
...~Happy Reading~...
Saat Davis dan kedua sahabat nya masih berdebat dengan perbedaan pendapat satu sama lain. Tiba tiba sebuah getaran yang berasal dari ponsel Davis menghentikan perdebatan mereka.
Davis segera mengangkat panggilan telfon yang ternyata dari istrinya, Nichole.
"Ha—"
"Aaaaaaaaaaaa!"
Hanya sebuah jeritan, namun mampu membuat jantung Davis dan kedua sahabat nya seolah langsung terhenti.
"Halo, Nichole! Kamu kenapa?" tanya Davis dengan begitu panik, namun ia tidak mendapatkan jawaban atau suara apapun lagi.
"Dimana dia?" tanya Clayton.
"Seharusnya di rumah!" Davis segera menyambar kunci mobil nya dan bergegas untuk pulang. Ia tidak perduli lagi, walau seharusnya sebentar lagi dirinya harus menghadiri rapat penting. Karena dalam pikiran nya saat ini hanya ada Nichole dan juga bayi nya.
Sementara itu, Clayton dan Edward pun juga ikut sigap dan berlari mengejar langkah kaki Davis. Keduanya tak kalah panik dan khawatir dari Davis, karena biar bagaimana pun kedua laki laki itu juga memiliki seorang istri dan terlebih kini mereka juga tahu bahwa keadaan Nichole sedang dalam bahaya.
"Biar Edward yang menyetir!" ujar Clayton segera merebut kunci mobil dari tangan Davis. Clayton mendorong tubuh Davis agar duduk di belakang, setelah nya ia memberikan kunci itu kepada Edward dan ia ikut duduk di kursi depan.
"Kita ke rumah mana?" tanya Edward saat mulai menjalankan mobil nya.
"Rumah ku!" ujar Davis seraya mencoba menghubungi nomor Nichole kembali.
Edward yang sudah paham dimana rumah pribadi milik Davis. Tanpa banyak bertanya, ia segera melajukan mobil nya dengan kecepatan cukup tinggi.
"Apakah hari ini akan ada permainan?" tanya Edward terlihat begitu menikmati acara kebut kebutanya.
"Aku hanya berharap, istrimu tidak akan kenapa kenapa. Semua keputusan ada di tangan kamu! Karena musuh terbesar mu adalah ayah mu sendiri!" ujar Clayton kembali membahas permasalahan nya yang tadi.
Setelah menempuh perjalanan beberapa saat, kini mobil yang di bawa oleh Edward sudah tiba di rumah Davis. Ketiganya segera bergegas keluar dari mobil dan berlari memasuki rumah.
"Sepertinya mereka tertidur, mereka masih bernafas!" ujar Clayton sekilas menatap beberapa penjaga yang tergeletak.
"Ada yang menyabotase rumah ku?" gumam Davis menatap kedua sahabat nya.
"Lebih baik kita berpencar!" ujar Clayton membuat Davis langsung menganggukkan kepala dengan setuju.
Davis menaiki tangga seraya terus memanggil istrinya, sementara Clayton dan Edward berpencar untuk mencari ke belakang dan samping rumah.
"Nichole!" pekik Davis saat membuka pintu kamar nya dan melihat bahwa istrinya sedang terikat di samping tralis pagar yang berada di balkon kamar nya.
"To—tolong hiks hiks hiks." gumam wanita itu begitu lemah, matanya menatap suaminya dengan begitu sayu. Ia begitu takut juga tengah merasakan sakit luar biasa di perut nya yang sudah begitu besar.
"Lepaskan istriku!" ujar Davis menatap tajam pada seorang wanita yang berada di samping Nichole.
"Kau berani maju selangkah, maka istrimu akan maju juga selangkah!" balas wanita di sebelah Nichole dengan tersenyum smirk, "Eh tapi kalau dia maju, maka lompat dong ya?" imbuh nya terkekeh tanpa dosa.
"Lepaskan! Masalah mu dengan ku, bukan dengan istriku!" ujar Davis dengan datar.
"Hahahaa, justru karena wanita ini kau mengkhianati kakak ku!" jerit nya begitu marah kepada Davis.
"Aku tidak pernah mengkhianati siapapun!" balas Davis seolah tak terima dengan pernyataan wanita yang kini tengah menyandra istri nya.
Ya, wanita itu adalah Kimmy. Davis tidak tahu mengapa Faisal bisa melepaskan Kimmy. Namun, satu hal yang ia yakini, bila sampai istri dan anaknya terluka, maka kali ini Davis tidak akan mengampuni siapapun.
...~To be continue......
Oh ya, sambil nunggu abang Davis update. Mampir juga yuk ke kamar baru Mommy. Masih sangat anget dan fresh, di jamin menghibur 😍🥰🥰 Klik profil Mommy ya, 😍🥰🥰🥰