
"ya aku baik baik saja kak" jawab bee lirih
"ayo bangun" ucap afgan sambil membantu Bee bangun
"terima kasih kak" ucap bee hanya di angguki afgan
Afgan membawa Bee ke sofa yang ada di pojok ruangan itu, dia mendudukan Bee disana dan keluar untuk mengambilkan minum bee
"kamu tunggu disini, aku akan mengambil minum untuk mu" ucap afgan hanya di angguki bee
Bee duduk di sofa dengan pandangan kosong ke depan, entah apa yang dia fikiran saat ini, dia meresa bingung dengan takdir hidup nya yang selalu mempermainkan nya itu
"sudah jangan di pikirkan masalah tadi" ucap afgan ketika sudah sampai di ruangan Bee kembali
"tapi kak, mereka adalah keluarga ku namun aku belum bisa menerima semua ini, aku butuh waktu" balas Bee lirih sambil menoleh ke arah afgan
"nih minum dulu" perintah afgan sambil memberikan botol minum
Bee mengambil botol itu dan meminum ya hingga habis setengah botol
"terima kasih kak" ucap bee yang sudah mulai tersenyum lagi walaupun sedikit
"iya itulah guna sang kakak, bisa menemani adiknya ketika adiknya sedih" balas afgan tersenyum
"baiklah aku akan kembali bekerja, lebih baik kamu pulanglah jangn pikirkan masalah ini" lanjutnya
"tidak kak aku akan melanjutkan pekerjaan ku saja" tolak bee
"baiklah jika itu mau mu aku tidak bisa memaksa" balas afgan
Setelah itu afgan pamit untuk kembali ke ruangan nya lagi, begitu pula dengan bee dia mengerjakan berkas berkas nya agar tak memikirkan masalah tadi
***
"kak bagaimana ini, apa Queen akan menjauhi kita dan tidak kembali ke kerajaan" tanya Arthur yang bingung
"tenang saja kaka punya rencana" jawab Alexios santai
"rencana apa yang akan kakak lakukan, beri tau aku kak" tanya Arthur
Alexios hanya tersenyum miring karena dia tau cara agar Bee bisa menerima mereka dan ikut ke Inggris bersama
Arthur di buat bingung dengan kakak nya yang tidak menjawab apa rencana yang akan dilakukan nya itu
"sudahlah kamu sebaiknya ke kamar untuk istirahat" ucap Alexios
"kau ini sangat menyebalkan" ucap Arthur kentus lalu berjalan keluar dengan menghentak hentakan kaki nya
Alexios hanya menggeleng kan kepala nya, dia tak percaya adik nya seorang pangeran jika kesal akan berperilaku seperti wanita
***
Mansion bee
"aku sih tergantung Queen aja" jawab alex
"jangan lama lama loh lex nanti yang ada Bee akn di rebut orang lain" ucap viola
"tau lo, wanita itu butuh kepastian bukan nya cuma janji janji manis doang" tambah nesi
"tidak akan kalian tenang saja" balas alex singkat
"kalian juga jangan lama lama nikah nya nanti jadi fitnah loh" ucap nesi sambil menatap 2 pasangan
"tenang saja, kita akan menikah seminggu kemudian setelah alex dan Queen iya gak yank" ucap arka
"ya terserah kamu saja yank" balas viola
"gue juga ngikut lah, seminggu kemudian setelah Arka dan viola, gpp kan yank" ucap ken
"iya gpp, aku mah ngikut aja" balas viona
"sebelum ini kita harus persiapkan semuanya takut nya tiba tiba besok alex dan bee mau nikah lagi, iya gak" ucap nesi
"haaa betul itu" balas 2 pasangan (Arka dan viola, Ken dan viona)
"masih jadi jomblo" ucap ray
"ada kak bunga loh kak, masa iya gak mau" goda nesi
"gue gak tertarik nes, kalo lo mau buat lo ajah sono ambil" ucap ray
"diihh paan sih kak, nesi bukan lesbi yah nesi masih normal tau" balas nesi kentus
"lagian lo suka nya jodoh jodohin segala, kalo jodoh mah pasti di dekatkan nes" ucap rey
"tumben nih di kutub Utara aktif" ucap arka
"iya, udah makin hangat nih gak dingin lagi, apa dia cemburu yah" ucap ken
Rey hanya diam menatap arka dan Ken datar
***
BQ Company
Sepeti biasa saat ini Bee masih mengerjakan pekerjaan an nya, dia ingin menyelesaikan secepatnya agar bisa kembali ke mansion untuk bermain dengan zio karena akhir akhir ini Bee sudah jarang bermain dengan zio
Yah demi untuk menyelesaikan balas dendam nya dan pada akhirnya be sudah selesai membalas dendam ke semua musuh musuh nya hehehe
Hanya tinggal menghadapi keluarga kerajaan yang saat ini sedang mengejar ngejar nya, ahahah udah kek bola aja di kejar untuk berebutan
Dan sekarang waktunya kebahagiaan Bee dan kawan kawan sudah dimulai😊