
"udah gue bilang jangan pernah menghina Bee lagi apa lo tuli hah" ucap rey geram
"rey lo ngapain sih nampar gue" ucap dinda
Rey tak mendengarkan ucapan dinda, dia langsung mendorong dinda ke tembok dan mencekik lehernya.
Sedangkan zio dia memeluk Bee karna takut dengan kemarahan rey.
"le....pa...sin gu...e re...y, gu...e ga...k bi....sa na....fas" ucap dinda terbata
Namun rey tak menghiraukan ucapan dinda, dia sangat geram ingin sekali rey membunuh dinda saat itu juga namun dia juga masih ingat saat ini sedang berada di mall.
"kenan kamu gendong zio dulu" ucap bee pada kenan lalu berjalan mendekati rey
"rey udah lepasin dinda lo bisa bunuh dia kalo gini" ucap bee
"rey sadar rey lo jangan kek gini, banyak orang yang lihat nanti bisa bisa polisi dateng" lanjutnya
"rey lihat itu zio ketakutan lihat lo marah" ucap bee lagi
Rey pun langsung melepaskan tangan nya dari leher dinda karena mendengar zio ketakutan.
Uhuk uhuk
"ka...u sung...guh keter...laluan rey" ucap dinda nafas nya masih terengah engah
"gue peringatkan sekali lagi, kalo lo masih menghina atau bahkan menyakiti Bee gue gak akan pernah maafin lo dan gue akan buat lo menyesal" ucap rey masih nada marah
Dinda pun segera berlari keluar setelah rey mengancam nya, dia takut jika rey bisa saja melakukan hal yang lebih.
##
"zio" panggil rey namun tak ada jawaban dari zio
"zio daddy minta maaf ya karna udah bikin zio takut" ucap rey lembut
"daddy marah karna mommy kamu dihina sama tante tadi" lanjutnya
"iya daddy zio juga tau, tapi zio takut lihat daddy malah malah kaya gitu" ucap zio masing dalam gendongan kenan
"sini zio ikut daddy, daddy minta maaf yah sebagai permintaan maaf nanti daddy beliin zio es krim mau gak" ucap rey
"es klim, mau daddy" ucap zio lalu turun dari gendongan kenan dan memeluk rey
"tapi daddy halus janji jangan malah malah lagi" lanjutnya
"iya daddy janji" balas rey
"" "" "" "" "" "" ""
"gila gue takut banget tadi rey bener bener keterlaluan" ucap dinda saat menemui teman teman nya
"emang rey kenapa" tanya jessica
"gue hampir mati di buat rey" jawab dinda
"maksud lo" tanya anisa bingung
"gue di cekik sama rey, lihat nih leher gue merah begini mana sakit banget lagi" jawab dinda sambil menunjukan lehernya
"ya ampun din sorry ya gue gak tau kalo ampe segininya" ucap Jessica kaget dan meminta maaf
"gue gak akan mau ganggu Queen lagi, gue udah di ancam rey lebih baik gue cari aman" ucap dinda lalu pergi dari situ
"eh din lo mau kemana" tanya merry
"gue mau balik" jawab dinda sewot
"jes mending lo jangan gangguan Queen lagi gue jadi takut lihat dinda tadi" ucap anisa
"iya bener bisa bisa kita mati konyol di tangan rey" ucap merry
"gak gue akan ttep singkirkan Queen demi ray" ucap jessica
"lo tau kan beberapa hari ini ray ga berangkat sekolah" ucap anisa
"kalo gue gak dapet ray gue akan dapetin alex" ucap Jessica lagi
"terserah lo aja, pokok nya sekarang gue gak akan ikut ikutan" ucap anisa
"gue juga, gue lebih sayang nyawa timbang dapetin Ken" ucap merry
"kalian semua pengecut" teriak Jessica melihat teman teman nya pergi
(lihat saja Queen gue sekarang akan bunuh lo) batin Jessica dengan tersenyum licik
##
"zio kita pulang aja yah" ucap bee
"gak mau mom zio masih ingin main" ucap zio
"zio kamu jangan membantah mommy yah, sekarang lebih baik kita pulang besok bisa main lagi kok" ucap rey
"baiklah dad" ucap zio pasrah
Mereka pun langsung ke parkiran dan melajukan mobil nya ke mansion, sedangkan kenan dia sudah pulang dari tadi karna ada urusan mendadak.
"daddy" ucap zio lalu berlarian ke arah alex dan memeluknya
Alex Ken dan arka kaget juga bingung kenapa zio memanggil alex dengan sebutan daddy.
"zio kenapa kamu panggil kak alex daddy" tanya alex
"karna kak alex daddy zio" jawab zio polos
"hah, kata siapa kak alex daddy mu zio" tanya arka
"kata zio karna zio sayang sma kak alex iya kan mom" jawab alex lalu menatap bee
"iya sayang" jawab zio
"jadi kalian ortua angkat nya zio" tanya Ken hanya di angguki bee
"kalian udah dari tadi" tanya rey
"belum lama kok sekitar 1 jam yang lalu" jawab arka
"satu jam itu lama kali ka" ucap viola
"bagiku gak lama karna ada kamu yang menemani ku" ucap arka
"dasar gombal" ucap viola memalingkan wajahnya nya dari arka
"daddy jal*ng itu apa sih" tanya zio pada alex membuat semua kaget termasuk alex
"zio kamu ini bicara apa" ucap alex kaget
"tadi waktu di mall zio beltemu tante jahat dia menghina mommy zio dengan sebutan jal*ng dia juga bilang kalo zio anak halam" ucap zio
Semua orang menatap Bee dan ray dengan tajam karna mereka duduk di sofa yang sama.
"nanti gue jelasin" ucap rey sedangkan Bee hanya diam
"daddy tadi juga saat di mall, daddy rey malah malah dan memukul tante jahat tadi" ucap zio lagi
"daddy rey" tanya alex bingung
"iya zio kan punya 2 daddy" jawab zio
"zio kamu hebat yah punya 2 daddy sekaligus" ucap arka
"iya dong kak alka, zio hebat kan zio juga sayang banget sama meleka" ucap zio
"kak arka zio bukan alka" ucap arka
"gak mau, lebih gampang kak alka dari pada kak alka (maksud zio arka yah, biasa anak kecil kan suaranya cedal😂) " ucap zio kekeh
"iya deh terserah zio aja" ucap arka
"oh iya kalian udah makan malem belum" tanya bee
"belum" jawab mereka serentak
"bi liaaaaa" panggil bee
"iya nak bee ada apa" ucap bi lia
"bibi masak buat makan malam ya bik, menunya serah bibi aja" ucap bee
"baik nak, kalo begitu bibi permisi ke dapur" ucap bi lia hanya di angguki bee
"zio mandi yuk bareng mommy" ucap bee
"gak mau zio maunya sama mommy sama daddy" ucap zio
Sontak semua kaget mendengar ucapan polos dari zio.
"zio gak boleh gitu" ucap alex karna zio masih di pangkuan alex
"pokok nya zio mau mandi sama daddy dan mommy titik" kekeh zio
(gila nih anak bisa bisa nya dia berpikir kek gitu) batin arka dan ken
(astaga zio kamu bikin masalah baru lagi buat gue, kemarin tidur bareng sekarang mandi, duuhh bagaimana ini) batin alex
.
.
.
.
.
***Kira kira mereka jadi mandi bareng gak yah, hehehehe
Penasaran kan, makanya ayo dukung aku terus ya kak
Dengan cara komen, like, vote, tip serta di favoritkan ya karya ku***.