Sandriana, My Lovely Sist

Sandriana, My Lovely Sist
Part 65. Memilih



Dria sedikit bingung untuk menentukan konsep pernikahan mereka, ada banyak pilihan yang ditawarkan pada mereka. Sebelum ini Dria tidak pernah menghadiri acara pernikahan, karena itu Dria tidak punya bayangan atau pun impian tentang hal ini terlebih karena dia pernah meniadakan hal ini dari hatinya. Di depan mereka ada tiga orang dari WO ternama yang dicari Timo sedang mempresentasikan semua yang terbaik dalam layanannya sambil meminta mereka berdua memilih yang mereka suka.


“Kita sudah beritahu semua konsepnya, silahkan Tuan Muda memilih mana yang paling disukai…”


Wanita yang memperkenalkan diri dengan nama Miss Bertha sejak tadi memberi penjelasan menatap Tuan Muda dengan senyum luar biasa.


“Dee tidak terlalu suka sebagian besar dari konsep yang ditawarkan kakak, terlalu mewah…”


Dria berkata pelan di samping Sandro sambil membuka lembaran tebal buku besar berbentuk album yang berisi gambar-gambar konsep pernikahan yang ditawarkan.


“Kamu mau yang mana Dee… itu terserah padamu…”


“Tuan Muda… pernikahan hanya sekali, kami sanggup memberikan layanan maksimal dan premium untuk mewujudkan pernikahan yang luar biasa, yang tidak akan terlupakan. Pernikahan yang mewah dan berkelas dan juga elegan sangat sesuai dengan status Tuan Muda yang punya banyak relasi orang-orang ternama di negara ini…”


Sandro diam saja, tidak pernah merespon sejak tadi padahal setiap kali Miss Bertha hanya menyebut Tuan Muda berarti tujuan penjelasannya adalah si Tuan Muda.


Setelah membolak-balik buku yang lumayan berat akhirnya Dria bisa menemukan tema yang diinginkannya.


“Sepertinya aku memilih yang simple saja… Garden Party terlihat menarik untukku, para undangan bisa lebih akrab dan lebih santai, tidak terlalu formal kesannya. Apa kakak mau tema itu?”


“Terserah kamu.”


Sandro menjawab singkat. Dia hanya sekedar melihat buku yang ada di tangan Dria, dia sebenarnya tidak terlalu memusingkan hal itu, baginya esensi sebuah pernikahan adalah dirinya sah menjadi suami Dria dan sebalik Dria sah menjadi istrinya, adapun tahapannya atau acara-acara yang menyertai itu boleh dibilang dia tidak berkeinginan ikut campur mengurusi sebenarnya.


“Tuan Muda… tidak ada konsep pernikahan yang simple sebenarnya, pekerjaan kami adalah mewujudkan sebuah pernikahan yang akan sangat berkesan baik untuk pasangan pengantin dan keluarga juga untuk para undangan… kami menyarankan sebaiknya tidak memilih yang simple, itu berarti sederhana kan… pernikahan seorang pebisnis seperti anda rasanya kurang cocok jika sederhana saja… anda tentu tidak akan memperhitungkan budget yang besar karena pernikahan anda harus sempurna kan…”


Begitu lancar dan alunan suaranya begitu baik, benar-benar sangat fasih dan tahu bagaimana menarik hati orang lain dan Dria mendapati Bertha hanya menatap Sandro saja.


“Dee? Kamu saja yang pilih, aku mengikuti pilihanmu saja…”


“Pilihanku seperti tadi kakak… tidak terlalu mewah… Dee menginginkan seperti yang ada di buku sebelumnya, Garden Party… Dee menyukai kombinasi warna hijau dari dedaunan dan putih itu… Dee tidak suka warna gold…”


Dria mulai merasakan sesuatu.


“Tuan… ini momen paling istimewa dalam hidup Anda kan… biar lebih mudah kami ingin tahu tema seperti apa yang diinginkan Tuan Muda… Tuan Muda belum memilih sendiri kan dari tadi, tadi sudah kami jelaskan di awal… kami menyarankan tema yang paling sesuai seperti pada gambar-gambar yang kami tunjukkan ini…”


Dria melihat dengan bingung pada Miss yang dandanannya sangat paripurna dan serba ketat mengekspos beberapa bagian indah di tubuhnya. Dria mulai merasakan bahwa Bertha sedang menggiring mereka pada konsep yang dia mau menjadi pilihan dari Dria dan Sandro.


