Oh My Davis

Oh My Davis
Pertarungan



...~Happy Reading~...


Dorr!


“Daviss!” teriakan Nichole terdengar begitu melengking saat mendengar suara tembakan yang berada tepat di depan nya.


Davis menoleh, menahan rasa panas yang melanda lengan nya yang terkena peluru. Ia menatap pada sosok laki laki yang kini berada di dalam kamar nya, laki laki yang masih menodongkan pistol ke arah nya.


“Tidak seharusnya kamu kembali!” ucap orang itu dengan raut wajah datar nya.


“Apakah benar, semua kekacauan ini hanya semata mata karena harta?” tanya Davis dengan menatap sinis pada orang di depan nya.


“Ini semua tidak akan terjadi, kalau kau tidak kembali kesini!”


Davis berdecak lalu tertawa sinis, “Awalnya, aku terkejut mengapa ibu ku bisa berbuat seperti itu, tapi sekarang aku tahu dan aku mendukung perbuatan ibu ku!”


“Ibu mu pela cur! Dia sudah mengkhianati ku dengan ayah ku sendiri!”


“Tutup mulut mu!” seru Davis tidak terima, “Dia tidak akan menjadi pelacur bila kau memperlakukan nya dengan benar!” imbuh Davis menatap marah kepada ayah nya sendiri.


“Hahaha, aku masih kurang benar bagaimana? Aku sudah menutup rapat masalah itu sejak dulu,” ucap laki laki itu yang tak lain ialah Daris dengan mencebik, “Seharusnya kau itu mati bersama ibu mu dulu!"


“Ah, atau kau mau mati bersama ayah mu? Tunggulah sebentar lagi, aku yakin saat ini dia sedang menunggu ajal nya,”


“Apa yang kau lakukan pada kakek?” tanya Davis semakin naik pitam.


“Kakek hahaha? Dia ayah mu!” ralat Daris.


Daris memang tidak menginginkan kehadiran Davis. Selama ini ia hanya berpura pura baik di depan putra nya sendiri, karena ingin merebut kembali apa yang seharusnya menjadi milik nya. Ibu kandung Davis memang berselingkuh dengan ayah kandung Daris, yakni kakek Austin. Namun itu semua semata mata karena memang perbuatan yang di lakukan oleh Daris sendiri yang sudah berselingkuh lebih dulu dengan Sandrina.


Daris yang memang sudah gelap mata dan tidak terima karena semua harta milik kakek Austin di limpahkan kepada Davis, maka laki laki tiu semakin mengira bahwa davis adalah anak dari ayah nya sendiri. Padahal, Davis memang benar anak kandung dari daris sendiri.


Tanpa ia tahu, bahwa hubungan ibu kandung dengan kakek Austin hanya berjalan beberapa bulan saja, sebelum pada akhirnya ibu kandung Davis bunuh diri.


Austin berusaha menyembuhkan ibu kandung Davis, namun takdir berkata lain, wanita itu lebih memilih mengakhiri hidupnya saat melihat suaminya semakin bahagia bersama dengan Sandrina.


“Kimmy, bunuh dia dan juga bayi nya! Maka setelah itu, anak mu yang akan menjadi pewaris utama keluarga Austin!” perintah Daris kepada Kimmy, membuat Davis langsung tersadar dan langsung membalik badan lagi.


“Jangan pernah menyentuh anak ku!” seru Davis semakin murka saat Daris menyuruh wanita lain untuk membunuh anak dan istrinya.


Dorrr!


“Davissss!” Teriak Nichole semakin histeris saa melihat suaminya kembali tertembak di depan matanya.


Namun, meski begitu Davis masih berusaha menjauhkan Kimmy dari Nichole, ia masih terus bergelut dengan wanita itu di tengah rasa sakit nya. Ia tidak perduli dengan luka di tubuhnya.


“Lebih baik kau dulu yang pergi ke neraka!” ucap Davis dengan sekuat tenaga merebut pisau kecil milik Kimmy dan menusukkan nya di area dada yang bertepatan dengan letak jantung nya.


“Aarrrkkkhhhh!” pekik Kimmy menatap Davis dengan penuh kebencian.


‘Maafkan aku Miyya, tapi adik mu sangat merindukan mu!’ gumam Davis dalam hati, lalu ia menjatuhkan tubuh Kimmy dari balkon itu.


“Ternyata kau cukup tangguh juga,” gumam Daris mencebik dan hendak mengarahkan pistol nya lagi kepada Davis.


“Daviss tangkap!” teriak Edward dari lantai bawah dan langsung melemparkan pistol nya kepada Davis, saat melihat sebuah tubuh wanita hamil terjatuh dari lantai atas.


Sejak tadi, memang Davis tidak membawa senjata, ia sudah cuku lama tidak membawa senjata karena ia pikir keluarga nya tidak ada yang memiliki senjata, jadilah ia tidak memiliki persiapan apapun.


Katakanlah memang dirinya ceroboh. Ia mengakui hal itu sendiri, namun semua memang jauh di luar ekspetasi nya, dan ia tidak menyangka bahwa musuh terbesarnya adalah keluarga nya sendiri, dan semua itu hanya semata mata karena harta. Bahkan ia tidak tahu darimana ayah nya bisa mendapatkan pistol.


“Baiklah, mari kita selesaikan semuanya sekarang!” ucap Davis saat sudah memegang pistol pemberian dari Edward.


...~To be continue ......