Princess Mafia

Princess Mafia
Episode 180



Dor dor dor


Suara tembakan terdengar jelas di telinga para tamu yang hadir di pesta itu hingga membuat semua orang panik berteriak


(sial*n siapa yang berani mengacau pesta ku) batin queeny


"queeny ada apa ini" tanya marchel


"daday tenang saja, lindungi cucu cucu daddy juga keluarga yang lain biar queeny yang urus semua" jawab queeny pada ayah mertua nya


"baik nak, kamu berhati hati lah" balas marchel


"2V" panggil queeny pada si kembar viola dan viona


"bawa seluruh tamu undangan juga keluarga ku ke ruangan bawa tanah, ingat jangan sampai ada yang keluar dr mansion" perintah queeny dengan tegas


"siap Queen" balas 2V lalu melaksanakan tugas mereka


"rey" panggil queeny pada saudara angkat nya juga King2 TBD


"atur strategi penyerangan sekarang juga" perintah queeny


"baik Queen" balas rey lalu melesat bersama dengan beberapa anggota TBD lain nya


Dor dor dor


Suara tembakan terdengar lagi


Ahahahaha (suara tawa seseorang)


Sontak membuat queeny, alex, dan ray menoleh ke arah sumber suara


"bagaimana hadiah ku, apakah menarik" tanya seseorang itu dengan memainkan pistol di tangan nya


"siapa kau" tanya Queeny dingin


"It's quiet, honey" ucap seseorang itu


"siapa kau beraninya kau memanggil istriku dengan sebutan sayang hah" tanya alex dengan nada marah


"kalem boss kuh kalem" balas seseorang itu santai


"****, katakan apa tujuan mu" tanya queeny dingin sambil menatap tajam seseorang itu


"aku hanya ingin membalaskan dendam kakak ku yang telah kau bunuh" jawab seseorang itu membuat Alex dan Ray berfikir sedangkan queeny sudah menduganya bahwa hal ini akan terjadi


"dengan cara mengacaukan pesta ku, cih cara mu sungguh murahan" ucap queeny dingin dan memandang remeh seseorang itu


"apakah waktunya kurang tepat, ku rasa tidak" tanya seseorang itu


"sangat tepat bahkan aku juga akan memberi mu bonus yang sangat besar" ucap queeny dingin dengan senyum semrik nya membuat ruangan tersebut terasa makin dingin


Ray dan Alex memandang Queeny bingung, sedangkan seseorang itu menatap Queeny dengan tatapan selidik


Prok prok


Queeny menepuk tangan nya dua kali dan keluarlah dua anggota nya sembawa membawa 2 tahanan yg di tutup matanya


Sontak hal itu membuat Ray, Alex bahkan seseorang itu melototkan matanya tidak percaya


"jangan sentuh mereka" ucap seseorang itu marah ketika melihat dua tahanan itu


"aku tidak akan menyentuh mereka jika kau menyerah saat ini juga" ucap Queeny dingin membuat seseorang itu berfikir sejenak


"Paman apa itu kau" tanya salah satu tahanan anak kecil


"Ardan apa itu kau, tolong lah kami, kami tidak mau terkurung di ruangan gelap itu" tanya dan ucap salah satu tahanan seorang wanita cantik pada seseorang yang belum di kenal itu


"kakak dan Qira tenang saja, kalian pasti akan bebas" ucap seseorang itu yang tak lain Ardan dan tahanan nya adalah Kim Hana dan puterinya Zhu Qira Han Sanjaya


Kim Hana adalah kakak ipar dari Ardan Fajar Sanjaya, dia merencanakan penyerangan ini karena telah mengetahui bahwa Mafia TBD lah yang membunuh kakak nya Elvano Kenan Putera Sanjaya


"Ardan kau berhati hati lah, kami tak ingin kau terluka karena menolong kami" ucap Kim Hana lagi dengan raut muka khawatir


Dia tak tau bahwa bahaya akan menghampiri nya dengan cepat, bahkan Puteri nya pun menjadi sasaran juga, betapa jahat nya manusia yang menahan nya dan menjadikan nya sasaran itu pikir Hana


"jika kau ingin mereka selamat, ikuti semua perintah ku" ucap Queeny dingin


"aku tidak akan menyerah begitu saja" balas Ardan marah


"heh kita lihat saja siapa yang akan kalah" ucap Queeny sinis


Ardan melihat sekitar bahwa anggota TBD telah bertambah banyak sedangkan dirinya hanya membawa beberapa anggota nya


"jika kau berani, lawan lah aku sendiri kita berduel" ucap Ardan lantang membuat Queeny tersenyum miring


"aku tidak takut" balas Queeny dengan nada santai namun terdengar seperti ancaman


Sedangkan Alex dan Rey hanya melihat pertunjukan itu, mereka sedang memahami situasi saat ini, ntah mengapa otak mereka susah buat memikirkan hal ini


