
"udah udah sekarang aku mau ngomong serius" ucap bee
"ngomong apa" tanya darren
"ehm boleh gak salah satu dari kalian bawa zio dulu" pinta bee
"yaudah gue aja bawa zio main, ayo zio ikut uncle kita keliling mansion" ucap darrel
"ok uncle Darrel" balas zio
"oke, kalian tau kan Jordan andrean Smith" tanya bee
"ehm bukan nya dia pemilik Smith grop" jawab darren
"yup lebih tepat nya dia merebut perusahaan itu dari tangan ray" ucap bee
"what" ucap Darren dan Dendrick kaget
"serius lo Queen" tanya dendrick
"iya gue serius, jadi gue mau bikin rencana buat ngancurin tuh keluarga Jordan" ucap bee
"terus rencana lo gimana" tanya darren
"gue mau anak cabang perusahaan B'Q Company membeli sahamnya dengan cara apapun itu lalu kita bisa menjatuhkan dia, gue juga udah punya bukti kalo dia mengambil paksa perusahaan itu" jawab bee
"lo bawa buktinya" tanya dendrick
"gue gak bawa sekarang sih tapi nanti kalo kita sudah membuat dia bangkrut" jawab bee
"gue bawa alex disini dia bertugas sebagai presdir utama di perusahaan gue karna gue gak mau nunjukin wajah cantik gue di depan orang songong itu" lanjutnya Bee
"biasa aja kali, gue tau kok lo cantik bahkan cantik nya melebihi singa betina hahahaha" ucap Dendrick lalu tertawa
"lo mau gue bunuh sekarang hah" ucap bee dingin membuat suasana memcengkam
"hehehe sorry Queen gue janda eh ralat canda" ucap Dendrick cengengesan
"gue lagi serius Dendrick" ucap bee penuh penekanan di setiap kalimat
"iya ampun Queen" pinta Dendrick memohon
"udah deh kalian bisa diem tidak, berantem mulu ih sebel gue" ucap Darren jengah
"haaaaa udah lah gue mau balik aja males gue disini bikin badmood ajah" ucap bee
"lo ini gimana ceritanya, terus balas dendam nya" tanya Darren bingung
"udah gitu aja, kalo sampai kalian gak bisa membeli tuh saham lihat aja gue akan hukum kalian" ucap bee dingin disertai senyum defilnya membuat Dendrick dan Darren bergiidk ngeri
Pleetaakk
"auuuhhh alex kebiasaan banget sih" ucap bee
"lagian ngapain sih senyum kek gitu" balas alex
"kan gue cuma nakutin mereka" jawab bee
"yang sopan kalo ngomong" ucap alex
"iya iya maaf, gak ngulangi lagi deh" balas bee
"anak pintar" ucap alex sambil mengelus pucuk kepala bee
"ehem jadi obat nyamuk nih gue" ucap dendrick
"ah apaan sih, yaudah kita balik dulu yah daahh" ucap bee
"iya kalian hati hati" ucap 2D hanya di angguki bee
Alex dan Bee pun keluar ruangan untuk mencari zio, setelah bertemu zio mereka mengendarai mobil ya untuk ke apartemen karna hari juga sudah mulai gelap.
"kamu jangan turun dulu, biar zio aku yang gendong" ucap alex saat melihat Bee ingin turun setelah sampai di bastment
"yaudah cepet" balas bee
Lalu alex pun turun mengitari mobil nya dan membuka pintu mobil Bee untuk mengangkat zio.
"hati hati nanti kebangun zio nya" ucap bee setelah alex menggendong zio
"iya aku juga tau kok" balas alex
Setelah beberapa menit mereka pun sudah sampai di unit apartemen milik Bee, Alex pun menidurkan zio di kamar Bee setelah itu kembali ke kamarnya karna ingin mandi.
