
...~Happy Reading~...
Cklek!
Mendengar suara pintu yang di buka, seketika membuat Nichole langsung mengalihkan pandangan nya, ia melihat suaminya sudah pulang dari kantor. Dengan cepat, Nichole bangkit dari tempat duduk nya dan menghambur memeluk suaminya.
“Ada apa?” tanya Davis mengerutkan dahi nya.
Nichole memberikan ponsel nya kepada Davis, “Ada yang menelfon ku,” ucap nya dengan nada sedikit bergetar, “D—dia ... “
“Tenang dulu,” Davis mengangkat tubuh Nichole dan membawanya ke tempat tidur. Mendudukkan nya perlahan, lalu ia berjongkok di depan Nichole dengan terus menggenggam tangan nya, “Sekarang katakan, ada apa?”
Dan akhirnya Nichole menceritakan semuanya kepada Davis. Tentang bagaimana ia mendapatkan sebuah penemuan CCTV di dalam kamar itu, dan sebuah telfon misterius yang mengancam nya. Bahkan, kata kata itu terus terngiang di kepala Nichole hinga membuat nya semakin merasa takut bila benar akan terjadi sesuatu pada bayinya.
Davis langsung terdiam, soal CCTV, memang dirinya yang memasang. Namun, ia tidak menyangka bahwa ternyata bukan hanya dirinya yang memiliki akses untuk melihat isi dari CCTV itu. Ia baru tersadar bahwa kini dirinya benar benar kecolongan lagi, ia pikir sejak Kimmy di kurung oleh Faisal, maka ia bisa hidup tenang untuk sementara waktu.
Sepertinya, Davis memang tidak bisa menganggap remeh masalah nya. Musuhnya kali ini memang bukanlah orang lain lagi, ia yakin bahwa ada pengkhianat lain yang ada di rumah besar itu.
“Apa kamu mau kita pindah?” tanya Davis pada akhirnya memberikan penawaran untuk Nichole.
“Indonesia!” kata Nichole dengan cepat mengusulkan ingin kembali ke negara nya.
“Tidak!” Davis langsung menggelengkan kepala nya, dan wajah nya kembali datar, “Kandungan kamu lemah, kita tidak bisa pergi jauh dengan perjalanan lama!”
Menurut Davis, Nichole seperti memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Ia menawarkan pindah rumah bukan negera, namun wanita itu malah ingin kembali ke Indonesia.
****
“Kami akan pindah!” jawab Davis dengan datar.
“Kenapa? Kemana? Ini—“
Davis langsung menatap pada ayah nya, membuat laki laki paruh baya itu langsung menghentikan pertanyaan nya, “Inikah yang kalian inginkan sejak dulu? Aku pergi dari sini!”
“Davis tunggu dulu,” Daris mencoba untuk menghentikan anaknya pergi, ia tidak tahu apa yang membuat anaknya itu kembali ingin meninggalkan rumah. Tapi ketika dirinya sudah tiba di teras rumah, ternyata mobil yang di kendarai Davis sudah meluncur pergi menjauh, membuatnya sudah tidak bisa berbuat apa apa lagi.
Davis membawa Nichole ke sebuah rumah yang memang sudah ia siapkan sejak lama. Rumah yang seharusnya ia jadikan rumah singgah setiap kali dirinya berkunjung ke negara itu beberapa tahun yang lalu. Tanpa sepengetahuan keluarganya, memang selama ini Davis sering ke sana, entah beberapa bulan sekai atau satu tahun sekali hanya untuk melihat kehidupan keluarga nya saja.
Dan kini, ia merasa rumah itu sedikit berguna karena pada akhirnya ia akan menempati nya dalam jangka waktu yang cukup lama bersama Nichole dan calon anak nya.
“Ini rumah siapa?” tanya Nichole ketika sudah tiba di rumah baru nya.
“Masuk lah,” ujar Davis menuntun Nichole tanpa menjawab pertanyaan wanita itu.
“Davis, tapi kamu belum memberikan ku penjelasan. Untuk apa kamu memasang CCTV di dalam kamar? Apakah saat kita sedang melakukan itu, kamu juga melihatnya lagi?” tanya Nichole yang begitu penasaran, pasal nya, sejak tadi suaminya hanya diam dan tidak menjelaskan apapun, kecuali CCTV itu memang milik nya.
“Apakah aku gila, melihat tayangan ulang seperti itu? Ckckck!” Davis berdecak menutupi rasa malu nya, karena memang selama Nichole di haruskan Bed rest, tak bisa ia pungkiri bahwa apa yang di pikirkan oleh Nichole benar ia lakukan. Namun itu tidak lama, karena saat itu Nichole sudah bisa membantu nya walau bukan dengan jalur utama, tapi setidaknya ia tidak pernah lagi melihat siaran ulang dan bersolo karir.
“CCTV itu hanya untuk berjaga jaga, agar jika ada yang mencelakai kamu, maka aku bisa tahu!” ucap Davis lalu segera mengajak Nichole untuk menuju kamar utama yang akan menjadi kamar mereka berdua.
...~To be continue......
...Kalian paham gak sih sama yang Mommy garis miringin? Wkwkkww sumpah, yang gak paham harap skip saja, Mommy bingung jelasin nya, anu banget soalnya wkwkkww....