
"kita ke KUA" jawab alex santai
"hah buat apa lex ke sana" tanya bee polos
"ya nikah lah masa iya ber*k kan gak mungkin" jawab alex
Sontak Bee melototkan matanya mendengar jawaban alex yang mengajak menikah.
"alex aku gak suka becanda ih" ucap bee
"lagian kamu bawel banget sih, diem aja aku gak bawa kamu ke KUA sekarang kok" balas alex
Bee pun langsung terdiam dan melihat ke arah depan. Alex membawa mobil nya ke arah gunung karna di sana banyak pohon dan juga perkebunan teh bahkan sayuran pun ada di sana.
Bee membuka kaca pintu mobil nya untuk menikmati angin sejuk yang menerpa nya, suara burung berkicauan pun terdengar di telinga Bee.
"alex ini dimana kenapa sangat sejuk sekali udara nya tidak seperti di kota yang bising dan bau" tanya bee
"apa kau suka" bukan nya menjawab alex malah balik bertanya
"ya aku sangat menyukai ketenangan sperti ini" jawab bee
Beberapa menit kemudian alexe menghentikan mobil ya di gubuk kecil namun terawat di dekat gubuk itu ada danau yang sangat indah.
"ayo kita keluar sudah sampai" ucap alex hanya di balas anggukan Bee
"alex itu rumah siapa" tanya bee saat melihat gubuk kecil di sana
"kau tau ini adalah tempat di mana aku menenangkan diri, setiap aku memiliki masalah aku akan pergi ke sini untuk beberapa hari" ucap alex sambil melihat ke arah danau
"di sini aku juga selalu berharap untuk bisa menemukan gadis yang selama ini aku cari, dan sekarang aku membawa nya kesini" lanjutnya tersenyum sambil melihat ke arah bee
"maksud kamu" tanya bee karna bingung dengan maksud alex
"apa kamu lupa, dulu anak seorang anak laki laki yang mengajak mu membeli banyak jajanan dan saling menyuapi di sebuah taman" tanya alex sambil menatap bee
Mendengar ucapan alex Bee diam dan memikirkan masa kecilnya dulu.
Flashback 10 tahun
Di sebuah bangku taman ada seorang gadis kecil yang sedang bermain boneka nya, dia sendirian tak ada yang mau berteman dengan nya karna setiap ingin berteman ibu gadis itu selalu memarahinya.
Dia adalah Bee yang di jauhi teman teman nya karna mereka takut pada ibunya Bee yang sangat galak menurut mereka.
"kenapa aku tidak memiliki teman" tanya nya pada diri sendiri
"aku juga ingin bermain bersama dengan mereka tapi.... kenapa mommy melarang mereka bermain bersama ku" lanjutnya lagi
Tiba tiba seorang anak laki laki duduk di sebelah Bee.
"hey kamu siapa" tanya bee
"aku, ehm aku adalah teman mu" jawab nya
"aku tidak punya teman seperti mu bahkan aku tak memiliki teman satu pun hanya ada si moochi ini" balas Bee sambil menunjukan boneka nya
"apa kamu mau berteman dengan ku" tanya anak laki laki tadi
"apa kamu tak takut jika di marahi mommy ku" Bee balik bertanya
"tidak, untuk apa aku takut" jawab anak laki laki itu
"kita bisa berteman secara diam diam kok" lanjutnya
"benarkah" tanya bee berbinar
"iya" balas nya singkat
"baiklah mulai sekarang kita berteman" lanjutnya sambil mengulurkan tangan nya
"tentu, nama aku Bee nama kamu siapa" balas Bee sambil membalas uluran tangan anak laki laki itu
"aku jasson" jawab jasson
"baiklah sekarang kita mau main apa" tanya bee
"ehm bagaimana kalo kamu ikut aku" Jasson balik tanya
"kemana" tanya bee
"kita kesana beli jajanan" jawab nya sambil menunjuk ke arah penjual
"ehm tapi aku....."
"aku yang traktir tenang saja" ucap Jasson memotong ucapan bee
"baiklah terima kasih Jasson" balas Bee tersenyum, Jasson hanya mengangguk an kepala nya
Jasson mengajak Bee untuk membeli beberapa jajanan seperti sosis goreng, sosis bakar, jagung bakar, cilok, siomay, takoyaki, permen kapas dan masih banyak lagi.
"jasson sudah cukup jangan beli lagi, kenapa kamu membeli banyak sekali" ucap bee sambil bertanya saat duduk di sebuah bangku
"tidak apa ini sebagai tanda pertemanan kita" balas jasson
"tapi ini terlalu banyak, aku tidak akan habis kalo sendirian yang makan" ucap bee
"baiklah aku bantu makan ya" balas Jasson hanya di angguki bee
"sini aku suapi, aaaaa" ucap Jasson
Bee pun membuka mulutnya menerima suapan dari Jasson, mereka melakukan itu secara bergantian.
"naaa" panggil seseorang pada bee lalu dia berjalan mendekat ke arah bee
"kamu sama siapa" tanya nya
"oh kenan, dia Jasson teman baru ku" jawab bee
"oh hai aku kenan sahabat Bee" ucap kenan memperkenalkan dirinya
"aku Jasson teman baru Bee" balas Jasson
"kenan sini ikut kita makan, banyak sekali ini makanan yang di beli Jasson" ajak bee
"ehm terima kasih na terima kasih Jasson" ucapnya hanya di angguki Bee dan Jasson
Beberapa menit kemudian jajanan yang di beli Jasson ludes di makan mereka bertiga.
