Princess Mafia

Princess Mafia
Episode 54



Pagi hari yang cerah namun tak secerah hati Bee karna dia masih membenci ray yang sudah membuat nya kecewa.


Bee sengaja hari ini tak masuk ke sekolahnya karna malas, dia memerintah haikal untuk menghubungi viola agar bicara pada guru nanti untuk meminta izin.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu kamar bee


"siapa" tanya bee


"gue haikal" ucap haikal


"masuk" perintah bee


Cklek


"lo kenapa gak sekolah hmm" tanya haikal sambil menghampiri Bee di ranjang nya


"gue males kak" jawab bee


"apa lo punya masalah" tanya haikal ragu namun Bee terdiam tak menjawab


"oke gue anggap diam lo itu iya" lanjutnya


"apa lo gak mau cerita sama gue" tanya haikal lagi


Mendengar itu Bee langsung menatap wajah haikal dan menintikan air mata membuat haikal bingung.


"hey kenapa lo nangis hmm" tanya haikal langsung memeluk bee


"kenapa hiks semua orang hanya hiks sayang bohongan sama gue kak hiks, apa salah gue hiks apa gue gak layak hiks dapat kasih sayang hiks gue juga pengen kak hiks di manja kaya anak yang lain nya hiks hiks" ucap Bee menangis dalam pelukan haikal


"lo tenang queen di sini masih ada gue dan yoga yang juga sayang sama lo" ucap haikal sambil mengelus punggung bee


"gue ga akan ninggalin lo, gue udah sayang sama lo Queen, sekarang lo mandi dan sarapan jangan nangis ya jadi jelek tuh kalo nangis" ucap haikal


"apa an sih lo kak lagi sedih gini malah di candaain" ucap Bee sambil melepaskan pelukan haikal


"udah jangan sedih lagi, inget masih ada gue kok yang sayang sama lo" ucap haikal tulus dan tersenyum


"iya kak Thanks yaa karna lo udah sayang sama gue, gue juga sayang sama lo kak" ucap bee tulus


"iya gue tau itu, sekarang lo mandi ya gue ambilin lo sarapan dulu" ucap haikal hanya di angguki bee


Lalu haikal keluar dari kamar Bee untuk mengambil sarapan Bee.


(gue sayang banget sama lo Queen, bisa di bilang gue juga cinta sama lo tapi apa mungkin lo juga cinta sama gue, haaaaa sudahlah mungkin cinta gue hanya bertepuk sebelah tangan) batin haikal saat berjalan ke arah dapur


Di sekolah


Saat di kelas viola dkk merasa tidak bersemangat karna bee tidak berangkat sekolah, biasanya mereka selalu bolos bersama dengan Bee namun sekarang hanya mengikuti pelajaran yang membosankan itu.


"bosen gue" ucap viola saat di ruang kelas karna sekarang jam istirahat


"iya gue juga, ga ada Bee gak seru" ucap nesi


"iya biasanya kan dia yang ngajak kita bolos atau ke kantin tapi ini dia ga ada" ucap viona


"iya gue juga laper nih" ucap ken


"lagian kalian kenapa sih lemes gitu kaya belum makan setahun aja" ucap arka


"udah deh kalian kalo laper ke kantin sono, berisik tau gak" ucap nesi


"sans dong nes jangan ngegas gitu" ucap ken


"bodo" jawab nesi


"udah yuk kita kantin tinggalin mereka yang lagi galau itu" ucap arka


"mau nitip gak" tanya rey


"boleh juga tuh" ucap nesi


"nitip apa" tanya rey lagi


"apa aja lah yang penting enak" ucap nesi


"oke" jawab rey singkat


"wuiiiiihhh kutub es nya udah agak mencair bro" sindir arka pada rey


"hahahah betul tuh ka" ucap ken


Rey yang mendengar di sindir pun hanya memutar bola matanya malas lalu pergi meninggalkan mereka ke kantin.


"woy rey tungguin dong" ucap arka dan ken sambil berlalari mengejar rey


Skip kantin


Saat rey dkk sedang makan di meja makan nya ronald tiba tiba menghampiri meja makan mereka.


"tumben cuma bertiga yang lain kemana" tanya ronald


"di kelas lagi galau" jawab arka


"galau kenapa" tanya ronald lagi


"gegara si Queen gak berangkat" jawab arka


"memang Queen kenapa, apa dia sakit kok kalian gak ngmng gue sih" tanya ronald lagi


"bukan sakit kak katanya si Queen ada di markas nya ntah ngapain" ucap rey


"oohh gue kirain sakit" ucap ronald


"oh iya kak kita duluan yah takut nya yang di kelas pada laper" ucap arka sambil membawa kantong makanan


"hmm iya" jawab ronald singkat


(ada apa sebenarnya kok perasaan gue gak enak yah, seperti ada masalah gitu, ray juga tadi kelihatan acak acakan gak kaya biasanya dia juga diem sambil melamun terus) batin ronald


"bodo lah ngapain gue mikirin mereka lebih baik gue pikirin adek gue kenapa gak sekolah, nanti gue hubungi aja lah" ucap lirih ronald