
Mansion Megalic
"alex kapan kamu akan mengajak calon menantu mommy kesini" tanya anissa
"tergantung" jawab alex singkat
"astaga alex mati dong kalo tergantung calon menantu mommy" ucap anisa kaget dan salah mengartikan ucapan alex
"astaga mom, maksud alex tergantung mommy dan daddy ada di rumah tidak, kalo kalian tidak di rumah alex gak akan kenalkan dia" balas alex membenarkan ucapan nya
"oh begitu, mommy dan daddy sekarang sudah banyak di rumah karena perusahaan sebentar lagi akan di pindah tangan kan ke kamu lex" ucap anissa
"iya, kamu kan sudah dewasa jadi kamu harus memegang perusahaan sekarang, daddy sudah capek ingin istirahat" tambah marchel
"tapi kan alex mau nikah dad mom, kalo alex kerja terus keluar negri aarrgghh alex gak bisa bayangin" ucap alex kesal
Sedangkan anissa dan marchel hanya tersenyum penuh arti
"kamu kan bisa ajak istri kamu pergi bareng sekalian bulan madu, iya kan dad" ucap anissa
"hmm betul kata mommy, lagian daddy juga udah pengen gendong cucu" tambah marchel
"cucu, tenang alex udah punya anak kok" ucap alex
"WHAT" ucap anissa dan marchel kaget
"alex apa maksud kamu hah, apa kamu memghamili Queen" tanya marchel tinggi
"eh tenang tenang dulu itu bukan maksud alex" ucap alex
"lalu apa hah" tanya marchel masih tinggi
"maksud alex, Queen dan Alex mempunyai anak angkat, alex dan Queen menemukan anak itu di mall katanya dia di tinggal oleh keluarga nya dad mom" jawab alex menjelaskan
"apa, bagaimana bisa dasar orang tua gak waras bisa bisa nya membuang anak yang tak berdosa" ucap anissa kesal juga marah
"lalu siapa marga anak itu, pasti anak itu tau kan" tanya marchel
"Zora, dia bermarga Zora tapi dad dan mom tenang saja Queen telah menghukum keluarga itu walaupun tidak seberapa" jawab alex
"huh syukurlah" ucap anissa
"ayo lek, bawa mom dan dad ke rumah Queen mommy tak sabar ketemu dia juga cucu mommy" lanjutnya mengajak
"haaa baiklah, mommy dan daddy bersiap dulu alex akan menunggu di luar" ucap alex
"ayo dad cepat kita bersiap" ajak anissa pada marchel sambil menarik tangan nya
"sabar mom" balas marchel mengikuti langkah anissa
Beberapa menit kemudian anissa dan marchel telah berganti pakaian, mereka pun langsung melesat ke mansion bee
Sebelumnya alex telah menghubungi bi lia untuk mempersiapkan makanan juga camilan dan tidak memberi tahukan Bee kalo orang tua alex akan berkunjung
***
Mansion bee
Kini Bee dkk tengah berkumpul di ruang keluarga termasuk Arka dan ken (kalian masih ingat kan kalo Arka dan Ken juga alex tinggal di mansion Bee)
"mommy nih liat zio gambar hewan" ucap zio sambil memperlihatkan buku gambarnya
"waahh zio ini sangat bagus, tapi ini bukan nya lambang mafia mommy yah" ucap bee sekaligus bertanya
"iya mom, bagus kan" jawab zio
"sangat bagus" ucap bee
"Bee bagaimana pertemuan dengan presdir WC" tanya viola
"baik tak ada hambatan, tapi ada sedikit masalah sepertinya" jawab bee
"masalah apa" tanya viona kepo
"nanti saja kita bahas" jawab bee sambil melirik ke arah Arka dan ken
"hmm baiklah kami paham" jawab 2V dan nesi kompak
"masalah apa sih, kenapa gak ngomong sama kita" tanya arka
"ini urusan perusahaan bukan urusan umum" jawab bee datar
Akan dan Ken hanya bisa menghelan nafas panjang
Tiba tiba Bell mansion berbunyi
Tong tong
"apa ada yang memiliki tamu" tanya bee datar
"tidak" jawab mereka serempak
"bi lia buka pintu nya" teriak bee
"baik nak" jawab bi lia juga berteriak
"haaiiss ini mansion lah kenapa teriak teriak kaya di hutan aja" ucap viola kentus
