Sandriana, My Lovely Sist

Sandriana, My Lovely Sist
Part 40. Ultimatum



"Kita pulang Timo..."


"Pulang? Pulang ke mana Tuan?"


"Ke rumah... kita langsung ke bandara sekarang..."


"Ah?? Kita baru saja sampai, bagaimana dengan janji temu dengan konsultan untuk rumah Non Dri..."


"Batalkan."


Potong Sandro singkat.


"Baik Tuan."


Sandro menyandarkan kepalanya sambil menutup mata di jok belakang. Sandro berencana membangun rumah untuk Dria di lahan sebelah yang dibelinya dan belum digunakan untuk apapun karena Dria menolak menggunakan lahan itu. Rumah yang dalam angannya akan menjadi rumah kedua mereka nanti jika....


"Siapkan perjalananku ke negara J besok..."


"Tidak bisa besok Tuan, banyak hal menyangkut persia..."


"Buat menjadi bisa Timo, aku tidak ingin mendengar alasanmu..."


"Baik, baik Tuan...."


Timothy segera tahu dari nada suara Tuannya bahwa yang harus dia lakukan sekarang adalah diam saja dan patuh melakukan apa yang diperintahkan walaupun itu sukar. Perjalanan ke negara lain dalam waktu singkat membuat Timo harus memanfaatkan semua link Tuan Mudanya ini untuk memperlancar semua urusan yang berkaitan dengan keberangkatan mendadak ini.


Sebuah keputusan yang dibuat secara tiba-tiba karena kebutuhan hati untuk menenangkan diri. Timo hanya bisa menduga bahwa penyebabnya pastinya Non Dria, karena hanya wanita itulah yang bisa membuat Tuan Muda ini dalam sehari saja bisa begitu bahagia seketika dan juga bisa membuat kegalauan datang laksana banjir bandang yang mengejutkan yang memporak-porandakan hati dan jiwa.


"Ah... Timo, apa kita harus kembali melihat Dria, mungkin dia butuh kehadiranku, dia begitu sedih..."


Tiba-tiba si Tuan Muda mengatakan kalimat itu saat baru saja mobil yang mereka tumpangi mendekati bandara kota ini. Keraguan datang menghampirinya saat mengingat Dria.


"Terserah Tuan, jika Tuan mau seperti itu, kita kembali ke sana..."


Sandro termenung, sementara sopir menjalankan mobil dengan lebih lambat menunggu keputusan Tuan Muda. Ada bagian hati ingin kembali melihat Dria tapi bagian hati yang lain merasa sakit dan kecewa. Akhirnya...


"Sebaiknya pulang saja..."


Suara sangat rendah bernada kepasrahan pada apa yang telah terjadi. Hanya dalam hitungan detik si Tuan Muda berubah lagi, galau karena cinta membuat seseorang bisa menjadi tidak konsisten.


.


🐢


.


Dipesawat dalam perjalanan pulang terlihat sekali dari wajah dan gestur tubuh si Tuan Muda tentang keresahan dan kegelisahan, sekaligus terlihat lemah dan lesu, seperti baru saja mengalami hal yang tidak baik. Keadaannya yang begitu berbeda saat berangkat ke kota S di pagi hari.


Gawai Tuan Muda berbunyi bertepatan dengan Tuan Muda yang keluar dari kamar mandi. Timo sengaja mengganti nada dering untuk panggilan dari Non Dria, lagu "My Universe" dari boyband kesayangan Non Dria yang dipilihkan Timo, tentu saja Tuan Muda sudah sangat hafal itu panggilan dari siapa.


Timo jadi yakin sekarang bahwa ada masalah antara Tuan Mudanya dengan Non Dria karena panggilan itu tidak diacuhkan Tuan Muda, melirik ke gawainya pun tidak, Tuan Muda hanya melewati itu dan berjalan keluar menuju balkon. Timo tidak tega karena panggilan belum berhenti, lalu Timo menjawab saja...


.


"Non Dria... ada perlu apa?"


Sudah lama sekali dia tidak lagi menjawab panggilan jika dari Non Dria, Tuan Muda tidak lagi memerlukan perantara, tapi sekarang...


"Kak Sandro mana?"


"Tuan sedang mandi, Non..."


Timo berbohong dan melirik Tuan Muda yang tiba-tiba sudah masuk lagi.


"Sudah lama?"


"Iya Non... sebentar lagi... kami sedang bersiap untuk ke..."


.


Telpon terputus. Tuan Muda merampas gawainya dengan mata yang begitu tajam dan wajah marah.


"Jangan lancang Timo, urus apa yang perlu kamu urus. Jangan menjawab panggilan Dria di hpku, mengerti?"


Timo tertegun, kaget dengan suara dan sikap Tuan Muda mengenai Dria sekarang. Apa perasaan Tuan berubah untuk Non Dria?


"Aku tidak mau tahu Timo, besok kita sudah harus berangkat."


Suara memberi ultimatum terdengar membuat Timo segera meneruskan mengurus apa yang terhenti sejenak karena menjawab telpon dari Non Dria.


.


.


Halo...


Maaf absen up kemarin. Sampai Senin aku harus melakukan beberapa kegiatan yang padat. Nulis part ini di sela-sela megang buku, kertas, input data, ngeprint, etc.


Typonya harap dimaafkan, semoga isi part ini berkenan di hati saudara semua 🫣