilan video mulai berdering di ruangan itu, Jun mencoba menghilangkan wajah lelahnya agar Hana tidak cemas, Panggilan terhubung dan keduanya tampak bahagia bisa melihat wajah mereka satu sama lain walaupun hanya melalui ponsel.


" Aku merindukanmu, Sudah lama kita tidak bertemu, " Ucap Jun terdengar sangat manja.


" Aku juga, aku sangat merindukanmu dan banyak yang ingin ku ceritakan juga. " Balas Hana tak mau kalah.


" Apa kau sibuk? " Tanya Jun lagi.


" Aku baru saja pulang dari studio, Memangnya kenapa? " Tanya Hana penasaran.


" Kau tidak perlu ke apartemenku "


" Kenapa? Kau tidak ingin bertemu denganku? "


" Bukan begitu, Biar aku saja yang ke rumahmu, Selesaikan pekerjaanmu dengan benar, Aku akan menunggumu di rumah. "


Seperti mendapat suntikan energi yang berlebihan, setelah bercakap dengan Hana lewat video call, Jun kembali semangat menyelesaikan pekerjaanya. Katakura yang baru saja kembali dengan dua cup Americano tampak heran melihat semangat Jun yang berkobar seperti itu.


                            *


Jun memarkirkan mobilnya tepat di depan rumahnya, Dengan penuh semangat pria itu menurni mobilnya kemudian membuka pintu rumahnya dengan memasukan kata sandi, Setelah pintu terbuka Jun mengecek apakah Hana benar-benar sudah datang, Melihat tidak ada sepatu Hana di sana sempat membuat pria itu memelas.


Begitu pun saat Jun memasuki rumahnya, Melihat rumah yang kosong membuatnya kecewa, Bahkan saat pria itu tiba di dapur ia berharap di sana ada Hana yang menyambut nya dengan kasih sayang, Setelah itu mereka akan makan malam bersama-sama.


" Kenapa dia tidak ada? " Batin Jun setelah meneguk segelas air.


Pria itu kembali menyeret kakinya dengan malas menuju kamarnya, Setibanya di kamar sebuah pelukan hangat dari belakang membuat pria itu sempat terkejut sebelum akhirnya berbalik membalas pelukan Hana dengan sangat erat.


" Aku sangat merindukanmu" Gumam Jun semakin mempererat pelukannya, itu menandakan bahwa dirinya benar-benar rindu dengan sosok Hana.


" Aku juga sangat merindukanmu " Balas Hana ikut melingkarkan lengannya pada tubuh Jun.


                            *


Pria itu membuka kedua matanya dan langsung mendapat sosok yang sangat di cintainya, Ia memperhatikan wajahnya dengan teliti dari kelopak mata hingga bibir merah yang ranum, saat-saat seperti inilah yang diinginkannya, Setiap kali membuka mata dapat melihat wanita yang di cintainya begitu pun seterusnya, Tapi untuk saat ini dia tidak bisa mewujudkannya masih ada restu dan kesiapan hati Hana untuk memulai kehidupan yang seperti itu.


Perlahan tapi pasti Hana mulai membuka kedua matanya, Senyum nya terukir begitu mendapati Jun yang tengah memperhatikannya, Hana memperbaiki posisi kepalanya agar sejajar dengan Jun, Keduanya saling menatap satu sama selain selama tiga puluh lima detik, Setelah itu Jun meraih tubuh mungil Hana ke dalam pelukannya.


" Biarkan seperti ini untuk lima belas menit terakhir sebelum kita kembali sibuk. " Ucap Jun langsung di balas anggukan oleh Hana.


Setelah menghabiskan waktu untuk melepas kembali kerinduan yang menyesakkan, Kedua pasangan itu segera bersiap-siap untuk bekerja, Namun sebelum itu Hana ingin mereka sarapan bersama, Pagi itu Hana memasak makanan yang dapat di masak di dapur Jun, Selang beberapa menit mereka sudah berada di meja makan dan menyantap sarapan pagi mereka dengan penuh bahagia.


" Aku akan mengantarmu, Aku penasaran seperti apa H&M Entertainment itu. " Lontar Jun di balas anggukan kecil dari Hana.


Begitu mereka menyelsaikan sarapan mereka, Keduanya pun bergegas menuju mobil, Jun mengendarai mobilnya dengan hati-hati menuju tempat kerja Hana, Tangannya tampak sibuk menggengam tangan Hana walaupun saat itu ia sedang fokus menyetir.