
...~Happy Reading~...
"Aku juga sering mual dan pusing. Tapi aku tidak selemah dia, apakah dia ada penyakit lain?" tanya Davis langsung memotong pembicaraan Willy.
"Iya!" jawab Willy menghela napas nya berat, "Aku curiga ada kecebong kecil yang numbuh di perut kakak ipar!"
"Dia tidak pernah memakan binatang itu, mengapa dia bisa nyasar ke perut?" tanya Davis terkejut, namun membuat Willy semakin menghela napas berat.
"Sebentar!" Willy mengeluarkan ponsel nya, menghubungi Faisal agar segera datang dengan membawa barang pesanan nya.
Sementara menunggu, entah mengapa Nichole merasa sangat cemas dan begitu gelisah. Jantung nya berdetak dengan begitu cepat, tak hanya itu, ia pun juga mulai mengeluarkan keringat dingin dan seperti ingin muntah kembali.
"Kenapa?" tanya Davis menggenggam tangan Nichole.
Wanita itu menggelengkan kepala nya, "A—aku takut." gumam nya lirih.
"Jangan takut!" ucap Davis berusaha menenangkan Nichole namun masih tetap mempertahankan ekspresi wajah datar nya, hingga membuat Nichole menghela napas nya berat.
Keberadaan Davis sama sekali tidak bisa membantu untuk menenangkan nya sama sekali. yang ada, ia semakin merasa takut dan gelisah.
Cklek!
Saat pintu kamar Davis terbuka, Faisal datang dengan membawa sebuah bingkisan kecil berisi benda pesanan Willy.
"Gak sabaran banget sih!" cetus Faisal karena Willy sejak tadi terus menghubungi nya.
Willy tidak menjawab, laki laki itu langsung membuka bingkisan nya dan memberikan kepada Nichole dan Davis.
"Kakak ipar bisa pakai ini?" tanya Willy.
"Tespeck?" tanya Nichole menerima benda pipih itu dari tangan Willy.
"Semoga memang benar, benih kecebong itu sudah tumbuh dan aku segera mendapatkan keponakan!" saut Faisal yang begitu antusias menatap Nichole dan Davis.
"Bisakah kalian menggunakan kosa kata manusia dengan benar? kenapa harus menggunakan kecebong? kalian pikir istriku melakukan hubungan seperti itu dengan katak! Sehingga ada benih kecebong di sana!" seru Davis yang sudah mulai kehilangan kesabaran dan tak Terima dengan perempuan kedua laki laki jomblo di kamar nya itu.
Awalnya, ia memang tidak mengerti dengan kata kata yang di ucapkan oleh Willy. Namun, saat dirinya melihat sebuah benda alat tes kehamilan yang di berikan oleh Faisal. seketika itu juga, Davis menyadari akan arti kecurigaan Willy kepada Nichole.
Sementara itu, Nichole yang mendengarkan perdebatan antara tiga laki laki itu semakin di buat pusing.
"T—tapi aku tidak mungkin hamil." Nichole menggelengkan kepala nya, menatap benda pipih di tangan nya dengan tubuh bergetar, "Bagaimana mungkin aku hamil, sementara aku sudah memasang implan?" imbuh nya begitu lirih lalu ia melirik ke arah lengan nya dimana dulu pernah ia pasang sebuah benda kecil yang biasa di sebut implan untuk menunda kehamilan.
"Kakak ipar menggunakan implan?" tanya Willy yang tanpa sengaja mendengar gumaman Nichole.
"Apa yang di implan? Ku lihat body nya masih sama," celetuk Faisal seraya menatap tubuh Nichole yang menurut nya tak ada beda nya.
Bug!
"Aduhhhh!" pekik Faisal langsung berteriak saat dengan tiba tiba Davis justru menendang nya saya melihat laki laki itu menatap istri nya.
Davis segera menarik selimut dan menutup seluruh tubuh Nichole hingga hanya terlihat bagian kepala saja.
"Aku hanya penasaran, Kak. Katanya Nichole memasang implan, tapi di pasang dimana? Bukankah implan itu untuk memperbesar payu dara dan juga—"
Bugg!
"Sakittt!" pekik Faisal lagi saat Davis kembali memukul nya. Tentu saja, Davis merasa tak Terima mendengar ucapan dari Faisal.
Entah mengapa, Davis merasa tidak suka saat Faisal membahas hal sensitif tentang istrinya. Bila yang di bahas milik wanita lain, mungkin Davis tidak akan perduli, namun bila itu menyangkut tentang Nichole, entah mengapa hatinya begitu bergemuruh dan tak Terima.
...~To be continue.......