Princess Mafia

Princess Mafia
Episode 121



"kita kesini ingin membicarakan sesuatu yang penting nak" jawab marchel


"apa sangat pribadi dad" tanya bee


"ah tidak, biar kita bicara disini agar mereka semua mendengar" jawab marchel tersenyum


Bee hanya membalas dengan anggukan juga senyumnya nya


"kami datang kesini untuk melamar kamu sebagai istri dari anak kami alex" ucap marchel


(sudah ku duga) batin bee


Sedangkan yang lain diam dengan senyuman nya yang terpancar dari bibir mereka


"bagaimana apa kamu mau menerima anak kami nak" tanya anissa


"ehm baiklah saya terima, sebenarnya juga alex telah melamar saya mom dad" jawab bee sambil memperlihatkan jari manis nya yang ada cincin pemberian alex waktu itu


"astaga dasar nih anak, kenapa kamu gak bilang hah kalo udah tunangan" ucap anissa kesal sambil memukul alex dengan bantal sofa


"aahh mom sakit, hentikan mom nanti alex akan jelaskan" ucap alex


"mom sudah berhenti apa kamu tidak malu dilihat mereka" ucap marchel sambil melirik ke arah yang lain


Sedangkan yang lain hanya menjadi pendengar setia juga penonton drama keluarga


"maaf permisi saya ingin mengantarkan camilan" ucap bi lia tiba tiba


"ah baik bi taruh saja di meja, sini vil bantu" ucap viola sambil membantu bi lia meletakkan camilan


"terima kasih nak" ucap bi lia hanya di balas anggukan viola


"saya permisi" ucap bi lia setelah selesai meletakna camilan


"terima kasih bik" ucap bee hanya di angguki bi lia


"ayo tante om di makan camilan nya juga minum jus nya" ucap ray sopan


"terima kasih nak ray" ucap anissa


"tidak perlu berterima kasih, sekarang kita keluarga" ucap ray tersenyum


(sungguh baik sekali pemuda ini, tapi siapa dia mengapa ada disini bersama calon menantu ku) batin anissa


"dia ray mom, kakak angkat aku" ucap bee mendengar suara batin anissa


"hah, nak kamu bisa........"


"iya mom kurang lebih begitu" ucap bee memotong ucapan anissa


Mereka pun melanjutkan ngobrol nya hinnga mereka tak menyadari bahwa langit sudah mulai gelap


"astaga ini sudah malam, ternyata kita bercerita sangat lama sekali ya" ucap anissa yang awalnya kaget lalu tersenyum


"lebih baik mom dan dad menginap saja, disini masih banyak kamar kosong" ucap ray lembut


"memang ya boleh" tanya anissa


"boleh mom, ingat kita keluarga bukan orang lain jadi jangan sungkan" jawab ray


"ah nak akmu sangat baik, semoga nanti jodoh mu juga seorang wanita yang baik hati" ucap anissa tersenyum tulus


"amiin" ucap mereka serempak


Note : ray dan rey juga memanggil anisa dan marchel dengan sebutan mom dad karena mereka kakak dari Bee jadu itu permintaan anisa saat mereka berbincang tadi


Back to story


"baiklah kalian mandi dulu setelah mandi kita akan makan malam bersama" ucap bee


"baiklah" jawab mereka kompak


"mom, zio mau mandi sama omah, boleh ya" pinta zio


"iya boleh kok" balas bee


"yeeeyy telima kasih mom, ayo omah" ucap zio lalu menghampiri anissa


"viola tolong antar mom dan dad ke kamar nya, pakaian mereka sudah ada di almari" perintah bee


"baiklah, terus lo mau kemana" tanya viola


"aku ada urusan sebentar" jawab bee


"apa perlu aku antar" tanya alex


"tidak perlu, aku hanya pergi sebentar" balas Bee tersenyum


"hmm baiklah, kamu hati hati" ucap alex hanya di angguki bee


Kemudian Bee meninggalkan mereka, bee menaiki mobil nya dia keluar karna ingin berkunjung ke supermarket untuk membeli sesuatu tak lupa juga dia pergi ke butik


Saat di perjalanan ingin pulang mobil Bee di ikuti seseorang, Bee sebenarnya sudah tau saat keluar dari sipermarket tadi tapi Bee pura pura tak tau


"ternyata anda sudah memulai permainan nya tuan wildan, baiklah saya akan mengikuti permainan anda" gumam Bee dengan senyum smriknya


Da mobil itu menghentikan mobil Bee dengan berhenti di depan mobil bee


"bangs*t" umpat bee


Setelah itu Bee keluar dari mobil nya, dia melihat 4 pria besar berbadan kelar keluar dari mobil yang menghentikan nya


"mau apa kalian" tanya bee dingin


"kami hanya mau nona ikut dengan kami" jawab pria 2


"iya lebih baik nona tidak melawan" ucap pria 3


"cih tidak akan" ucap bee dingin


"baiklah jika kau tidak mau di ajak baik baik, jangan menyesal" ucap pria 1


"tidak akan" jawab bee lebih dingin hingga menusuk uluh hati


"serang" ucap pria 1 pada teman teman nya


Bee yang ingin mendapat serangan pun senyum defil nya keluar tanpa ba bi bu Bee melawan mereka


Bugh


Pakh


Dukgh


Kreek


Arrgh


Bukh


Brak


Krek


Arrgh


Hanya butuh waktu 5 menit Bee melumpuhkan 4 orang itu


"dasar lemah" ucap bee datar


Setelah itu Bee kembali berjalan ke mobil nya, dan tiba tiba


Doorr


Suara tembakan terdengar dan untungnya tembakan itu terkena perut bee


"arrgghh sial*n" ucap bee


Bee kembali berjalan ke arah 4 pria itu sambil tangan kirinya memegang perutnya yang terasa sedikit nyeri


"kalian" ucap bee geram


Suasana disana kini berubah menjadi dingin bahkan sangat dingin


Begitu juga Bee, dia kini di kuasai oleh altar ego ya yang tak lain chilla


"paman kenapa kau melukai kami" tanya chilla kesal


Para pria itu bingung dengan sikap bee


"baiklah kalian tidak menjawab jangan salahkan chilla kalo kalian sekarat" ucap chilla dengan senyum seringai nya


Chilla pun mengeluarkan pistol kecil yang Bee simpan di balik baju nya


Dor dor


Dor dor


Dor dor


Dor dor dor


Tembakan beruntun dari pistol yang di pegang chilla mendarat ke arah 4 pria yang tergeletak di jalan itu


"aarrgghhhh" teriak mereka lalu pingsan bersama


"huh itu hukuman kalian telah melukai kami" ucap chilla lalu kembali ke mobil bee


Chilla masih mengendalikan tubuh Bee, dia menyetir mobil Bee dan melajukan ke arah mansion bee


"maaf kak chilla telat" gumam Bee menyetir sambil sebelah tangan nya menyentuh perut


.


.


.


.


.