
Mansion bee
2V nesi dan rey mereka tengah berkumpul di ruang keluarga sedangkan ray dia di kamar sejak pulang sekolah tadi.
"eh kak ray kenapa sih" tanya viola karna bingung dengan sikap ray
"iya kenapa dia jadi pendiam gitu yah" ucap viona
"ha.a tuh, rey mending lo tanyain tuh abang lo kenapa bisa berubah gitu" ucap nesi
"kenapa harus gue" tanya rey
"kan lo adek nya ogeb" ucap kompak 2V dan nesi
"haaaa baiklah" ucap rey pasrah lalu menuju kamar ray.
Tok tok tok
"bang lo sibuk gak" ucap ray saat di depan kamar ray
Ckleek
"ada apa rey" ucap ray datar
"gue mau ngomong sama lo bang" ucap rey
"yaudah masuk" perintah ray
Saat rey masuk ke kamar ray dia kaget karena kamar ray sangat berantakan tidak seperti biasa nya.
"astaga bang ini kamar lo kenapa" tanya rey kaget
Nemun tak ada jawaban dari ray, ray hanya diam duduk di ranjangan nya tanpa memperdulikan keberadaan rey.
"bang lo cerita ke gue, ada apa sebenarnya" tanya rey
Ray pun membuang nafas nya kasar karna bingung mau cerita dari mana dulu.
Haaaaaaahh
"jadi gini......"
Ray pun menceritakan kejadian semalam hingga kejadian di sekolah tadi pagi membuat Bee pergi dari sekolah dan ntah kemana, rey yang mendengarkan cerita ray hanya mengiyakan dan sedikit bingung juga.
"jadi lo suka sama Bee bang" tanya rey saat ray selesai cerita
"entahlah gue juga bingung rey" jawab ray
"lo tega banget sih bang ampe ngebentak Bee, dia kan gak salah" ucap rey
"gue gak sengaja rey, gue reflek aja begitu" ucap ray lirih dan matanya berkaca kaca
"gue sebenarnya juga sedikit kecewa ama lo bang, lo tega sama Bee sedangkan Bee ga tau apa masalahnya lo gak ngrtiin perasaan dia, pasti sakit bang orang yang dia sayang akhirnya membuat dia kecewa" lanjutnya
"gue menyesal rey" ucap ray menintikan air mata nya
"lo menyesal sekarang ga ada gunanya bang, gue tau lo itu cemburu tapi lo gak gituin Bee juga" ucap rey namun ray hanya menangis dalam diam
"udah lah sekarang terserah lo mau apa, kalo lo mau minta maaf sama Bee sorry gue gak bisa bantu karna itu masalah lo sama dia" ucap rey lalu meninggalkan ray di kamar nya.
Rey pun keluar kamar ray menuju ruang keluarga tempat viola dkk berkumpul. Dengan wajah kesal nya dia pun duduk di salah satu sofa itu.
"gimana rey" tanya viola
"haaaaa hanya masalah perasaan" ucap rey
"maksud lo" tanya nesi karna bingung maksud rey
Lalu rey menceritakan apa yang dia dengar dari ray pada viola dkk, mereka terkejut dan geram saat mendengar cerita itu.
"gue gak nyangka kak ray bakal bentak Bee demi orang lain" ucap viola dengan nada marah
"bisa bisa nya dia berbuat gitu sedangkan gue sahabat dari kecilnya gak pernah bentak Bee apalagi buat nangis dia" lanjutnya
"gue kecewa ama lo kak ray gue kecewa" teriak viola frustasi lalu mejambak rambutnya sendiri
"udah tenang vil, gue juga kecewa tapi lo jangan gini" ucap viona menenangkan viola
"lo gak denger tadi, Bee nangis cuma gara gara kak ray vin" ucap viola lalu melemparkan barang barang yang ada di dekat nya
"iya gue denger gue tau, tapi lo jangan marah kek gini vil" ucap viona bingung mau apa lagi
"gue gak mau persahabatan kita hancur gara gara salah satu dari kita ada yang menyakiti" ucap viola
Semua terdiam mendengar viola marah marah dan melempar sumua barang yang di dekatnya hingga sofa pun di jungkir balik kanππ selama ini dia selalu menjadi gadis yang periang namun setelah mendengar cerita dari rey membuat viola geram dan menjadi marah hingga semua bingung bagaimana cara nya menenangkan viola.
"rey lo coba hubungi Bee" perintah viona pada rey, rey hanya mengangguk perintah viola.
Lalu ray menelepon Bee hingga 10 kali tapi tak ada jawaban, saat mencoba menelepon nya lagi bari Bee mengangkat telpon nya.
"lo kemana aja sih" ucap ray kesal
"......................"
"lo bisa pulang sekarang gak" ucap rey
"......................"
"cepat pulang sekarang atau gak mansion lo hancur" ucap ray lalu mematikan ponsel nya.