
Saat Bee dan hana masih sibuk bercanda juga curhat tiba tiba seseorang menghampiri mereka dan memeluk Bee posesif dari belakang
"kenapa kamu meninggalkan ku hmm" tanya seseorang itu yang tak lain alex
"hey disini ada orang lain jangan dekat dekat seperti ini" ucap bee kesal juga kaget
"jawab dulu" balas alex
"tadi kamu masih sibuk makanya aku tinggal" jawab bee
"oh iya kenapa kamu bisa tau aku disini" lanjutnya Bee bertanya
Flashback on
Saat ini mereka telah selesai bermain game, mereka pun bingung juga bosen ingin melakukan apa
"huh bosen banget gue" ucap ken
"iya nih, enaknya ngapain yah" tanya arka
"kita renang aja yuk, kayaknya seger banget" jawab ken
"haaa boleh tuh, yok ray rey lex" ajak arka
"hayuk lah" jawab ray sedangkan rey hanya mengangguk an kepala nya
"ayo lek" ajak Arka
"kalian aja dulu" balas alex
"yaudah kita duluan yah" ucap Arka hanya di angguki alex
"viola dimana Queen juga zio" tanya alex
"tadi sih gue denger dia mau ke taman" jawab viola
"taman" beo alex sambil memikirkan taman yang biasa di kunjungi bee
"gue pergi" ucap alex ketika menemukan satu nama taman hahaha
"eh lo mau kenan lex" tanya viona
"nyusulin bini sama anak" jawab alex lalu berjalan ke arah pintu
"bini apa an nikah aja belum" gerutu viona
"udah biarin lah" balas viola
Flashback off
"begitukah" tanya bee
"iya sayang cup" jawab alex sambil mencium pipi bee
"ehem" hana berdehem ketika melihat keromantisan Bee dan alex
"ah eh sorry kak" ucap bee karena gak enak dengan hana
"ga papa kok aku juga pernah ngerasain begitu" balas hana tersenyum
"dia siapa" tanya alex dingin sambil melepas pelukan nya
(duuhh nih orang ngapain sih dingin dingin segala) batin Bee kesal
"dia kak hana teman ku" jawab bee
"sejak kapan kamu punya teman" tanya alex dingin lagi
"kemarin" jawab bee singkat
Alex pun langsung menatap Bee tajam karena ingin mengetahui alasan kenapa Bee berteman dengan orang yang baru dia kenal
"nanti aku jelasin" ucap bee mengerti tatapan tajam alex
Sedangkan hana bingung dengan tingkah pasangan dingin itu, 'dingin dingin tapi sayang juga posesif hahaha sungguh pasangan lucu' pikir hana
"kak hana kenalin ini alex calon suami aku yang aku ceritain tadi" ucap bee mengenalkan alex
"hai aku hana" ucap hana
"alex" balas alex datar
"alex kamu bisa gak sih jangan datar kek gitu apa lagi bersikap dingin" ucap bee kesal
"huuuffttt iya iya aku ga akan dingin lagi kok" balas alex lembut
"nah gini kan enak" ucap bee tersenyum
"jangan senyum kek gitu nanti bisa bisa aku cium kamu disini loh" bisik alex
Bee yang mendengar bisikan alex pun seketika tegang, bagaimana tidak alex ingin mencium ya di depan umum 'oh tuhan urat malu nya alex sudah terputus atau gimana ini' pikir bee
"sayang, kamu ngapain diem" tanya alex
"hah ehm gak kok ga papa" jawab bee gugup
Alex yang melihat Bee gugup hanya terkekeh pelan
"kenapa, apa ada yang lucu" tanya bee heran
"iya kamu tuh lucu banget jadi gemes deh" jawab alex sambil mencubit gemas pipi bee
"alex sakit iihh" ucap bee sambil memegang pipinya
"hehehe maaf yah" balas alex sambil mengelus pipi bee
"ehem, yang berasa dunia milik berdua" sindir hana
"ah kak hana, maaf ya heheh lagian ini si alex becanda mulu" ucap bee
"hana" panggil seseorang
"kak ada yang manggil kamu" ucap bee
"ah iya seperti nya suara daddy nya qira" ucap hana
(astaga kenan gawat ini kalo sampai alex tau, aduuhh gue harus gimana ini udah gak ada celah lagi, lagian si kenan ngapain dateng sih bikin ribet aja) batin Bee bingung juga kesal
"ah aku disini" jawab hana sambil melambaikan tangan nya
"kenapa kamu gak bilang aku kalo mau pergi" tanya kenan pada hana
"maaf, tadi qira yang memaksa juga tak sabaran" jawab hana
Alex yang melihat kenan bicara dengan hana pun mengepal tangan nya erat karena menahan amarahnya apa lagi tadi hana berucap itu daddy qira
Sontak suasana disana menjadi mencengkam karena aura dari alex, alex menatap kenan dengan tajam setajam silet hehehe
"jelaskan semua ini" tanya alex dingin
Kenan yang mendengar suara yang tak asing baginya pun langsung menoleh ke arah suara, betapa kaget ya dia melihat alex juga disana
"al lex" ucap kenan terbata
"kamu kenal dengan alex" tanya hana
"iya eh maksudku iya dia presdir dari Megalic company" jawab kenan
"waahh jadi dia adalah pengusaha muda yang berbakat itu" tanya hana berbinar
"iya dia orang nya" jawab kenan
"jelaskan semua ini" tanya alex dingin dengan nada tinggi
"nanti aku jelasin, kamu tenang saja oke" jawab bee masih memeluk alex
Kenapa Bee memeluk alex, ya karna Bee tak ingin alex mengajar kenan, Bee tak mau rencana nya gagal karena ulah alex iya kan hehehe.
