Princess Mafia

Princess Mafia
Episode 88



Setelah sampai di restoran milik ray, merwk alangusng menuju ruang ray karna disana zio dan Dendrick telah menunggu mereka.


"mommy" panggil zio sambil berlari ke arah bee


"iya zio ada apa hmm" tanya bee


"zio kangen sama mommy" ucap zio


"zio kamu ini kita kan hanya tidak bertemu beberapa jam yang lalu" ucap bee


"tapi zio kangen sama mommy" balas zio manja


"iya iya mommy juga kangen sama zio" ucap bee


Mereka pun duduk di sofa yang berada di ruangan ray.


"kalian mau makan atau minum tidak" tanya ray


"haaa dua dua nya karna gue udah laper nih" ucap dendrick


"kamu ini kalo soal makanan aja cepet" ucap bee


"hahaha bodo yang penting kenyang" ucap dendrick


"baiklah gue akan pesen makanan dulu" ucap ray lalu keluar ruangan nya.


"mommy zio mau adik" ucap zio polos tiba tiba


"hah, zio kamu ini bicara apa sih" tanya Bee kaget


"kata uncle den, kalo zio punya adik zio gak main sendilian lagi mom" jawab zio polos


Bee pun langsung menatap tajam ke arah dencrick sedangkan yang di tatap hanya menunjukan cengiran kuda nya.


"Dendrick kenapa kau mengajari anak ku seperti itu hah" tanya Bee dingin masih menatap tajam dendrick


"hehehe maaf Queen, gue cuma bilang biar ada teman main gitu doang kasihan kan kalo dia main sendiri terus" ucap Dendrick santai


"tapi gak gitu juga kali" ucap bee kentus


"lah emang kenapa kalo lo mau nikah kan alex udah siap iya gak lex" ucap Dendrick sambil menatap alex


Alex pun hanya tersenyum mendengar perkataan Dendrick.


"tapi kan gak sekarang Dendrick, gue masih banyak masalah sekarang" ucap bee kesal


"aahh lo mah, nanti alex pergi baru tau rasa lo" ucap dendrick


"lagian nanti kan alex juga bisa bantu lo buat nyelesaiin masalah" lanjutnya


Bee tidak menjawab ucapan Kendrick menurutnya ada benarnya juga tapi kan dirinya juga belum siap buat nikah, Bee di buat bingung dengan ucapan Kendrick saat itu.


"udah gak usah di pikirkan" ucap alex


"hmm" alana hanya berdehem


"mommy Ayolah nikah sama daddy bial zio punya adik yah ya ya ya" ucap zio dengan puppy eyes jurus handalnya itu


"iya zio tapi tidak sekarang yah" balas bee


"telus kapan mom kasihan daddy udah nunggu lama" ucap zio


"hah" ucap bee kaget lalu menoleh ke arak alex


Alex yang merasa di tatap Bee pun hanya menaikan kan bahu ya tanda tak tau menau ucapan zio.


"mommy kenapa gak jawab" tanya zio


"hey aku kita makan makanan sudah siap ada di ruang vip sebelah" ucap ray tiba tiba


(haaaaa untung ray datang kalo gak bingung gue mau jawab apa) batin bee


"iya, ayo zio kita makan mommy udah laper nih" ajak bee


"iya mom" jawab zio


Mereka pun keluar ruangan ray dan menuju ruangan vip yang sudah di sediakan ray. Mereka di sana makan bersama dengan tenang zio pun yang biasa nya cerewet pun hanya diam membuat Bee heran.


"zio kenapa kamu diam saja hmm" tanya Bee heran


"zio malah sama mommy" ucap zio kentus


(bussyeee anak gue ternyata bisa kentus juga) batin bee


"marah sama mommy. ??? Memang mommy buat salah apa sama zio" tanya bee


"mommy gak jawab peltanyaan zio tadi" jawab zio masih kesal


"pertanyaan yang mana zio" tanya Bee bingung


"iissshh mommy pula pula lupa ya, yang tadi itu di luangan uncle lay" jawab zio


(mati gue mau jawab apa gue, kenapa zio masih ingat saja sih) batin bee


"yaudah nanti mommy jawab setelah selesai makan yaa" ucap bee


"gak mau, kalo mommy gak jawab sekalang zio ga akan makan lagi" ucap zio kekeh


(astaga zio kamu bikin mommy kesel tau gak, jawab apa yaahh) batin Bee sambil memikirkan jawaban yang tepat


"haaaaaah baiklah nanti mommy sama daddy akan nikah setelah sampai di Indo ya" ucap bee sontak membuat semua kaget sampai tersedak makannya hanya zio yang merasa senang


Uhuk uhuk


"hey kalian kenapa kalo makan hati hati dong" ucap bee


"Bee tadi lo ngmng apa, mau nikah sama alex" tanya ray belum percaya


"demi zio bang gue rela Nglakuin apa aja" jawab bee


"lo serius Queen" tanya kendrick


"Queen kamu jangan main main, aku gak suka yaa" ucap alex


"aku serius lex, lagian ini juga demi zio" balas Bee menatap alex


"Queen aku gak mau kamu Nglakuin ini dengan paksaan apa lagi kamu gak cinta kan sama aku" ucap alex menatap manik bee


