Oh My Davis

Oh My Davis
Pendarahan



...~Happy Reading~...


Brukkk!


"Nichole!" pekik Ibu Sandrina terkejut dan langsung membulatkan matanya dengan sempurna saat melihat tubuh Nichole terjatuh dari kursi.


"Sakitttt!" jerit Nichole meremas perut nya dengan kuat seraya meringkuk di lantai.


Ibu Sandrina panik, wanita itu segera beranjak dan menghampiri menantu nya. Meskipun ia tidak menyukai Nichole, namun dia masih memiliki hati yang tulus, walaupun hanya setipis tisu, mungkin.


"Kamu kenapa?" tanya ibu Sandrina semakin panik.


"Sakit Bu, aarrkkkk sakittt!" Nichole terus menjerit di lantai, perut nya terasa sangat panas dan seperti di remas remas dari dalam sana. Membuat nya semakin tidak kuasa untuk menahan rasa sakit.


"Hah, d—darah!" pekik ibu Sandrina semakin terkejut saat melihat darah segar mulai mengalir membenahi kaki dan juga baju Nichole.


"Haiss sungguh merepotkan!" gerutu ibu Sandrina di tengah kepanikan nya.


Ia segera memanggil pengawal agar membantu nya untuk membawa Nichole ke rumah sakit. Meskipun kesal dan seperti tidak ikhlas, namun ibu Sandrina terus memeluk Nichole selama. perjalanan ke rumah sakit.


Mengusap kepala nya dan sesekali mengusap perut Nichole yang terus menjerit saat rasa sakit itu tiba.


"Cepatlah!" bentak ibu Sandrina kepada supir itu karena baginya terlalu lelet.


"Maaf Nyonya, tapi tuan Davis mengatakan bahwa saya tidak boleh mengebut bila membawa Noma Nichole," ujar supir itu sedikit takut.


"Apa mata kamu buta hah! Kamu lihat bagaimana keadaan istri Davis sekarang! Kalau sampai terjadi apa apa, bukan hanya kemarahan yang di berikan Davis padamu, tapi kematian juga!" sentak ibu Sandrina tak habis pikir.


"Percepat sekarang!" seru ibu Sandrina, lalu supir itu menambah kecepatan hingga max agar segera tiba di rumah sakit.


Nichole masih sedikit sadar. Ia melihat dan mendengar bagaimana khawatir nya sang ibu mertua padanya. Nichole berfikir bahwa ibu Sandrina adalah orang jahat, namun entah mengapa ia kini justru sangat berterimakasih pada wanita tua itu.


Setelah tiba di rumah sakit. Ibu Sandrina segera memanggil petugas dan membawa Nichole ke ruang penanganan. Tak lupa, ia juga menyuruh suster agar menghubungi suami nya, karena dia sendiri tidak membawa ponsel.


Sementara itu, Davis yang tengah melakukan meeting dengan klien nya. Sejak tadi ia merasa bahwa dada nya sedikit sesak. Entah apa yang salah, namun ia merasa seperti akan ada sesuatu yang mengejutkan nya.


Dan benar saja, saat dirinya baru menyelesaikan meeting nya. Ponsel yang sejak tadi ia tatap itu berdering. Nama Kakek Austin tertera di sana membuat Davis sedikit kecewa. Karena ia berharap nya bahwa Nichole lah yang akan menghubungi nya.


"Ada apa Kek?" tanya Davis saat sudah mengangkat sambungan telfon itu.


"Ke rumah sakit sekarang!" ucap Kakek Austin dengan cepat.


"Ada apa? Apakah ada sesuatu pada kakek dan Ayah?" tanya Davis dengan santai menghela napas berat, karena pagi tadi ia tahu bahwa ayahnya akan melakukan chek up bersama kakek nya.


Dan kini, kakek Austin memberikan kabar agar dirinya segera ke rumah sakit. Maka Davis berfikir bahwa terjadi sesuatu dengan ayah nya.


"Istri kamu yang masuk rumah sakit. Dia pendarahan!" kata Kakek Austin yang membuat langkah kaki Davis seketika langsung berhenti.


Pendarahan! Satu kata yang membuat jantung nya berdetak semakin cepat dan tak karuan. Bayangan demi bayangan saat Chila pendarahan dulu dan hampir kehilangan bayi, membuat Davis semakin kalut dan merasa takut.


...~To be continue... ...