"ehm tapi...."
"tidak apa pulang lah besok kita bisa bertemu lagi disini" ucap Jasson melihat kebingungan bee
"baiklah aku pulang dulu ya Jasson, Bye sampai jumpa besok" ucap bee
"Bye" balas Jasson
(aku akan mendapatkan mu suatu saat nanti Bee, tunggu aku dewasa dan akan melamar mu) batin Jasson melihat kepergian Bee dan kenan
(aku akan kembali Jasson apa pun yang terjadi, aku juga akan menunggu mu di sini setiap hari untuk bertemu dengan mu) batin Bee sesekali menengok ke belakang melihat Jasson
Hari demi hari pun Bee lalui dengan Jasson di taman itu, saat hari ke sepuluh Bee datang namun Jasson tidak datang itu membuat Bee kesal sekaligus kecewa.
(Jasson kamu dimana, aku merindukan mu kenapa kamu tak datang hari ini) batin bee
Flashback off
"jadi kamu adalah Jasson" tanya bee dengan mata berkaca kaca
"iya aku Jasson yang tega meninggalkan mu untuk pergi keluar negeri demi ikut orang tua ku" jawab alex
Greeb
Bee memeluk tubuh alex yang berada di samping nya.
"hiks aku merindukan mu hiks kenapa kamu dulu pergi hiks" tanya bee menangis di pelukan alex
"maaf aku tidak berpamitan dengan mu karna saat itu mendadak sekali" jawab alex sambil mengelus punggung Bee
"kau tau hiks waktu itu aku selalu menunggu mu untuk datang hiks tapi kamu tak kunjung datang membuat ku kesal" ucap bee masih terisak
"tenang lah sekarang aku sudah di depan mu, aku tak akan melepas mu lagi, aku akan selalu menjaga mu dan tidak meninggalkan mu" balas alex
"aku mencintai mu lex" ucap bee lirih
"benarkah" tanya alex karna mendengar ucapan Bee walaupun lirih
Bee hanya menganggukan kepalanya karna dia malu ucapan nya di dengar alex.
"aku juga mencintai mu Queen" jawab alex mengencangkan pelukan nya
"sudah peluk nya ayo kita pulang, sudah hampir gelap" ucap alex sambil mengendorkan pelukan nya
"baiklah tapi lain kali ajak aku kesini lagi ya" balas bee
"iya aku akan bawa kemana pun kamu minta jika selalu di samping mu dan bersama mu" jawab alex
Mereka pun kembali ke mobil nya dan membawa mobil nya untuk jalan ke arah kota. Di sepanjang jalan tangan sebelah alex memegang tangan Bee sesekali mengecup nya membuat Bee tersipu malu.
***
Di mansion
"kak vil mommy sama daddy dimana" tanya zio
"ehm kakak ga tau zio, coba kakak telpon mommy tunggu sebentar ya" jawab viola hanya di angguki zio
"hallo Bee lo di mana sih, ini zio nanyain lo terus tau gak" tanya viola saat ponsel nya tersambung
"........."
"yaudah cepet kasihan zio nanyain lo mulu" ucap viola
".........."
"jangan lupa bawa camilan buat kita" ucap viola lagi
"..........."
"serah lo deh mau beliin apa yang penting itu makanan" ucap viola
".........."
"oke lo hati hati Bye" ucap nya mengakhiri panggilan nya.
"zio mommy sama daddy lagi di perjalanan pulang bentar lagi nyampe kok" ucap viola pada zio
"iya kak" balas zio
"zio main aja dulu sambil nunggu mommy yah" perintah viola
"baik kak, kak bunga ayo temenin zio main" ucapnya pada bunga
"iya zio" jawab bunga
*****
"siapa yang telpon hmm" tanya alex
"viola katanya zio nanyain aku terus" jawab bee, alex hanya ber oh ria
"jangan lupa nanti mampir ke minimarket buat beli cemilan ya lex" lanjutnya
"emang nya cemilan di mansion udah habis, padahal itu banyak loh" tanya alex
"ah kamu gak tau mereka aja, lagian akhir akhir ini kan teman teman mu selalu ke mansion untuk bermain" jawab bee
"betul juga sih heheh" balas alex cengengesan
"alex aku lebih suka kamu yang hangat gini sperti dulu waktu kecil" ucap Bee tiba tiba
"memang nya kemaren kemaren aku kek gimana" tanya alex
"dingin, datar, irit bicara plus cuek" jawab bee
"sama kan kaya kamu" ucap alex sambil mengacak acak rambut bee
"iisshh alex jangan di rusakin aku gak bawa sisir tau nanti jadi jelek" ucap bee kentus sambil membenarkan rambutnya
"kamu akan ttep cantik kok di mata aku apa pun penampilan kamu" balas alex tersenyum
Bluusshh
Pipi Bee merona mendengar ucapan alex. Sontak Bee membuang pandangan nya ke arah samping agar alex tak mengetahui nya kalo Bee saat ini sedang malu.