
"maaf presdir, saya datang terlambat" ucap damian
Sontak resepsionist tadi kaget karna damian memanggil Bee dengan sebutan presdir.
"pecat wanita ini jangan sampai dia masuk di perusahaan mana pun" ucap bee dingin
"baik presdir" jawab damian
"nona tolong maafkan saya jangan pecat saya, saya tidak tau kalo anda adalah presdir utama di sini" ucap resepsionist memohon
"cih bahkan anda tak mempunyai sopan santun untuk apa saya memaafkan anda hah" balas Bee geram
"nona tolong beri saya kesempatan sekali lagi saya mohon" ucap resepsionist lagi
"damian singkirkan wanita ini dari perusahaan ku" ucap bee pada damian
"baik presdir, silahkan anda masuk" balas damian
Bee dan Alex pun berjalan kembali ke ruangan presdir di lantai paling atas, sedangkan damian mengurus wanita tadi.
****
Mall
Kini ray dkk tengah berjalan masuk ke dalam mall, mereka pergi ke arah restoran dulu untuk mengisi perut mereka.
"kita pesen apa nih" tanya arka
"serah aja samain semua biar gampang" jawab viola
"pesen nasi aja kali yah sama fried chicken trs minumnya soda, gimana" tanya arka
"oke lah ga papa" jawab Ken sedangkan yang lain hanya mengangguk an kepala
Arka pun mengajak viola untuk memesan paket nasi dan ayam.
"kak bunga viona mau nanya dong" ucap viona
"nanya aja vin" balas bunga
"kakak udah punya pacar belum" tanya viona
"ehm be belum vin, kenapa nanya gitu sih" jawab bunga
"nah pas banget, kak bunga sama kak ray aja daripada kak ray gangguin Bee mulu" ucap viona
"ck lo ini paan sih vin, kuker tau gak" balas ray datar
"ya kan bener kak kata viona, ini kan alex mau nikahin Bee jadi kak ray biar gak galau mulu" ucap nesi
"betul juga tuh ray kata nesi" tambah ken
"dari pada lo ga ada pasangan, masa adek kakak jomblo semua" lanjutnya
"ck kalian tuh sama aja" ucap ray dingin lalu pergi dari restoran itu
"eh ray mau kemana" tanya ken
Namun ray tak menghiraukan nya, dia sangat kesal karna semua teman nya mencoba menjodohkan nya dengan bunga.
"tuh kan kak ray jadi marah" ucap nesi
"tau nih viona, lagian main jodoh jodohin ray segala" tambah ken
"ya kan gue gak tau kalo jadi gini" balas viona
"salah kalian juga kan setuju dengan omongan gue" lanjutnya
"bisa diam tidak" bentak rey dengan nada dingin
Sontak semua orang menjadi diam karna mereka tau kalo rey saat ini sedang marah.
"gue pergi" ucap rey lalu keluar restoran itu
"loh kok jadi pada pergi sih" ucap ken
"gini nih kalo ga ada Bee, jadi berantakan" ucap viona
"udah udah diem aja" kali ini bunga yang bicara
"loh ray sama rey kemana" tanya Arka tiba tiba
"mereka pergi" jawab ken
"kok bisa pergi kemana" tanya viola
"udah kita makan dulu aja nanti gue cerita" ucap viona
"terus ini bagian ray sama rey gimana" tanya viola
"bungkus aja" balas nesi
*****
AL Company
Saat ini Bee tengah mengerjakan berkas berkas yang ada di meja kerja nya, sedangkan Alex duduk di sofa sambil bermain game online sekali kali melirik ke arah Bee yang tengah bekerja.
"kalo lagi serius gitu jadi tambah cantik deh" ucap alex lirih saat menatap bee
"jangan liatin terus" ucap bee tiba tiba
Sontak alex kaget karna Bee tau kalo dirinya menatap Bee sendari tadi.
"kamu bosen gak lex" tanya bee pada alex namun masih fokus membaca berkas nya
"ehm gak terlalu sih" jawab alex
"kamu laper gak" tanya bee lagi
"sedikit laper" jawab alex
"hallo dami pesankan makan dan minum untuk ku alex dan kau juga" ucap bee pada damian di seberang sana lewat ponsel
"........."
"apa saja terserah kamu" ucap bee
"......."
"terima kasih damian" ucap bee lalu mematikan panggilan di ponsel nya
Lalu Bee mengerjakan berkas nya lagi tak menghiraukan alex yang ada di ruangan itu.
15 menit kemudian damian datang membawa pesanan Bee.
Tok tok tok
"masuk" jawab bee
Ckleek
"maaf presdir ini pesanan yang anda minta" ucap damian
"jangan terlalu formal kak" balas bee
"hehehe sorry" jawab damian
"yaudah yuk kak kita makan dulu sama sama" ajak bee
"serius Queen, apa aku tidak mengganggu mu dengan kekasih mu itu" tanya damian sambil melirik alex
"baiklah" balas damian
"hai aku damian scoot, kepercayaan Queen di perusahaan ini" ucap damian memperkenalkan diri
"aku Alexander Jasson Megalic, calon suami Queen" balas alex
"hah jadi kamu anak semata wayang dari keluarga Megalic ya" tanya damian kaget
"iya kak" jawab alex
"suatu kehormatan untuk bertemu dengan pengusaha muda seperti anda tuan alex" ucap damian sedikit membungkukan badan nya
"tak perlu formal kak kita teman" balas alex tersenyum
Damian mematung saat melihat alex tersenyum, setahu dia presdir muda Megalic Company sangat dingin datar dan kejam juga tak kenal ampun.