Back to story
"ada apa ini sebenarnya" tanya hana bingung
"tidak apa kok kak" jawab bee
"mommy" panggil zio
"iya sayang ada apa" tanya bee mendekat ke arah zio dan melepaskan pelukan nya dengan alex
"daddy" ucap zio melihat alex, zio pun langsung memeluk alex
Alex yang merasa ada memeluk kaki nya pun menurunkan pasangan nya, seketika amarah dia menghilang karena melihat wajah imut zio
"hai sayang" ucap alex lalu jongkok di depan zio untuk menyeimbangi tinggi badan nya
"daddy ada disini juga" tanya zio
"iya daddy nyusulin mom sama zio" jawab alex lembut
"daddy zio punya teman" ucap zio
"benarkah, dimana teman mu" tanya alex
"itu, qira sini" tunjuk zio pada qira lalu memanggilnya
"iya ada apa zio" tanya qira mendekat
"kenalkan ini daddy ku" ucap zio
"hai uncle aku qira teman zio" ucap qira tersenyum
"hai, aku alex daddy zio" balas alex
"kita pulang" ucap alex dingin dan menggendong zio lalu meninggalkan Bee beserta keluarga kenan
"ah maaf ya kak, aku pamit dulu Bye" ucap bee
"iya hati hati Queen" balas hana hanya di angguki bee
Lalu Bee berjalan sedikit cepat untuk menyusul alex sma zio
"sayang apa kamu adalah masalah dengan alex, kenapa dia menatap mu seperti tadi" tanya hana
"tidak" jawab kenan singkat
"baiklah ayo kita pulang karna waktu sudah sore" ajak hana
(kenapa kamu tidak cerita dengan ku, apa kamu masih tak mempercayai ku, aku tau pasti kamu ada masalah dengan alex) batin hana
***
"daddy" panggil zio
"hmm" jawab alex hanya berdehem
"daddy kenapa dingin" tanya zio
Alex pun menghentikan jalan nya sesaat namun kembali melangkah lagi
"maksud zio" tanya alex bingung
"tadi kenapa daddy bicara sangat dingin" tanya zio
"ah itu ehm daddy hanya tak sengaja" jawab alex berbohong
"daddy tidak menyembunyikan sesuatu dari zio kan" tanya zio selidik
(apa apaan ini mengapa zio semakin hari semakin dewasa dan selalu curiga, sungguh tak bisa membohingi dia lagi) batin alex
"daddy jawab" ucap zio
"tidak zio, daddy tak menyembunyikan apa pun, kenapa kamu tak percaya dengan daddy" jawab alex
"baiklah baik zio percaya" balas zio
"hey tungguin aku" ucap bee
"ah mommy lambat" ucap zio
"hey kamu di gendong daddy jadi bisa cepat sedangkan mommy kalian tinggal sendirian" ucap bee lalu memelas di bagian kalimat terakhir
"ah maaf mommy zio gak bermaksud meninggalkan mommy" ucap zio lalu turun dari gendongan alex dan menuju bee
"tidak apa zio" balas Bee tersenyum
"baiklah lebih baik kita pulang, daddy bosan melihat drama kalian" ucap alex jengah
"daddy kenapa bicara seperti itu" tanya zio kentus
"lah terus daddy harus apa" tanya alex bingung
"gendong mommy juga zio" jawab zio enteng
"apa" ucap alex kaget
"kalo tidak mau, zio gak mau bicara sma daddy" ucap zio
"haaa baiklah, ayo sini mommy naik punggung daddy sedangakan zio depan ya" ucap alex pasrah
"yeeeyy" ucap girang Bee dan zio
Alex terpaksa pun menggendong Bee juga zio, banyak yang memandang mereka iri karena istri dan anaknya sangat di manjakan oleh suaminya
Padahal kan masih calon suami wkwkwkkw