Princess Mafia

Princess Mafia
Episode 122



Beberapa menit kemudian chilla/Bee telah sampai di mansion Bee, dia berjalan masuk sambil memegang perutnya yang sudah sangat nyeri bahkan dia berjalan dengan sempoyongan


"kak ray" panggil chilla/Bee teriak


"Tolongin chilla" lanjutnya juga teriak


Ray yang mendengar nama chilla pun langsung keluar dengan langkah cepat karna saat ini dia sedang di ruang tamu, sedangkan yang di ruang tamu kaget melihat ray berjalan tergesah gesah


"astag chilla, perut Bee kenapa" tanya ray melihat perut Bee penuh darah


"tadi kak Bee tertembak, tolong kak ini sangat sakit kasihan kak Bee" jawab chilla/Bee juga memohon


"ayo cepat kita ke rumah sakit" ajak ray


"tidak kak itu akan lama, panggil dokter velik saja" ucap chilla/Bee terbata


"baiklah, ayo kita ke kamar" ucap ray


Ray pun membawa chilla/Bee ke kamar bee, saat di ruang tamu semua orang shock melihat keadaan bee


"astaga apa yang terhadi dengan Queen"


"Bee kenapa"


"apa yang terjadi"


"diam" ucap ray dingin


Sontak semua orang langsung diam


"rey kamu telpon dokter velik secepat nya ini urgent" perintah ray


"baik kak, chilla kamu yang kuat ya kakak mohon" ucap rey khawatir, chilla/Bee hanya mengangguk kepala nya lalu berkata..


"akan aku usahakan kak" balas chilla/Bee terbata sambil tersenyum


Akhirnya ray membawa chilla/Bee ke kamar Bee sedangkan di ruang tamu anissa dan marchel bingung kenapa rey memanggil Queen dengan sebutan chilla dan mereka juga tak mengamati poni Bee yang berubah warna


"dad mommy kenapa, kenapa baju mommy ada dalah nya" tanya zio bingung


"mommy tidak apa sayang kamu tenang saja yaa dan berdoa untuk kebaikan mommy" jawab alex


"kenapa kamu memanggil Queen dengan sebutan chilla rey" tanya anissa bingung


"alex jelaskan ini ke mom dan dad" perintah rey pada alex


"baik nanti akan aku jelaskan" balas alex


Beberapa menit kemudian dokter velik telah sampai di mansion Bee bersama seorang suster, dia berjalan tergesah gesah bersama rey untuk ke kamar bee


Ckleek


"ada apa ini" tanya dokter velik setelah sampai di kamar bee


"Bee tertembak dok" jawab ray


"apa, baiklah sekarang kalian keluar biar saya dan suster yang menangani ini" ucap velik


"baik dok, tolong dok selamatkan Bee" pinta ray


"tenang saja dia gadis kuat, kalian hanya perlu berdoa" ucap velik hanya di angguki ray dan rey


Setelah ray keluar dokter velik pun mengeluarkan alat alat untuk operasi dadakan juga memasang infus di lengan bee


***


Di luar kamar bee


Kini semua orang tengah berkumpul di depan kamar Bee, mereka sangat khawatir dengan keadaan bee


(*tuhan tolong selamatkan calon menantu hamba)


(tuhan berilah kekuatan agar Queen bisa bertahan)


(tuhan berikanlah keajaiban mu, aku tidak pernah meminta apa pun pada mu, dan kali ini ku mohon selamatkan lah Queen*)


(tuhan tolong selamatkan mommy zio, zio sayang sama mommy, zio gak mau kehilangan mommy lagi)


Begitulah dia meraka dalam hati demi keselamatan Queen/Bee


Detik demi detik menit demi menit dan jam demi jam kini sudah hampir jam 10 malam tapi mereka juga belum tidur, mereka masih menunggu dokter velik keluar dari kamar bee


Ckleek


Pintu kamar Bee terbuka, terlihat lah pria tampan, tinggi, kulit putih, mata sipit yang emakai kacamata nya, hidung mancung dan memakai jas kebesaran nya berwarna putih


Yah dia adalah dokter velik yang keluar dari kamar bee bersama suster nya


"dokter bagaimana keadaan bee/queen/alexsa/mommy" tanya mereka kompak


Dokter velik menghelan nafas panjang nya sebelum menjawab pertanyaan kompak mereka


"alhamdulillah operasi dadakan nya berjalan lancar, tapi saya saran kan dia bawa ke rumah sakit agar lebih baik lagi" jawab velik


"syukurlah" ucap mereka kompak


"dokter apa zio boleh melihat mommy" tanya zio


"tidak bisa zio, besok saja ya lihat mommy nya karena mommy sedang istirahat" jawab velik lembut


"baiklah" balas zio lirih


"dokter, kami akan membawa Bee besok untuk ke rumah sakit apa tidak apa apa" tanya ray


"tidak apa apa asalkan kalian dengan hati hati mengangkat Queen, dan jangan lupa sebaiknya kalian memanggil ambulance besok" jawab velik juga memberi saran


"baiklah dok, terima kasih" ucap mereka serempak lagi


"ini sudah menjadi tugas saya" balas velik tersenyum


"dokter dan suster sebaiknya menginap saja" ucap viola


"tidak perlu saya tak ingin merepotkan kalian" tolak velik


"tidak dok, kita adalah keluarga jadi tak perlu sungkan" ucap viona


"baiklah jika kalian memaksa" balas velik tersenyum canggung


(*sungguh beruntung Queen bisa memiliki keluarga yang baik seperti mereka, semoga tuhan memberi keajaiban untuk mu Queen) batin velik sambil berdoa


(nona Queen sangat beruntung, aku akan sangat senang bila dia juga menganggap ku keluarga, semoga keluarga ini akan tetap bahagia selamanya) batin suster vina sambil berdoa*


"viola antar mereka ke kamar kosong" perintah ray


"baik kak" jawab viola


"oh iya, pakaian kalian ada di dalam almari kamar" ucap ray kembali


"terima kasih" ucap velik dan suster itu (vina)


Viola pun mengantar dokter velik dan sister vina, begitu dengan yang lain mereka bubar ke kamar masing masing karena perintah ray


.


.


.


.


**Maaf ya kak, author cuma bisa bikin 4 episode karena waktu author terbatasi hehehe


Jangan lupa tinggalkan jejak**