Princess Mafia

Princess Mafia
Episode 119



"alex maafkan mommy" ucap anisa lirih


Alex hanya diam dan menatap datar anissa, dia tidak peduli dengan nya walaupun dia mommy kandung nya karena dia sangat kecewa dengan mommy nya itu


"baiklah alex daddy akan membatalkan perjodohan ini" ucap marchel


"tidak, kenapa harus di batalkan, mereka bisa saja mencintai satu sama lain setelah menikah nanti" ucap Samuel


"benar, kita tidak bisa batalkan begitu saja" tambah tasya (mommy kandung Jessica)


"tolong om tante jangan batalkan perjodohan ini, Jessica mohon, Jessica sangat mencintai alex" ucap Jessica memohon dengan wajah sedih nya


"cih menjijikan, jangan pasang muka yang menjijikan itu" ucap alex dingin


"kau sangat tidak sopan sekali" ucap Samuel menatap alex


"ya saya tidak sopan karena orang tua saya tak mengajari sopan santun" balas alex dingin


Sedangkan anissa dan marchel mendengar ucapan alex hanya menunduk sedih, memang benar kata Alex mereka tak pernah mengajari alex bahkan menengok pun hanya sekali dalam sebulan itu pun jarang


"maaf tuan Samuel, saya tidak akan memaksa putra saya" ucap marchel


"ternyata anda seorang penghianat yang mengingkari janji sendiri" ucap Samuel sinis


"terserah apa kata anda, saya lebih memilih anak saya daripada anak saya harus dengan putri anda yang licik" balas marchel tak kalah sinis


"ayo mom Jessica kita pulang" ajak Samuel pada anak istri nya


"tapi dad Jessica cinta sama alex" ucap jessica


"tapi dia tidak mencintai mu Jessica, sudah jangan buat masalah lagi" balas Samuel membentak


Akhirnya keluarga Samuel pun meninggalkan mansion Megalic dengan perasaan marah


"alex maafkan mommy karena mommy selama ini tak memikirkan perasaan mu, mommy kira dengan mommy bekerja keras kamu akan bahagia nak" ucap anissa lirih menatap alex sendu


"sudahlah mom, lupakan saja, alex sudah memaafkan mommy juga daddy" balas alex tersenyum


Anissa dan marchel pun kaget melihat alex yang tersenyum, setahu mereka alex tidak pernah tersenyum selama ini


"alex kamu tersenyum nak" tanya anissa masih di mode kaget


"kenapa mommy kaget" tanya alex heran


"sejak kapan anak daddy yang dingin bisa tersenyum begini" tanya marchel juga masih di mode kaget


"ini semua karena dia mom, dia datang di hidup alex dan membuat alex berubah menjadi lebih hangat" jawab alex masih tersenyum sambil membayangkan bee


"dia siapa" tanya anissa dan marchel kompak


"Beequeen Alexsandra" jawab alex singkat


"apa" ucap anissa dan marchel kaget


"dia presdir dari BQ Company kan" lanjutnya anissa dan marchel masih kaget


"iya dia adalah calon istri alex" jawab alex


"kenapa kamu tidak bilang mommy hah" tanya anissa yang mulai kesal dengan anak nya itu


"salah siapa kalian jarang di rumah" ucap alex cuek


"dasar kamu anak nakal yaa, punya calon istri gak bilang bilang" ucap anissa lalu menjewer kuping alex


"aahh aduh aduh sakit mom lepasin" ucap alex merintih


"huh kau anak yang menyebalkan" ucap anissa setelah melepaskan jeweran nya


Sedangkan marchel hanya tersenyum melihat tingkah anak dan istrinya itu


***


B'Q Company


Kini Bee sedang berkutat dengan berkas berkas kantornya, tak lupa juga dia hari ini memiliki janji dengan Wildan Corporation


Tok tok tok


"masuk" ucap bee sedikit berteriak


Ckleek


"maaf presdir, 10 menit lagi kita ada pertemuan dengan presdir Wildan Corporation" ucap seseorang yang tak lain afgan