Hal yang sangat besar Queeny bisa lakukan sendiri tanpa bantuan siapa pun


"Alex kenapa otak ku susah memahami hal ini" tanya Rey pada Alex yang di sebelahnya


"ntahlah, otak ku pun ikut ngeblank" jawab Alex bingung


Pertarungan Queeny dan Ardan pun akhirnya di mulai, Ardan menyerang Queeny dengan mem babibu tapi Queeny menghindar serangan dr Ardan dengan santai nya


Sebelum itu dua tahanan tadi telah di kurung di ruangan kembali agar tak mendengar pertarungan itu


Ardan yang kalang kabut pun akhirnya kelelahan karena Queeny selalu saja menghindar dan tak membalas serangan nya


"hanya segitu kemampuan mu" tanya Queeny meremehkan


"cih kenapa kau tidak melawan hah" Ardan balik bertanya dengan nafas tersengal sengal


Bugh


Dukh


Aakh


Dengan sekali tendangan membuat Ardan terlempar agak jauh hingga badan nya membentur dinding


"sial*n kau j*lang" umpat Ardan kesakitan


"masih bisa berteriak juga ternyata" ucap Queeny sambil mendekat ke arah Ardan dan memaikan pistol mini yang dia bawa


Ardan hanya bisa menahan sakitnya, dia ingin bangkit namun susah, sedangkan para anggota yang Ardan bawa juga di kepung anggota TBD dan tak bisa membantu Ardan


Queeny pun jongkok menyamakan tinggi nya dengan Ardan yang Duduk bersandar di tembok


"kau tau apa ini" tanya Queeny pada Ardan sambil memainkan pistol mini nya


"jika benda ini mengarah ke otak mu apa yang akan terjadi" tambah nya bertanya lagi


"apa kau akan mati, oohhh tidak semudah itu" monolog Queeny lagi


Queeny meletakan pistol mininya di kantong celana dia dan mengeluarkan pisau lipat di kantong celana dia bagian lain juga


"kau mau tau, pisau ini sudah lama tidak merasakan sedap nya darah pasti dia kehausan, bolehkah aku meminta sedikit darah mu agar pisau ini tidak haus" ucap Queeny juga bertanya pada Ardan sambil mengelus pisau lipat nya sambil tersenyum miring membuat Ardan gemetar menahan takut


Sekarang rasa takut Ardan lebih besar dari pada rasa sakit yang dia rasakan saat ini


"mungkin tidak perlu meminta izin mu dulu, benarkan" monolog Queeny lagi lalu memajukan pisau lipat nya ke depan wajah Ardan


Mendekatkan pisau nya ke pipi Ardan daaann


Sreett


Sreett


Dua sayatan di pipi Ardan dan teriakan kesakitan Ardan membuat Queeny semakin lebih bersemangat


"lihatlah tangan mu ini sangat mulus, bolehkan aku memberi gambaran disini agar lebih menarik" ucap Queeny juga bertanya sambil memegang tangan Ardan yang gemetar


Tak menunggu jawaban dari Ardan, Queeny langsung mengukir tangan bahkan sampai lengan Ardan membuat Ardan teriak lagi, lagi dan lagi


Anggota yang di sana pun merasakan ngilu melihat semua ini, bahkan Alex dan Rey tak kira Queeny akan melakukan nya sendiri tanpa bantuan mereka, sungguh Queeny adalah Ratu yang pantas untuk di puji dan di sanjung walau kelakuan nya seperti iblis


"lihatlah ini sangat indah bukan" ucap Queeny pada Ardan sambil menunjukan ukiran di tangan Ardan, ukiran bertuliskan The Black Diamond


"bunuh saja aku dasar kepar*t" teriak Ardan menahan sakit


"masih kuat teriak juga ternyata" ucap Queeny dengan senyum miring nya


"kau iblis, kau pantas mendapatkan hukuman yang setimpal" ucap Ardan


"jika kau bisa" balas Queeny enteng


"Ray ambilkan air garam" perintah Queeny dingin pada Ray


"baik queen" balas Ray yang terkejut lalu berlarian mengambil air garam


"aku akan membersihkan darah mu ini, tunggulah air nya" ucap Queeny santai lalu duduk di lantai masih memainkan pisau nya


"ini queen" ucap Rey ketika telah membawa air garam yang Queeny minta


Queeny segerah bangun dan meminta Ray untuk menyiramkan air itu di luka Ardan


Byuurrr


"aaaarrrrrgghhhh" teriak Ardan kencang membuat semua orang di sana menutup telinga nya


"cukup" ucap Queeny membuat Ray berhenti menyiramkan air nya


"bawa dia ke penjara bawa tanah, jangan sampai dia mati dengan mudah" perintah Queeny


"baik queen" balas Ray


"setengah dari kalian bawa anggota yang di bawa pria konyol itu penjarakan juga mereka semua, siksa mereka secara perlahan, dan setengah nya bersihkan tempat ini secepatnya" perintahnya pada anggota TBD