"bodo mansion gue ini" alas Bee tak kalah kentus
Beberapa menit kemudian, tiba tiba alex datang dan menghampiri bee
"ternyata kamu yang datang" ucap bee datar
"ya kenapa" tanya alex
"lo kan orang dalem ngapain pencet Bell segala" tanya viola heran
"aku bawa tamu, yuk Queen kita ke ruang tamu" ajak alex
"tunggu bentar" ucap bee sambil membereskan beberapa berkas yang dia kerjakan
"ayo zio juga ikut" ajak alex
"tamu siapa sih" tanya akan bingung
"apa kalian mau ikut juga ke ruang tamu, biar gak mati penasaran" ajak alex
"dasar lo temen luckn*t malah doain kita mati" ucap ken kesal
"udah udah yuk kita keluar bareng" ajak bee hanya di angguki mereka semua
Mereka pun berjalan ke ruang tamu, saat sampai di ruang tamu betapa mereka kaget nya hingga berhenti berjalan saat (kecuali alex dan zio) melihat pria dan wanita paruh baya tengah duduk disofa yang tak lain orang tua alex
"hey kenapa kalian berhenti" tanya alex heran
"mereka.... " tanya bee
"ya mereka orang tua ku" jawab alex
"kenapa mereka ada disini" tanya bee heran
"mereka hanya ingin bertemu presdir B'Q Company" jawab alex satai
"sudah ayo cepat" ajak alex sambil menggandeng tangan Bee Sedangkan yang lain hanya mengikuti langkah Bee dari belakang
"mom dad ini Queen yang alex ceritakan tadi" ucap alex ketika duduk di sofa diikuti yang lain
Anissa dan marchel pun melongo melihat wajah cantik juga imut Bee, anak gue beruntung banget punya calon bini cantik banget kek dia pikir anissa dan marchel
"salam kenal saya Queen" ucap bee sopan
"ah iya saya anissa mommy alex dan ini marchel suami saya sekaligus daddy alex" jawab anissa gugup
Bee hanya tersenyum melihat anissa yang gugup bertemu dengan nya
(haduuuhh gue ketemu ama gadis dingin yang menjadi perbincangan hanya netizen, astaga gugup banget) batin anissa
"tenang tante saya tidak kejam kalo di rumah" ucap bee tersenyum mendengar suara batin anissa
Semua pun kaget dengan ucapan Bee termasuk anisa dia shock karena Bee bisa mendengar suara batin nya
"aahh maaf saya tidak bermaksud seperti itu" ucap anissa gugup
"tenang tante jangan gugup, anggap saja di rumah sendiri dan saya anak anda" ucap bee
"aahh baiklah, jangan terlalu formal panggil saya mommy dan dia daddy" balas anissa sambil menunjuk marchl
"baik mom" jawab bee kikuk
"ayo pekernalkan kalian ke orang tua aku" ucap alex
"hai tante om aku viola"
"aku viona"
"aku nesi"
"aku ray"
"rey"
"ah kalian berdua tidak usah" ucap anissa sebelum Arka ingin memperkenalkan diri
"ah tante gak asik" ucap Arka kesal
"kalo yang kecil itu siapa" tanya anissa menunjuk zio
"oh dia zio mom anak angkat alex dan Queen" jawab alex
"sini sayang ikut Omah" ajak anissa
Zio pun bingung dan menengok ke arah Bee, Bee hanya menganggukan kepala nya
Kemudian zio berjalan mendekat ke arah anissa dan marchel
"hai Omah" ucap zio
"hai sayang, mulai sekarang zio panggil kami dengan sebutan Omah dan opah ya" ucap anissa
"baik Omah Opah" jawab zio tersenyum
"bi liaaaaa" panggil Bee berteriak
Sontak semua orang menutup kuping nya karena kaget mendengar suara cempreng bee
"astaga lo bisa gak sih gak teriak teriak" ucap Arka masih menutup kuping nya
"tau lo bikin gue jantungan aja mana nih kuping jadi sakit lah" tambah Ken sambil mengelus elus kuping nya
"bodo amat" jawab bee datar
"iya nak, ada apa" tanya bi lia
"siapa kan camilan juga minuman ya bik" perintah bee
"baik nak" jawab bi lia lalu kembali ke dapur
"oh iya kalian datang kesini mau apa" tanya bee memulai percakapan
"kira kesini ingin...."
.
.
.
.
.
.
Ingin apa hayooo......