“Timo… mana menurutmu yang terbaik?”


Tuan Muda yang memang tidak memikirkan segala macam konsep pernikahan mengalihkan pada Timo, dan pada dasarnya dia tidak nyaman berbicara dengan orang asing apalagi wanita dengan penampilan seperti yang ada di depannya.


Bagi Dria kekesalan mulai bermanifestasi sekarang, awalnya hanya perasaan bingung menentukan tema atau konsep pesta pernikahan apa yang dia sukai, setelah dia bisa memilih seolah-olah pilihannya tidak sesuai dengan mereka, sekarang bertambah dengan perasaan tidak nyaman dengan sikap Sandro yang meminta pertimbangan dari Timo, apa kakaknya tidak punya kepercayaan diri memutuskan sesuatu atau apa?


"Kenapa semua harus Timo?"


Timo hanya menggeleng, jika tentang ini dia enggan memberi masukan.


"Tuan Muda, ini terlalu ackward... Ini pernikahan Anda bukan acara anniversary perusahaan..."


Timo hanya bisa membatin di tempat dia duduk tak jauh dari sofa itu. Timo ada di ruangan ini hanya untuk mengantisipasi jika ada sesuatu yang dibutuhkan bukan duduk di dalam ruangan ini untuk ikut menjadi penentu urusan ini.


Sementara Dria menatap pria yang bisa membuat perusahaan ini maju pesat dengan profit yang besar, pria yang punya keahlian untuk membongkar sebuah komputer dan memasangnya kembali bahkan mungkin bisa membuat pesawat terbang tetapi tidak cukup tahu tentang keinginannya untuk sebuah pernikahan, selalu berkata terserah jika Dria bertanya. Padahal Dria berharap kakaknya ikut memikirkan atau bersikap tegas memilih sesuatu yang diinginkan.


Selain gusar karena si kakak, Dria juga kurang suka dengan Bertha, si pemilik WO yang terlihat begitu atraktif terutama karena hanya menanyakan semua pada si Tuan Muda, seolah Dria tidak diperlukan pendapatnya, hanya didengar sambil lalu saja dan jelas sekali senyumnya untuk Dria adalah senyum formalitas tapi sebenarnya tidak ada atensi pada keinginan Dria, seolah Dria bukan calon pengantin wanitanya. Dan naluri sebagai wanita memunculkan sesuatu di kepalanya dan itu membuat Dria merasa kesal.


“Sebentar… Dee permisi sebentar ya…”


Dria berusaha menjaga kesopanan, berdiri dari sofa di ruangan menerima tamu itu, meninggalkan kakaknya bersama dengan tiga wanita mirip selebriti itu.


“Mau ke mana Dee?”


“Dee mau ke atas mau ke ruang istirahat… Dee mau membuat kopi…”


Dria melangkah dengan kesal keluar dari ruangan itu.


“Dee… sayang…”


Dria berbalik dan tersenyum karena tidak ingin mengesankan hubungan mereka buruk di hadapan wanita-wanita berdandan cetar membahana di ruangan itu. Dria akhirnya menghampiri Sandro ketika melihat tangan Sandro terulur seperti memintanya untuk datang mendekat.


“Ada Timo di sini, ada pelayan yang khusus melakukan itu… Kenapa selalu ingin melakukan sesuatu sendiri?”


“Dee tadi sudah berjanji pada pria-pria tampan di atas, bahwa Dee akan membuatkan mereka kopi, Dee akan membuatkan untuk kakak juga… ya?”


“Ahh baiklah… tapi Dee sebenarnya tidak menyukai konsep yang mereka tawarkan…”


Dria sengaja menaikkan volume suaranya.


“Sejak tadi aku sudah mengatakan kan… semua terserah padamu Dee…”


“Tapi… Itu sudah Dee sampaikan sebelumnya... dan Miss Bertha tidak mendengarkanku."


Dria jika berhadapan dengan orang selalu menjaga sikapnya dan berusaha tidak menyudutkan, tapi kali ini dia menjadi kesal dan tak ingin berbasa-basi. Sandro meraih tangan Dria dan menuntun Dria untuk duduk lagi di sampingnya.