(astaga tuhan aku mimpi apa semalam bisa melihat tuan alex yang tersenyum begini) batin damian
"gak usah kaget kak, dia memang selalu tersenyum jika di dekat ku" ucap bee
"hah Queen kamu...."
"sudahlah lupakan, ayo kita makan" ucap bee hanya di angguki damian
Mereka pun makan bersama dengan candaan, walaupun dami sedikit gugup karna makan bersama dengan para presdir itu dia tetap memasang wajah bahagia nya.
Setelah makan damian pun kembali bekerja begitu pula Bee, sedangkan Alex hanya diam melihat Bee bekerja.
"Queen aku sangat bosan" ucap alex sambil mendekat ke meja bee
"terus kamu mau apa hmm" tanya bee masih fokus dengan berkas nya
"mau main sama kamu" bisik alex pada telinga Bee
"iisshh apaan sih lex geli tau kena nafas kamu" ucap bee sambil mendorong alex
"hmm mau aku bantuin gak biar cepet selesai gitu" tanya alex
"emang kamu bisa" bukan nya menjawab malah Bee balik tanya
"hehehe kan belajar dulu biar bisa, aku juga kan presdir Queen" jawab alex
"oke sini aku ajarin dulu" ucap bee
Bee pun mengajari alex mengenai salah satu berkas itu, hingga akhirnya alex cepat mengerti.
Alex pun ikut mengerjakan berkas itu, sebelum selesai dia juga bertanya pada bee apa yang di kerjakan salah atau benar.
"ehm Queen ini satu lagi gimana bener gak" tanya alex pada bee
"sini coba aku cek dulu" balas bee
"oke benar semua" ucap bee setelah selesai mengecek tugas milik alex
"jalan jalan yuk, kamu kan udah selesai" ajak alex
"kamu tuh gak sabaran banget sih lex" balas Bee tersenyum lebar
"aku tuh bahagia ketika bersama mu Queen, ingin rasa nya menghabiskan waktu buat kita berdua saja" ucap alex menatap bee
"iya iya yaudah kita jalan yuk gak usah melow gitu deh" ucap bee
"ayuk sini aku gendong" perintah alex sambil berjongkok di depan bee
"alex ini kantor jangan gitu ah" balas bee
"ayo cepet kalo gak mau aku akan nerkam kamu sekarang juga" ancam alex
"hah jangan, iya iya aku naik nih yah di punggung kamu" ucap bee
"yaudah cepet, oh iya jangan lupa pake topeng mata nya" balas alex
"udah nih, yuk jalan nanti kalo berat turunin aku aja yaa" ucap bee
"hmm kamu ringan kok gak berat, pegangan yah" balas alex
"iya" jawab bee
Alex pun menggendong Bee di belakang punggung nya, untung Bee sekarang memakai celana tidak memakai rok span seperti biasanya jadi dia tak merasa canggung.
"alex pelan pelan aku takut ih" ucap bee saat alex berjalan cepat
"tenang aja kamu gak bakalan jatoh kok, kalo jatoh paling ke bawah hahaha" balas alex tertawa
"ya kebawah lah masa iya ke atas gimana sih" ucap bee kentus
Saat sampai di bawah, banyak yang memandang Bee dan Alex, mereka juga bisik bisik ntah apa yang mereka bicarakan.
"kalian di gaji untuk kerja bukan untuk bergosip ria" ucap alex dingin
Sontak semua orang yang berisik langsung terdiam dan melakukan kerjaan masing masing lagi.
"alex udah turunin aku" ucap bee saat di lobby
"nanti dulu, aku bawa ke mobil sekalian ya" kekeh alex
"dasar kepala batu" gumam bee
"aku denger loh" ucap alex
"bodo" balas bee
Alex pun menggendong Bee sampai di oarkiran mobil, beberapa menit kemudian alex dan Bee sudah menaiki mobil bee.
"kita mau kemana nih lex, kok jalan nya asing banget buat aku" tanya bee saat alex membawa mobil ke arah yang tidak Bee ketahui
"kejutan dong" jawab alex
"kamu gak nyulik aku kan" tanya bee menatap tajam alex
"kalo iya kenapa" jawab alex melirik bee
"lex jangan macem macem deh" ucap bee
"gak macem macem kok cuma satu macem" balas alex santai
"serius alex kamu mau bawa aku kemana" tanya bee lagi
"kita ke......"
.
.
.
.
.
.
.
***Hayo kemana tuh, hehehe coba tebak dong kakak kakak cantik Bee dan Alex mau kemana.??
Jangan pula tinggalkan jejak ya kak***