"iya lex aku tau tapi aku akan berusaha mencintai mu" balas Bee juga menatap alex


"yasudah lah terserah kamu" ucap alex


"apa zio sudah merasa senang" tanya bee


"iya mon zio sangat senang akhilnya zio punya keluarga utuh" ucap zio girang


(bagus lah kalo zio senang, aku tidak akan membuat dia sedih lagi walaupun dengan mengorbankan diriku) bati alana


(kenapa kamu ngelakuin ini Queen, aku gak mau kamu terpaksa menikahi ku, perasaan ku gak main main untuk mu) batin alex


"kamu tenang aja lex, aku akn berusaha menerima mu" ucap bee karna mendengar batin alex


"itu terserah kamu aku tidak memaksa" jawab alex tersenyum


Mereka pun melanjutkan makan nya yang tertunda tadi. Setelah selesai makan alex Bee dan zio pulang ke apartemen milik nya sedangkan Dendrick dia pergi ke markas.


Sampai nya di apartemen alex Bee dan zio membersihkan badan mereka karna waktu juga hampir gelap.


*Tok tok tok


Ckleekk*


"Queen, ada apa" tanya alex karna Bee yang mengetik pintu kamar alex


"aku ingin bicara" jawab bee


"dimana zio" tanya alex lagi


"dia tidur saat selesai mandi" jawab bee


"baiklah ayo masuk" ajak alex


"kau ingin bicara apa" tanya alex ketika mereka sudah duduk si sofa kamar alex


"aku cuma ingin buat kesepakatan, kalo kita sudah menikah nanti aku belum bisa kasih hak kamu karna aku belum siap" jawab Bee ragu


"hak aku.?? Maksud kamu" tanya alex bingung


"eehhmm ituu ehmm malam pertama" jawab Bee menunduk


"hahahaaa kamu cuma kesini buat bilang begitu" ucap alex tertawa


Bee hanya menunduk karna malu.


"hey tatap aku Queen" ucap alex sambil memegang dagu bee


"aku gak akan ngelakuin itu jika kamu tidak mengizinkan nya, aku tidak mau melakukan nya jika diantara kita belum saling mencintai satu sama lain, kecuali......." ucap alex sengaja memotong nya


"kecuali apa lex" tanya Bee penasaran


"kecuali aku sudah tidak tahan aku akan memperk*s* mu" bisik alex di telinga bee


Sontak membuat Bee melototkan matanya dan menunduk karna pipi nya sudah merah merona.


"hey kenapa menunduk hmm" tanya alex


"aku...."


"kenapa hmm kamu malu" tanya alex, Bee hanya menganggukan kepala nya


"tidak usah malu begitu kita kan belum melakukan itu atau kau mau melakukan nya sekarang" ucap alex menggoda bee


"aleexx dasar kau mesum" ucap bee sambil membalikan badanya


Namun alex mencegahnya dengan memeluk perut bee dari belakang membuat Bee tegang dan langsung terdiam.


Deg deg


Jantung Bee berdetak tak karuan begitu juga alex dia pun sama merasakan itu.


"mau kemana hmm kita kan belum melakukan nya" ucap alex berbisik menggoda bee


"ehm alex lepaskan aku mau ke kamar takut zio bangun" ucap bee terbata


"tidak usah cari alasan sayang" bisik alex dengan nada sensual


"alex jangan berbisik geli tau" ucap bee


Alex pun mempunyai ide, dia pun langsung menciumi leher jenjang Bee membuat Bee geli dan tidak bisa diam, Bee juga berusha melepaskan pelukan alex namun alex langsung mengeratkan pelukan nya.


"diam sayang kalo bergerak terus Junior ku bisa bangun apa kamu mau bertanggung jawab kalo dia terbangun" ucap alex berbisik


Yup mereka sedang berpelukan intim walaupun alex memeluk dari belakang itu membuat Junior alex menempel di pant*t Bee.


"alex aku mohon jangan lakukan itu" jawab Bee sambil menahan rasa geli karena alex menciumi lehernya sedari tadi


Namun alex pun tak mendengar ucapan Bee dia hanya fokus mencium menjilat bahkan membuat tanda merah di leher Bee.


"alex kenapa kau lakukan ini hah nanti ada bekas ya aku gak mau" ucap bee kesal


"ini tanda kepemilikan bahwa kamu hanya milik ku" balas alex tersenyum


"sudah lepaskan aku" ucap bee


"tidak mau, aku mau seperti ini karena sangat nyaman" jawab alex


"Ayolah aku mohon" ucap bee momohon


"haaaaa baiklah, sana ke kamar mu saja" ucap alex kesal sambil melepaskan pelukan nya


Bee pun langsung berlari menuju pintu dan kembali ke kamarnya. Dia merasakan jantung nya berpaci dengan cepat saat berada di dekat alex.