Oh My Davis

Oh My Davis
FIN



...~Happy Reading~...


"Davis tunggu!" pekik seorang gadis kecil yang terus berlari menghampiri Davis.


"Callie, kamu ngapain kesini? Sama siapa?" tanya gadis kecil lain yang bersama dengan Davis itu nampak menatap ke arah sekitar.


"Aku huh huh aku sendiri! Aku kabur huh huh!" ucap nya seketika membuat semua orang terkejut.


Tak hanya Davis dan Chloe saja yang terkejut, namun juga dengan orang tua Chloe tak kalah terkejut dengan mereka.


"Sayang, kenapa kamu kabur? Bagaimana kalau nantiβ€”"


"Callie!" Belum sempat Shiena menyelesaikan pembicaraan, kini ia sudah mendengar suara teriakan bariton dari seseorang.


Laki laki bertubuh tegap dengan di dampingi beberapa bodyguard di belakang nya. Berjalan dengan begitu gagah namu tergesa menghampiri sang putri yang sudah kabur hingga ke Bandara dengan menggunakan taksi.


"Daddy!" pekik Callie terkejut karena sang ayah ternyata sudah tiba di Bandara.


'Segitu cepatnya Daddy menyusul ku kemari!' umpat anak kecil itu kesal.


"Tuan Clayton!" ucap laki laki itu langsung mengulurkan tangan untuk berjabat dengan Clayton, "Maafkan putri saya yang sudah menunda keberangkatan kalian!"


"Tidak tuan Ammer. Hanya saja, kami sedikit terkejut dengan keberanian Callie yang bisa menyusul sampai sini!" ujar Clayton sedikit melirik ke arah Callie.


"Callie hanya ingin bertemu dengan Davis!" ucap Callie tiba tiba menghentikan obrolan kedua orang dewasa tersebut, "Ayo Davis!"


"Callie kau mau kemana lagi?" tanya tuan Ammer sedikit berseru saat melihat putrinya justru malah pergi dengan menarik tangan Davis.


"Urusan anak kecil. Daddy diam disini dulu sama Uncle Clayton! Jangan ada yang mengikuti kami!" ancam Callie lalu ia segera mempercepat langkah nya.


"Lepas Cal!" ucap Davis pelan, namun terkesan begitu dingin dengan raut ekspresi wajah nya yang selalu datar.


"Davis! Kamu harus jadi pacar Callie!" Tiba tiba Callie memegang tangan Davis hingga membuat anak kecil itu terkejut.


"Aku tidak mau!" tolak Davis dengan cepat.


"Tapinya aku mau!" ucap Callie memaksa, "Aku sudah capek mengejarmu hingga Bandara. Pokonya mulai sekarang kita pacaran!"


"Davis harus jaga hati untuk Callie. Kalau sudah besar nanti, Callie sudah selesai sekolah nya, Callie akan menyusul Davis! Dan kita harus menikah, yeee!" seru gadis itu memekik kegirangan.


"Pikiran kamu terlalu cetek!" ucap Davis langsung menarik napas nya panjang, "Pertama aku masih kecil. Kedua, aku tidak mau pacaran! Dan ketiga, aku tidak mau lagi dekat sama kamu, apalagi menjalin hubungan tidak jelas!" ucap Davis panjang lebar seraya menggelengkan kepala nya.


"Ih Davis gak boleh gitu. Hargai Callie dong!" saut Callie memanyunkan bibir nya.


"Davis, Callie akan menunggu Davis hingga siap. Dan Callie akan pastikan, bahwa Callie hanya milik Davis!" imbuh Callie bersungguh sungguh.


"Terserah apa katamu! Aku tidak mau dan tidak perduli!" ucap Davis melepaskan tangan Callie lalu ia segera pergi.


Namun, saat baru beberapa langkah, tiba tiba Callie kembali menghentikan langkah nya. Callie mengeluarkan sebuah benda dari dalam saku jaket nya lalu ia berikan kepada Davis.


"Satu buat Davis. Satu buat Callie, terserah juga Davis mau pakai atau tidak. Tapi Callie akan terus memakai ini sampai jari Callie membesar dan tidak akan muat lagi!" Setelah mengatakan itu, Callie bergegas pergi meninggalkan Davis seorang diri.


Davis kembali menghela napas nya panjang. Ia menatap benda yang ada di tangan nya. Lalu ia hendak membuang benda itu, namun tiba tiba ia urungkan dan ia memilih untuk memasukkan benda itu ke dalam saku jaket nya.


...~END~...


...Sudah cukup ya Ayang extra part nya. Kita jumpa lagi di kamar Davis beberapa tahun lagi βœŒπŸ»βœŒπŸ»πŸ™ˆIngat, tahun di dunia Novel dama Tahun di dunia nyata beda yaa. So, tunggu kelanjutan nya πŸ₯°πŸ˜πŸ˜πŸ˜...