"baik queen" balas semua anggota TBD kompak


Anggota pun melakukan tugas mereka dengan baik, bahkan hanya butuh waktu 15 menit tempat itu sudah bersih seperti semula


"apa kau tidak akan mengganti pakaian mu" tanya Alex pada istrinya


"sepertinya harus, acara kita belum selesai bukan" jawab Queeny juga bertanya


"hmm cepatlah ganti gaun mu segeralah turun kembali karena Ray telah membawa semua keluarga dan tamu kemari" ucap Alex pada istrinya


"baiklah, aku akan segerah kembali" ucap Queeny lalu meninggalkan Alex untuk mengganti gaun nya


(lihatlah bahkan dia bisa melakukan hal besar tanpa bantuan ku, apa aku tidak berguna bagi dia atau dia tak ingin membawa ku masuk ke rencananya, entahlah aku tak mengerti dengan nya sampai saat ini, yang ku tau aku hanya mencintai nya dan tak akan pernah membuat dia kecewa atau meninggalnya, dia adalah wanita yang sangat kuat, aku sangat bersyukur bisa memilikinya) batin Alex sambil melihat kepergian Queeny


(permainan yang sangat menyenangkan, bahkan di saat hati penobatan ku masih ada gangguan receh, ini masih sedikit dan belum seberapa kita lihat kedepan nya akan seperti apa, bersiaplah siaplah kau Queeny) batin Queeny sambil berjalan menuju kamarnya


Beberapa menit kemudian


Kini pesta telah berlanjut dan semua tamu diam tak ada yang berani bertanya dan mengungkit masalah tadi karena mereka tau bahaya yang akan datang ketika mereka membuka mulut nanti


"Jadiii bagaimana" tanya Viola pada Queeny


Yah kini Queeny, Viola, Viola, nesi, arka, Ken, Afgan, Ray, Rey, Alex, Darren, Darrel, dendrick, Damian, Haikal, dan yoga mereka semua tengah berada di ruangan yang Queeny sediakan untuk membahas masalah tadi


"hanya sampah masyarakat" jawab Queeny santai sambil memaikan gelas anggur nya


"siapa dia" tanya Viola lagi


"siapa lagi kalo bukan Ardan Fajar Sanjaya" jawab Queeny


"tunggu tunggu, seperti nya itu nama kgk asing di telinga gw" ucap nesi


"adik dari Elvano Kenan Putera Sanjaya bukan" tanya arka


"kau tau dari mana" tanya Viola pada suami nya


"aku pernah mendengar di salah satu suara stasiun televisi bahwa adik dari Presdir yang hilang Elvano Kenan Putera Sanjaya kembali untuk mencari nya, dia dari kecil berada di Australia dan hampir tidak ada yang mengenalinya, hanya orang orang terdekatnya lah yang tau tentang dirinya" jawab arka panjang lebar membuat semua orang di sana menganggukan kepala nya kecuali Queeny, Alex, Ray dan Rey yang sudah tau akan hal itu


"lalu selanjutnya kita akan melakukan apa" tanya viona


"perketat penjagaan" jawab Ray


"Bersiaplah setelah ini kita akan melewati banyak masalah lagi walau hanya masalah kecil tapi kita harus selalu waspada" lanjutnya


"baiklah kita akan memperketat penjagaan begitu pula di mansion utaman dan mansion kedua bahkan kerajaan" ucap Darren


"kami bisa mengurus semua itu" tambah Darrel


"yah benar, kalian tinggal Nerima jadi" tambah dendrick


"baiklah, aku serahkan masalah ini ke kalian" ucap Ray pada 3D


"lalu kami" tanya Viola bingung


"bawa semua keluarga kalian disini ke mansion utama agar lebih aman" jawab Rey datar


"baiklah hari ini juga kami akan pindah ke mansion utama" ucap Arka


"Jangan biarkan keluarga kalian tertinggal di luar satu pun, kita kembali bersatu di tempat yang sama" ucap Alex datar


"Haikal, yoga, Damian, afgan awasi perpindahan mereka ke mansion" perintah Ray tegas


"baik king, akan kami laksanakan" balas Haikal, yoga, Damian dan Afgan kompak


"bagaimana dengan kak Ronald dan Jessica" tanya Viona


"mereka........"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Hai para reader ku, author Nour Addeline kembali lagi nih untuk melanjutkam kisah yang belum selesai ini


Maaf author baru nongol karena waktu itu sempat kehilangan akun alias lupa kata sandi akun😂


Tapi tenang, sekarang author balik lagi dengan wajah baru dan umur yang bertambah 🤣


Okey cukup sekian kalo ada kesalahan kata bahkan salah penulisan kalimat harap di maklumin ya, hehehehe


Jumpa lagi di episode selanjutnya👋


Jangan lupa tinggalkan jejak dan dukungan nya ya, like, komen, vote dan favoritkan


Xie Xie, gomawo, Terima kasih, dan Thank You***