"alex kita mau makan malam di luar atau masak aja" tanya Bee sebelum alex keluar dari kamar milik nya
"kamu capek gak" bukan nya menjawab alex malah balik tanya
"ehm lumayan sih" jawab bee
"yaudah kalo kamu capek kita order aja aku akan order sekarang kamu mau pesen apa" balas alex sambil mengambil ponsel nya di saku celana nya
"oke deh, terserah kamu saja" jawab bee
"yaudah aku balik ke kamar yah" ucap alex
"iya" jawab Bee singkat
##
"udah mom zio udah kenyang" ucap zio karna kali ini Bee menyuapinya
"ini dikit lagi zio ayo aaaa" balas bee
"udah lah Queen jangan di paksa kasihan zio" ucap alex
"tau tuh mommy sukanya maksa terus" ucap zio kesal
"hey kapan mommy maksa kamu" tanya bee
"kan biasanya juga gitu kalo apa apa zio gak mau mommy selalu maksa" jawab zio
"zio mommy tuh bukan nya maksa kamu tapi mommy itu sayang kamu, gak mau kamu sakit ataupun pun membantah perintah mommy mengerti " balas alex
"iya dad zio mengelti, zio minta maaf ya mom" ucap zio
"iya ga papa kok jangan di ulang ya" balas bee hanya di angguki zio
"yaudah mommy beres beres dulu kalian main di ruang tamu yah" lanjutnya
"biar aku aja kamu temenin zio" ucap alex
"gak jangan ini tugas wanita kamu ajak zio main aja" ucap bee tanpa bantahan
"oke, ayo zio kita tunggu mommy di ruang tamu" ajak alex
"ayo dad" balas zio
Alex mengajak zio bermain di ruamg tamu sedangkan Bee membersihkan bekas makanan dan meja makan.
Selama sedang bersih bersih tiba tiba ponsel Bee berdering
"Queen ponsel kamu bunyi nih" teriak alex karna ponsel Bee ada di meja ruang tamu
"kamu angkat dulu aja bilang kalo aku lagi di dapur" jawab Bee juga teriak
"hallo naa kenapa kamu angkat ya lama sekali, lagi ngapain sih oh iya giman akbar kamu apakah baik" tanya kenan bertubi tubi di seberang sana
"sorry Queen lagi di dapur" ucap alex
"hah ini siapa" tanya kenan
"gue alex" jawab alex
"kok bisa hp naa ada di kamu sih, apa yang kamu lakukan sama naa" tanya kenan
"sorry yah aku bukan laki laki bej*t yang seperti kamu pikir" jawab alex dingin
"gue gak yakin" ucap kenan datar
"lo salah cari lawan bro, sorry Queen udah jadi milik gue, sekarang gue mau lo jangan ganggu Queen lagi" ucap alex dingin
"dasar lo bren*sek, lo apain naa hah baj*ngan lo sini lo kalo berani duel sama gue kita taruhan yang menang itu dapat naa" ucap kenan geram
"sorry gue gak bakal bikin Queen buat taruhan terlalu sayang" jawab alex santai lalu mematikan ponsel nya secara sepihak
(presdir seorang keluarga sanjaya kok kasar banget gak punya etika, gak yakin gue kalo dia cowo baik baik) batin alex saat selesai menerima telpon
"siapa yang telpon" tanya Bee membuat alex kaget
"hah itu kenan" jawab alex
"ngomong apa dia" tanya Bee lagi
"cuma nanya kabar kok" jawab alex hanya di oh ria bee
"zio tidur yuk mommy ngantuk nih" ucap bee
"yah mommy zio kan lagi selu nih main nya" balas zio
"besok kan bisa main lagi zio" ucap bee
"iya deh iya, zio kan anak baik jadi halus nurut sma mommy iya kan mom" ucap zio
"iya sayang, yaudah ayo kita ke kamar" ucap bee
"iya mom, daddy zio tidul dulu yah selamat malam dad" ucap zio
"iya selamat malam juga boy" jawab alex
Bee mengajak zio ke kamar nya sedangkan Alex juga ke kamar nya, saat di dalam kamar Bee langsung mengajak zio tidur.
Setelah zio tertidur Bee mengecek ponsel nya dia tak yakin kalo kenan cuma menanyakan kabarnya. Untuk ponsel milik nya bisa merekam pembicaraan otomatis dan langsung tersimpan (hahaha ngayal aja begitu author mah😂)
Saat dirinya mendengarkan rekaman suara itu, Bee terkaget dengan nada bicara kenan kasar Bee juga heran kenapa kenan bisa begitu padahal yang dia dulu kenal kenan adalah sosok yang lemah lembut.
"gue harus menyelidiki siapa kenan sebenarnya" gumam Bee pelan setelah selesai mendengarkan rekaman suara itu.
"gue gak nyangka kenan akan bikin gue jadi barang taruhan"
"untung alex gak setuju"
"lex apa segitunya lo sayang dan cinta sama gue"
"aahh sudahlah biarlah berjalan dengan alurnya saja"
Setelah itu Bee pun terlelap karna dia juga merasa sangat capek seharian ini.