"hmm baiklah, apakah semua sudah siap" tanya bee datar


"sudah presdir, kemarin nona nesi telah menyiapkan semuanya dan saya sudah mengecek kembali" jawab afgan


"baiklah persiapan dirimu" ucap bee


Skip


Kini Bee dan afgan sudah berada di ruangan vip di restoran WA


"dimana presdir WC, kenapa mereka lama sekali, sungguh membuang buang waktu ku saja" tanya bee datar


"mungkin mereka sedang di perjalanan presdir" jawab afgan


Ckleek


"ah maaf nona, kami terlambat" ucap seseorang yang tak lain sekertaris irfan


"lain kali harus tepat waktu karena presdir BQ tidak ingin membuang buang waktunya karena time is money" balas afgan datar


"baik baik kami tidak akan mengulangi lagi" ucap irfan


"silahkan duduk tuan Wildan dan tuan Irfan" perintah afgan


"baik terima kasih" balas irfan


"baiklah kita mulai, saya irfan seketaris sari tuan Wildan Wijaya Diningkrat presdir WC dia di sebelah saya" ucap irfan memperkenalkan diri


"saya afgan syahputra sekertaris dari presdir B'Q C nona Queen dan dia di sebelah saya" ucap argan memperkenalkan dirinya


Setelah berkenalan mereka pun membahas rencana kerja sama nya, butuh waktu 1 jam lebih untuk membahas kontrak nya


"baiklah saya akhiri pertemuan ini dan terima kasih karena nona menerima kerja sama dengan perusahaan saya" ucap wildan


"hmm" Bee hanya berdehem


"baik tuan kalo begitu saya dan nona presdir akan kembali, sampai jumpa kembali" ucap afgan lalu mengikuti jalan Bee dari belakang


"lihat irfan nona Queen sangat dingin, bagaimana saya bisa mendekati nya" ucap Wildan ketika Bee dan afgan telah keluar dari ruangan itu


"saya saran kan, presdir membuat rencana saja lalu menejebak nona Queen" ucap irfan memberi ide


"hmm bagus juga ide mu, baiklah kau siapkan jebakan untuk nona queen" perintah Wildan


"baik tuan" balas irfan


(kan gue lagi yang kena, huh dasar boss suka nya perintah perintah coba gitu siapkan sendiri rencana mu) batin irfan kesal


"ayo irfan kita kembali ke perusahaan" ajak wildan


"baik tuan" jawab irfan


***


Di mobil bee


"afgan apa kamu merasakan tuan Wildan ingin membuat rencana" tanya bee


"sepertinya begitu nona karena di lihat dari gerak gerik nya agak mencurigakan" jawab afgan


"jadi dia bermain licik, hmm lihat saja saya akan menghancurkan anda tuan Wildan karena anda telah berani bermain main dengan saya" ucap bee dengan senyum smrik nya membuat afgan bergidik ngeri


"afgan kita jemput zio dulu" perintah bee


"baik nona" balas afgan


Beberapa menit kemudian Bee telah sampai di sekolah zio, saat dia turun dari mobil dia sudah melihat zio sedang menunggu ya di pos satpam


"zio" panggil bee


"mommy" balas zio


"maaf kan mommy jika mommy jemput kamu terlambat" ucap bee


"tidak apa mom lagian om satpam ini baik kok, tadi zio di ajak main" balas zio


"benarkah" tanya bee lagi


"iya mom" jawab zio


"terima kasih pak telah menjaga zio" ucap bee tulus


"sama sama nona, zio juga anak yang pintar dia tidak rewel seperti anak anak lain nya" balas pak satpam ramah


"baik pak kalo begitu kami permisi" ucap bee


"dah om satpam" ucap zio


"daahh zio hati hati di jalan" balas pak satpam


Akhirnya Bee mengajak zio pulang, di pejalanan zio tak henti henti nya menceritakan pengalaman hari ini do sekolahnya.