Princess Mafia

Princess Mafia
Episode 134



Jam demi jam telah berlalu sekarang waktunya dimana pertemuan dengan presdir WC di salah satu Cafe milik mafia TBD


Cafe itu dibangun belum lama karena Bee ingin anggota nya memiliki pekerjaan tidak hanya di geng mafia namun juga pekerjaan seperti orang pada umum nya


Bahkan karyawan Cafe itu pun anggota TBD semua dan ada banyak anggota wanita disana


Mafioso TBD rata rata masih melajang, yang bekeluarga hanya bisa di hitung dengan kalkulator saja hehehe


Saat ini Bee bersama damian sedang menuju pejalan ke Cafe BD, di perjalanan hanya ada keheningan karena Bee saat ini memikirkan untuk menghancurkan perusahaan WC juga presdir nya hari ini juga


Sedangkan viola dkk juga yoga ketemuan nanti di Cafe BD agar tak saling menunggu


Damian yang melihat presdir nya sedang memikirkan sesuatu pun ingin rasa nya bertanya tadi dia tidak berani


"kak damian apa kau tau tentang presdir WC yang ingin menghancurkan ku" tanya Bee


"maaf presdir saya tidak tau, apa benar itu presdir" jawab damian sekaligus bertanya


"ya memang benar, aku hanya sedang memikirkan caranya untuk menghancurkan mereka karena mereka telah berani mengganggu ku" jawab bee santai lalu berkata dingin dengan senyum semrik nya


(astaga presdir tolong jangan tersemyum begitu, senyuman mu sangat mengerikan) batin damian yang bergidik ngeri


"ah maafkan aku kak jika aku menakuti mu" ucap bee yang mendengar suara batin damian


"i iya tida apa apa" balas damian


Setelah itu perjalanan hanya ada keheningan dan sampai di Cafe untuk benroaa menit kemudian


Bee turun di buka kan pintu oleh damian, damian hanya berjalan di belakangan Bee untuk mengawal nya


Saat masuk ke Cafe banyak yang memandang Bee karena terpesona dengan aura Bee apa lagi Bee memakai topeng mata setahu rakyat itu jika ada seseorang yang memakai topeng mata adalah leader TBD


Tapi ntahlah hanya sebagian yang percaya, apa lagi Bee di jaga oleh bodyguad ganteng macam damian uuuhh 'pasti orang penting nih' pikir mereka


"selamat datang nona dan tuan" ucap salah satu pelayan cafe


"di mana ruangan yang di pesan presdir WC" tanya damian pada pelayan itu


"mari tuan saya antar dan kebetulan presdir WC telah menunggu" jawab pelayan itu lalu mengantar Bee dan damian


Damian hanya menganggukan kepala nya begitu pula Bee mereka mengikuti pelayan tadi untuk ke ruangan yang sudah di pesan presdir WC


"disini tuan, kalo begitu silahkan masuk dan saya pamit undur diri, permisi" ucap pelayan tadi setelah mengantar damian dan bee


"terima kasih" ucap damian hanya di balas anggukan juga senyuman manis dari sang pelayan


"silahkan masuk nona presdir" ucap damian sambil membuka pintu ruangan itu


Bee berjalan masuk begitu pula damian, saya sampai di dalam Bee dna damian telah melihat viola dkk juga presdir WC dan sekertaris nya


"maaf saya terlambat" ucap bee datar lalu duduk di kursi kosong


"tidak apa apa nona" balas presdir WC


"saya hanya ingin nona....... Bla bla bla bla" ucap wildan panjang x lebar, author singkat aja yah hehehe


"intinya saya hanya menginginkan separuh saham dari hasil kerja sama nya" ucap wildan mengakhiri keinginan nya


(*cih ternyata mata duitan kau)


(dasar presdir tak tau diri)


(rupanya hanya ingin bermain api dengan presdir kita)


(lihat saja kau akan hancur tuan wildan*)


"jadi kau ingin bermain main dengan ku presdir WC" ucap bee dingin


"tidak, untuk apa aku bermain dengan mu gak guna" balas wildan


"hahahaha apa kau tau tuan WILDAN terhormat, aku memiliki bukti untuk menghancurkan mu sekarang juga" ucap bee tertawa


Sontak wildan langsung diam lalu memikirkan bukti apa yang Bee punya


"cih rupanya kau sangat bodoh" ucap bee meremehkan wildan


"apa maksud mu hah" bentak wildan


"kau tau apa maksud ku tuan jadi jangan sok polos" balas Bee sinis


"kau, tidak akan ku biarkan kau menghancurkan ku" ucap wildan marah


"hey tuan playboy jangan berani nya kau membentak presdir kami" ucap viola


"tau tuh udah playboy mata duitan lagi, iikkhh jijik gue" tambah viola


"dasar gila harta dan kekuasaan" ucap nesi


"kalian lihat saja" ucap wildan lalu mengambil ponsel nya dan menelepon seseorang


"tuan saya harap anda tidak bermain main dengan presdir kami" ucap yoga dingin


"jika anda masih bermain main maka anda sendiri yang akan terkena permainan anda" tambah damian juga dingin


"bagaimana apa kau masih tak ingin mengaku" tanya bee


"apa maksud mu mengaku hah" bentak wildan


"hey tuan nggarangan, berani nya kau membentak Queen" ucap viola dingin


"apa hah, kau hanya wanita, wanita akan lemah jika di pegang oleh laki laki, apa kau ingin bermain main dengan ku" balas wildan dengan tatapan lapar ke arah viola


"cih tidak akan sudi" ucap viola marah