Princess Mafia

Princess Mafia
Episode 147



"iya tadi kami bertemu gak sengaja" jawab nessi tersenyum canggung


"ayo kita pesan makan jangan di tunda lagi, aku sudah lapar nih" ucap afgan dengan cengiran nya


"baiklah" ucap mereka semua


Akhirnya mereka pun memesan makanan yang mereka inginkan lalu menyantap makanan itu


"hareudang hareudang hareudang panas panas panas" suara nyanyian Arka sambil menyindir rey dengan cengiran nya


"selalu selalu selalu panasnya hareudang" lanjut ken juga dengan cengiran nya


"kalian ngapain sih" tanya viola heran


"gak, ini sambel nya pedes banget bikin hareudang, iya gak ken" jawab arka


"iya bener tuh, jadi panas bibir juga panas hati" balas ken sambil melirik rey


Mereka akhirnya tau kenapa Arka seperti itu karena Arka menyindir rey yang sedang merasa kan api cemburu


Nessi tak menghiraukan ucapan mereka, mungkin nessi sudah lelah menunggu rey makanya dia merasa nyaman dengan afgan


Apalagi afgan, dia bingung dengan obrolan anak anak yang lebih muda 4 tahun darinya Itu tapi afgan tak menghiraukan nya dia hanya sibuk makan dengan makanan nya


Sednagakn rey yang merasa di sindir hanya diam sambil memandang datar Arka juga Ken, dia memang cemburu dengan afgan tapi dia tutup karena tak mau semua orang tau bahwa dia sedang cemburu


"astaga balok es nya kapan cair nih" ucap alex yang ikut menyindir rey


"tau nih kek nya malah tambah beku" tambah Bee juga ikut ikutan menyindir rey


"iya bener, gue juga merasa dingin bet deh, sumpah" tambah ray yang ikut ikutan juga


"daddy memang nya disini ada es balok yah" tanya zio heran


"iya tadi es balok ya berbentuk manusia" jawab alex


"memanganya ada yah dad" tanya zio tak percaya


"ada kok" jawab alex singkat


"dimana dad, zio pen lihat" tanya zio lagi


"nanti kalo zio sudah besar pasti zio bisa tau" jawab alex


"yah kalo nunggu zio sudah besal nanti bisa cail dulu dad" ucap zio


"ya syukur kalo cair dulu sebelum zio tau, iya gak mom" ucap alex


"iya dady benar zio" ucap bee


Setelah selesai makan mereka kembali ke mansion Bee beda dengan afgan dia langsung pulang ke apartemen nya karena waktu sudah malam


Ingin main pun afgan tak enak dengan bee, karena bertamu juga harus melihat waktu kan


Skip


Setelah sampai mansion, semua orang pergi ke kamar masing masing untuk membersihkan diri


Setelah semua sudah membersihkan diri, mereka berkumpul kembali ke ruang keluarga untuk menonton tv juga mengerjakan tugas kuliah mereka


***


Apartemen Arthur dan Alexios


"kamubngapain sih dek kesini, mana sendirian lagi" ucap Alexios kesal


"ya maap kak, yordan kan pe ketemu keponakan yordan juga" jawab yordan menunduk


"harusnya...."


"harusnya aku yang disana dampingi mu dan bukan dia harusnya a...." ucap yordan bernyanyi dan memotong ucapan Alexios namun di potong olek Alexios lagi


"diam" bentak Alexios


Sontak yordan langsung diam, Arthur yang melihat adiknya di bentak pun hanya bisa menahan tawa nya


Yordan yang mengetahui bahwa kaka kedua nya menahan tawa pun hanya mendelik ke arah Arthur


"kamu ini yah di omongin serius malah becanda" omel Alexios


"maaf kak, yordan han... "


"di omongin malah ngejawab terus" banyak Alexios lagi


"lain kali kamu jangan lakuin ini lagi, kakak gak mau terjadi apa apa sama kamu, kamu tau sendiri kan kalo keluarga kerajaan banyak memiliki musuh" omel Alexios lagi


Yordan hanya diam sambil menundukkan kepala nya


"kenapa gak jawba hah" tanya Alexios


"ck kakak ini maunya apa sih, tadi suruh yordan diam tapi sekarang malah nanya kenapa diam gak jawab" ucap yordan berdecak kesal


"ya tapi gak gitu juga yordan" ucap Alexios geram


(*astaga bukan adek gue itu mah, dasar terlalu gobl*k lo dek) batin Arthur


(nasib punya adek yang gobl*k nya minta ampun, astaga tuhan sabarkan lah hamba) batin Alexios*