"Miss... mewujudkan keinginan calon istriku adalah hal yang paling utama, jadi dengarkan keinginannya..."


Tegas Sandro dengan pandangan tajam ke arah Miss siapa di depannya. Akhirnya Sandro bicara langsung dengan wanita glamour bernama Miss... Sandro sendiri lupa namanya. Sebelum ini dia enggan melakukan itu berbicara person to person dengan wanita ini.


"Oh... bukan seperti itu, bukan saya tidak mendengarkan, saya hanya memberi penawaran yang terbaik..."


"Yang terbaik itu adalah yang dipilih oleh calon istriku."


"Oh... baiklah Tuan Muda."


Miss Bertha mengangguk sopan sekarang, melihat tatapan tajam Sandro Miss Bertha segera mengganti pola berkomunikasinya, sekarang menatap Dria dengan wajah yang sangat manis. Mungkin dia menyadari sekarang bahwa dia terancam kehilangan konsumen potensial jika mengabaikan gadis yang terlihat begitu muda ini. Sikap profesionalnya menjadi oleng karena terpesona dengan sosok si Tuan Muda dan tanpa sadar telah mengabaikan calon istri si Tuan Muda yang pastinya kaya raya. Tadi hampir dia salah sasaran berpikir bahwa Si Tuan Muda yang akan dominan memutuskan.


"Nona... Silahkan Nona memilih dan kami akan melakukan yang terbaik untuk mewujudkannya..."


Miss Bertha berkata dengan manis sekarang, baru menyadari bahwa Nona Muda ternyata orang yang akan menentukan jasa mereka akan digunakan atau tidak. Dan Dria membuang napas supaya kekesalannya berkurang.


"Miss Bertha... ternyata Anda tidak memperhatikan apa yang aku pilih tadi ya... baiklah..."


Dengan gusar Dria mengambil buku yang tadi ada penjelasan dan foto-foto Garden Party lalu dia membuka dan meletakkan buku tebal itu di hadapan Miss Bertha..."


"Ini yang aku pilih, Miss..."


"Baiklah Nona... Walau sebenarnya kami tidak menyarankan yang ini, karena konsep ini adalah yang termurah dan jarang ada orang yang memilih itu, karena sebenarnya ya... sangat biasa... tapi, kami akan melakukan yang terbaik... kami akan wujudkan pernikahan impian Nona, percaya di tangan kami, pernikahan Nona dan Tuan Muda akan menjadi Pernikahan Terindah... "


Sebenarnya jika orang tidak jeli karena cara Miss Bertha mengatakannya sangat manis, maka orang akan skip saja kalimat itu tapi Tuan Muda sekarang melihat sesuatu di raut wajah Dria.


"Dee... ayo..."


Sandro membantu Dria berdiri lalu menarik lembut tangan Dria meninggalkan ruang tamu yang berada satu lantai di bawah ruangan kerjanya.


"Timo, kamu yang urus!"


Dria yang heran hanya mengikuti langkah kaki kakaknya meninggalkan tamu-tamu mereka.


"Kakak... Belum selesai kan pembicaraannya?"


"Tidak perlu... Kita tidak akan menggunakan jasa mereka. Kamu tidak suka mereka kan?"


"Iya... tapi tidak apa-apa, Miss Bertha mungkin hanya mencoba menawarkan sesuatu..."


"Tidak... Dia meremehkan keinginanmu Dee... Aku tidak suka itu..."


Ohh walaupun terlambat tapi syukurlah si Tuan Muda menyadari sesuatu yang penting untuk kenyamanan Dria.


"Tapi... Kita harus memberitahu jika kita..."


"Timo akan mengurusnya."


Dria tersenyum di sini...bisa memahami mengapa kakaknya begitu mengandalkan Timo karena banyak urusan kakaknya diselesaikan Timo. Kakaknya begitu percaya pada Timo, semoga Timo tetap setia saja.


.


🐢🐤


.


Selamat hari Senin, minggu yang baru, semoga kita menikmati keberkatan yang baru untuk semua aktivitas kita... Jangan lupa like dan komen serta vote jika berkenan 😊😊


.