
Haikal dan yoga pun langsung membawa anantasya meninggalkan sang sopir yang pingsan di tempat
Sebelumnya haikal memerintahkan pada anggota mafia yang lain untuk mengurus sopir itu agar di sandra dulu bersama dengan mobil nya
Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di markas dan membawa anantasya ke penjara bawah tanah
"ini dimana kenapa tempatnya sangat menyeramkan" tanya anantasya yang sedikit takut
"kita ke ruangan boss" jawab haikal singkat
(*duh jangan jangan gue di culik nih, tapi buat apa wanita kek gue di culik) batin anantasya yang mulai panik
(lihat saja kau akan dapat hadiah nanti setelah boss kami datang nyonya jal*ng) batin haikal
(sebentar lagi ada pertunjukan, sebelum itu gue akan tidur dulu lah buat persiapan) batin yoga*
Setelah sampai di penjara bawah tanah, haikal membius anantasya dan mengikat ya di bangku yang ada di ruangan itu
"cih dasar jal*ng mana mata duitan lagi" ucap haikal berdecih sambil memandang anantasnya jijik
"udah lah gue mau rebahan dulu sebelum lihat pertunjukan nanti" ucap yoga lalu meninggalkan ruangan itu
"tungguin gue woy" ucap haikal sambil mengejar yoga yang sudah sedikit menjauh
***
Sedangkan Bee kini dia bersiap untuk pergi ke suatu tempat, dia merasa sangat jenuh jika di rumah saja
Bee menaiki mobil kesayangan nya, dia melesatkan mobil nya membelah jalan yang tidak padat
Beberapa menit kemudian Bee telah sampai di sebuah danau, yah danau itu di sebuah taman yang biasa Bee kunjungi
Disana Bee duduk di sebuah bangku di bawah pohon beringin yang besar, dia menatap anak anak kecil yang tengah bermain dengan kedua orang tua nya
"beruntung sekali anak anak itu" gumam Bee yang masih menatap keluarga kecil di depan nya
"andai saja hidup ku dulu seperti itu, mungkin sekarang aku tidak akan menjadi mafia" gumam nya lagi
Tiba tiba ada seseorang laki laki yang datang dan duduk di sebelah bee, Bee hanya menoleh sesaat lalu menghadap ke arah depan lagi
"kenapa kamu sendirian" tanya laki laki itu
"......."
"kenapa tidak menjawab pertanyaan ku" ucap laki laki itu lagi
"apa itu penting bagi mu" ucap bee dingin
Laki laki itu shock bukan main, sebelumnya dia mengamati dari kejauhan Bee dengan muka sedihnya dan sekarang dia sangat dingin
"ah ti tidak, aku hanya bertanya" balas laki laki itu
Bee hanya diam tak membalas ucapan laku laku itu, sekarang modd dia tambah hancur bertemu dengan laki laki ini yang memiliki muka menyebalkan
"boleh kita berkenalan" tanya laku laki itu
"hmm" balas Bee hanya berdehem
"aku rival kamu siapa" ucap rival
"Queen" jawab bee dingin
"ehm Queen, apa kamu sedang bersedih" tanya rival pelan pelan
"tidak" jawab bee datar
"lalu kenapa tadi aku melihat wajah sendu mu ketika kamu melihat anak anak disana" tanya rival sambil menunjuk ke arah keluarga kecil tadi
Bee terdiam dia bingung ingin menjawab apa, dia memang sedang merasa sedih tapi dia tak mau kesedihan nya di ketahui seseorang bahkan orang itu baru saja di kenal
"bukan apa apa" jawab bee datar
Tiba tiba api sel Bee berbunyi menandakan panggilan masuk
"maaf aku ingin mengangkat telpon dulu" ucap bee datar lalu menjauh dari rival
"baiklah" balas rival
***
"ada apa" tanya Bee tk teh point di ponsel nya
"jal*ng sudah disini" jawab seseorang itu yang tak lain haikal
"baiklah aku akan segera kesana" balas Bee lalu mematikan ponsel nya sepihak
Bee langsung berjalan menuju mobil ya, dia lupa bahwa rival sedang menunggu ya di bangku taman tadi
Skip
Brak
Bee menendang pintu ruangan bawah tanah itu, dia melihat anantasya yang sedang di ikat di kursi dan sedang pingsan
"siram dia dengan air panas" perintah Bee pada haikal
"baik Queen" balas haikal
Byurrr
"aarrgghhhh panas panas tolong panas ini sangat sakit aargghh" ucap anantasya kaget hingga berteriak
"itu hanya air dingin mengapa bisa sakit" ucap bee datar
"apa kau buta hah, air ini sangat panas lihat kulit ku melepuh" teriak anantasya
"ini baru permulaan nyonya ANANTASYA MALIK ABRAHAM" ucap bee dingin dan menekan nama itu
"siapa kau hah kenapa tau nama ku" tanya anatasya berteriak
"hey gue gak budeg jangan teriak, suara lo sungguh membuat kuping gue sakit" ucap bee kentus
"lepasin gue" teriak anantasya lagi
"cih tidak akan" balas Bee dingin
"hey kalian berdua kenapa tidak menolong ku, kata kalian aku mendapatkan hadiah dan aman hadiah nya" ucap anantasya dengan nada tinggi
"hadiah mu sedang menunggu nyonya jal*ng" balas haikal
Anantasya pun menengok ke arah mana kmdan kiri mencari dimana hadiah yang haikal maksud
(*sangat bodoh, bahkan melebihi anak di usia 5 tahun) batin bee
(dasar jal*ng bodoh, lihat saja kehancuran mu akan terjadi sebentar lagi) batin haikal dan yoga*
Bee pun berjalan mendekat ke arah anatasya sambil memegang pisau lipat kesayangan nya
Anatasya yang melihat bee membawa pisau lipat pun gemetas ketakutan
"apa yang akan kau lakukan hah" tanya anatasya
"hanya ingin bermain main dengan mu" jawab bee
Kres
Tali yang mengikat anatasya terlepas karena Bee yang memutusnya
Anantasya sangat senang karena tali ya terputus tapi dia juga merasa sakit karena kulitnya yang melepuh
"jangan senang dulu nyonya jal*ng, karena permainan ku akan dimulai" ucap bee dingin
Sreet
Sreet
Dua sayatan di pipi anatasya membuat dia berteriak histeris karena kesakitan
"aarrgghhhh sa ki it" teriak anatasya
"berteriak lah karena aku akan bersemangat jika kau berteriak sangat kencang" ucap bee dengan senyum semrik nya
Sreet
Sreet
Aargh
Sreet
Sayatan bertubi tubi Bee berikan pada anatasya hingga dia terdunduk lemah
"to long le pas kan aku" ucap anantasya terbata
"tidak akan, aku belum puas bermain dengan mu" balas Bee tersenyum mengerikan dan....
.
.
.
.
.