
"dih Queen lo ga takut ama sama dia" tanya arka
"ngga lah ngapain takut"
"kalian tenang aja dia gak galak kok kalo ga ganggu"
"tapi gue masih takut Queen" ucap ken di angguki arka
"kalian gak malu apa ama tuh 2V mereka aja ga takut" ucap Bee seketika membuat arka dan ken menoleh ke arah 2V yang sedang bermain dengan Jack dan nick
"astaga bisa turun harga diri gue nih sebagai cowo" ucap arka
"iya untung mereka ga liat" ucap ken hanya di angguki arka
"viola viona sini kalian" panggil bee
"ada apa bee" jawab mereka kompak
"kalian sini aja gue mau bawa Jack dan nick jalan di taman belakang"
"kita ikut yah"
"ga usah gue mau main sma mereka berdua"
"yaudah deh" jawab mereka pasrah
"bang gue mau bawa mereka jalan dulu yah" ucap Bee pada ronald
"siap Queen hehee" ucap Ronald dengan senyum cengiran nya
"kalian berdua jaga mereka jangan sampai tersesat di mansion ini hahha" ucap Bee pada ray dan rey di tambah dengan ketawa ya membuat mereka seketika cengo
Mereka merasa sangat bosan disana hingga rey mengajak mereka untuk memainkan permainan
"eh kalian pada bisa main ps gak" tanya rey
"emang di sini ada ps" ucap arka
"ada lah gue baru beli kemaren" ucap rey
"ngapa lo ga bilang daritadi ogeb, gue kan merasa bosan di sini" ucap ken
"heheh gue lupa" ucap rey
"emang kalian bisa main ps" ucap ray
"bisa dong" ucap arka dan ken kompak
"yaudah gue ambil dulu ps nya" ucap rey
"kalian main ps terus kita ngapain dong" ucap viola
"kita ke dapur aja yul bikin apa gitu" ucap nesi
"haaa bagus tuh oke kuy lah" ucap viona
"eeiittss jangan brantakin tuh dapur yah kasihan bi lia beresin nya" ucap ray
"siap kak" ucap mereka ber tiga kompak
Ronald, rey, arka, dan ken mereka main ps sedangkan ray dia membantu mengerjakan berkas berkas milik bee dan Alex dia hanya diam melihat semua itu hingga akhir nya dia memutuskan untuk pergi menyusul bee
"ray gue boleh gak nyusulin Queen" tanya Alex lirih
"hah apa, lo ngmng apa lex sorry gue lagi ngerjain ini" ucap ray dia dengar cuma berpura pura agar Alex bertanya lagi
"gue mau nyusulin Queen ke taman belakang boleh gak"
"oh iya boleh kok asalkan lo ga apa apain Bee aja"
"ya Emng mau gue apaan sih" ucap Alex sewot
"ya kali lo mau nembak Bee" ucap ray sontak Alex membuatkan mata nya
"lah dia kan pacar lo mana gue brani"
"hehe iya juga ya"
"dasar lo"
"lo enak kalo begini lex gak diem kaya kulkas"
"hah, hehehe susah ray"
"kenapa kan belum lo coba"
"iya akan gue coba, yaudah gue nyusulin Queen dulu"
"okey"
Saat berjalan ke taman belakang Alex mengamati semua benda di sana dia kagum atas mansion mewah ini yang lebih mewah dari mansion milik nya itu.
Saat Alex sampai di taman dia mencari keberadaan Bee, dia melihat Bee sedang duduk santai bersama 2 hewan kesayangan nya itu, Alex pun mendekati Bee hingga samar samar terdengar suara bee.
"kalian tau gak Jack nick, dunia ini sangat tak adil untuk gue, mengapa gue di fitnah saat bukan gue yang melakukan kesalahan waktu itu, apa gue ini anak pembawa sial hingga mereka mengusirku bahkan mereka tega tidak memberi gue kasih sayang" ucap Bee pada Jack dan nick, mereka merasa sedih dengan keadaan pemiliknya itu karna mereka telah di rawat Bee sejak berumur 2 bulan hingga Jack dan nick meneteskan air mata
"hei kenapa kalian menangis, oh Ayolah kalian itu lelaki jangan cengeng" ucap Bee seketika membuat Jack dan nick menidurkan kepalanya di kaki Bee.
Sedangkan Alex hanya mendengarkan curhatan Bee pada hewan kesayangan nya itu, ada sedikit rasa sakit saat Alex mendengar itu.